
Mereka bertiga yang mendengar cerita tersebut sama sekali tidak memberitahu kepada siapapun termasuk kepada kakak terbesar yaitu kak wichen.
Ya, jika dari salah satu mereka memberitahu kepada kakak terbesar sudah dipastikan Kakak terbesar akan melarangnya karena kakak terbesar tidak ingin terjadi apa-apa kepada mereka semua.
Dan Azka juga harus menutup mulutnya untuk tidak membocorkan kepada siapapun, dengan begitu hari-hari mereka bertugas mengambil rongsokan dan menunggu di tengah jalan.
Laila juga memberitahu ciri-ciri dari mobil yang dia lihat dan tentu mereka bertiga selalu mewaspadainya.
Tapi, satu hari dua hari tiga hari bahkan sampai 1 minggu mereka semua tidak menemukan mobil yang mereka cari dan membuat mereka merasa kelelahan dan menuruti ini adalah sia-sia.
Dan Azka ketika sudah pasrah tidak bisa menemukan ibunya dari Laila, Iya hanya beristirahat dan tidak terlalu memperhatikan mobil-mobil yang sedang lewat.
Kebetulan, di saat itu lampu merah tiba-tiba menyala dan mobil-mobil dengan kendaraan lainnya juga berhenti, tidak lupa pasti selalu ada pengamen-pengamen yang datang ke sana untuk meminta beberapa uang.
__ADS_1
Dan Azka bersama teman-temannya bukanlah pengamen tetapi mereka melakukan dengan kekuatan mereka untuk mendapatkan makanan.
She Fung Yen meminta izin kepada Azka, dia akan pergi mengambil makanan yang sudah disediakan oleh toko yang pernah dijanjikannya dan dia di saat itu sedang pergi.
Di saat itu, sangat Kebetulan sekali Azka yang sedang duduk santai melihat ke sebuah mobil yang ada di ujung jalan yang di mana mobil tersebut mirip sekali yang dibilang oleh Laila.
"Laila, di ujung sana ada mobil yang mirip seperti yang kamu bilang apakah itu mobil yang kamu maksud? tetapi mungkin itu mobil hanya mirip saja, " ujar Azka yang sangat tidak pasti dengan kata-katanya.
Laila masih merebahkan dirinya dengan hamparan-hamparan kardus untuk beristirahat, dan di saat dia melihat ke mobil yang dibilang oleh Azka dia sangat terkejut dan dia mengatakan kalau itu adalah mobil yang dimiliki oleh ibunya dan dia juga melihat ibunya yang sedang menyetir mobil bersama pria lain.
Azka otaknya tiba-tiba ngeblank dan dia langsung refleks berlari menuju ke tempat mobil itu berada walaupun jalan yang dia lewati sudah lampu hijau.
Azka dengan keberaniannya langsung menghentikan mobil yang dia lihat dan memintanya untuk segera memarkirkan di pinggir jalan karena ada urusan sesuatu.
__ADS_1
Ya pria yang ada di dalam mobil tersebut mengatakan kalau itu adalah pengemis atau pengamen yang hanya meminta uang saja dan mereka akan melanjutkan perjalanannya dan tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Azka.
Azka masih tidak ingin pergi dari depan mobil tersebut dan memintanya untuk segera memarkirkan mobil ke samping.
Pria yang sedang mengemudikan mobil tersebut sangat marah sekali karena jalannya dihalangi dan orang-orang yang ada di belakang juga sangat marah karena kemacetan yang dibuat oleh Azka.
Kemudian, wanita tersebut yang ada di mobil langsung meminta pria yang menyetir untuk segera memarkirkannya ke samping dan bertanya alasannya kenapa menggantikan mobil mereka.
Karena tidak ingin terjadi keributan di lampu merah akhirnya dengan cepat memarkirkan mobilnya di samping.
Pria sehabis memarkirkan mobil dia dengan cepat keluar dari mobilnya ingin membentak Azka.
"Hei! dasar bocah bodoh Kenapa kau malah menghentikanku? kau itu masih punya tangan dan kaki Kenapa kau malah mengemis dan memaksa kami untuk memberikannya!!! apakah kau ingin mencari masalah denganku! ! " pria tersebut dengan sangat kasar sekali bahkan menggunakan nada tinggi berbicara kepada Azka.
__ADS_1
Azka belum saja berbicara apa-apa dia hanya bisa menelan ludah mendengar amarah yang dikatakan oleh pria tersebut.