Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 128 : Makanan pilah


__ADS_3

Azka baru saja menyelesaikan misi pertamanya untuk membunuh seseorang sesuai yang diperintahkan, dengan kemampuannya dia juga tidak bisa meninggalkan jejak sehingga para polisi tidak bisa menemukannya dan setelah itu dia sangat gembira karena uang yang dia dapatkan cukup untuk kehidupannya dalam sebulan dan bisa menyewa kontrakan.


"Ahhh..... kalau setiap hari seperti ini aku pasti sangat bahagia selain bisa mengasah kemampuanku aku juga bisa mendapatkan uang banyak dari mereka semua sehingga semuanya tidak akan sia-sia, " Azka sambil duduk di sebuah sofa menikmati indahnya hidup yang baru saja dia alami.


Azka mulai duduk dengan begitu santai tidak lupa dengan televisi yang hidup untuk dia tonton sebagai hiburannya, karena dia merasa tidak tahu apa yang harus dilakukan dia mengambil laptop yang ada pada temannya itu setelah itu ternyata ada pesanan lagi di mana ada seorang pria yang ingin membunuh saudaranya.


"Emmh..... apakah jika aku membunuh satu orang setiap hari bahkan lebih dunia ini akan habis atau tidak ya? hahahahah" Azka merasa tantangan ini seperti enteng sekali.


Kemudian.....




Dia kembali lagi ke masa lalunya yang di mana Azka masih berada di tempat anak-anak lain atau tempat rongsokan ketika dia dibantu.



Azka karena dia masih berada masa pemulihan dia tidak bisa ikut bersama kakak terbesar untuk membantu menjual rongsokan tersebut dia hanya bisa menunggu di dalam rumah itu.


__ADS_1


Azka setelah masuk ke dalam dia mulai merasa nyaman walau yang dia pegang itu adalah barang-barang bekas bahkan tumpukan-tumpukan ini adalah sampah-sampah dari para masyarakat.



Dia melihat-lihat ke sekitar walaupun penuh sampah dan juga bau tetapi dirinya tetap merasa nyaman dengan tempat seperti ini.



Azka yang baru saja melihat tempat yang dia tempati dia mulai merasa lelah dan tertidur lelap di tempat peristirahatan awal.



"Kakk... kak.... Kakak ayo bangun sekarang Udah malam waktunya Kakak makan, " Laila dengan sangat imut sekali membangunkannya lagi dia sangat prihatin kepada Azka.




"Laila.... ayo cepat panggilkan dia dan kita makan malam, "Zhao berteriak sambil memisahkan makanan-makanan yang masih layak dimakan dan juga makanan-makanan yang tidak layak untuk dimakan.


__ADS_1


Lalu? Bagaimana dengan nasib makanan yang tidak layak dimakan? Mereka ternyata masih memelihara sebuah ayam kecil di belakang dan ayam tersebut dia makan dari sisa-sisa makanan.



Untung saja, Azka bangun dan semuanya sudah pulang dengan membawa makanan karena dia sudah sakit perut menahan rasa lapar.



Azka setelah bangun mencoba untuk mencuci muka setelah itu berbaur dengan anak-anak yang sudah duduk melingkar bersama-sama.



"Azka.... apakah kamu melihat Kak wichen? " tanya lau wong.



"Itu.... tadi kalau tidak salah dia pergi untuk menjual rongsokan, " balas Azka yang masih malu-malu berada di tempat ini.



"Lau wong, sabar sebentar lagi dia juga pulang sekarang kita pilah saja dulu makanannya Aku tadi mendapat makanan yang banyak, " kata Zhao.

__ADS_1



Maka mereka semua tinggal menunggu Kakak terbesar pulang maka bisa makan bersama-sama.


__ADS_2