Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 145 : Jahil


__ADS_3

Azka yang menyusul dari belakang membuat mereka juga merasa lega.


Kak Wichen sangat khawatir sekali kepada mereka berdua dan juga Azka ikut menjelaskan kepada mereka semua, yang terjadi kepada dirinya waktu kemarin.


Mereka dengan sangat patuh dan juga menyimak dengan baik cerita yang telah diungkapkan oleh Azka.


Bahkan setelah mendengar cerita tersebut saudara-saudara lainnya juga merasa sangat membenci ibu kandung dari Laila, dan juga sangat membenci Ayah tirinya yang rela menjual Laila kepada orang lain.


Dan mereka juga sangat bangga kepada Azka karena dirinya bisa membunuh orang yang ingin menjual Laila.


Tapi, ada satu hal yang tidak bisa dia ceritakan kepada mereka semua yaitu cerita mengenai kecelakaan kedua orang tuanya atas dirinya sendiri, dia tidak ingin menceritakan hal ini di depan anaknya sendiri apalagi dia takut Laila membenci Azka.


Kini mereka semua berkumpul dan saling melengkapi satu sama lain kembali bersama-sama.


-


-

__ADS_1


-


Di kampus....


Azka yang sudah dewasa tersebut dan memiliki beladiri yang tidak terkalahkan mulai bermain komputer bahkan dia meminjam laptop milik temannya itu, Akza sebenarnya kurang mengetahui dunia internet atau media sosial dikarenakan dia selalu fokus dengan dirinya untuk melatih kemampuannya.


Kini dalam beberapa hari juga setelah meminjam laptop temannya dia sudah memiliki kemampuan dalam dunia media sosial.


Ting!!


Azka yang melihat hal tersebut sama sekali tidak merasa aneh dia hanya tersenyum dengan kejam karena dia mendapatkan mangsa barunya untuk melatih kekuatan bela dirinya.


"Hoamm..... aku rasa dia cukup kuat kalau aku tangani, " ternyata dia melihat sebuah foto pria yang di mana pria tersebut memiliki tubuh yang sangat besar dan kepala yang botak bahkan tato-tato di tangan dan tubuhnya dengan cukup banyak.


Namun, hal ini sama sekali tidak menakutkan bagi dirinya justru Ini adalah tantangan bagi dirinya karena dia merasa adalah tantangan yang sangat setimpal.


"Oke, bagaimanapun juga aku akan menyelesaikan dalam waktu secepat mungkin, " ucap Azka yang tidak fokus diajarkan oleh dosennya melainkan memikirkan cara untuk membunuh orang itu.

__ADS_1


Azka Setelah beberapa lama akhirnya sudah selesai pelajaran dari dosen tersebut, tapi Yeng Zi yang di mana dia adalah orang yang sangat jahil dan juga dengan seenaknya di kampus Ini langsung menghampirinya.


"Eist...... wajah doang yang ganteng ternyata kemampuannya sangat cupu, hahahahah..... " Yeng Zi langsung berkata seperti itu di depannya dan juga teman-temannya ikut tertawa dan menertawakan.


Azka melihat orang-orang yang ada di depannya seperti bocah-bocah yang ingin dia tendang, tetapi dia tidak ingin identitasnya ketahuan dan dia hanya bisa menahan saja.


Azka setelah itu langsung berdiri dan mencoba pergi dari hadapan Yeng Zi.


Dao dengan jahilnya dia langsung mencoba menendang kaki azka dari belakang supaya dirinya jatuh ke bawah dan terguling. Karena tempat duduknya berada di atas melewati beberapa anak.


Ketika Dao mengangkat kaki kanannya dan menendang ke arah Kaki Azka, Azka dengan cepat tidak langsung turun ke bawah dia malah berbelok ke samping kanan dan membuat kaki Dao langsung memanjang ke bawah dan membuat dirinya terjatuh hingga terguling.


Grutakk..


Buk.... buk...


"Aghh.... kakiku....!!! " Dao mendapatkan karmanya secara langsung dia merasa kesakitan pada bagian kakinya.

__ADS_1


__ADS_2