
Ziren tidak perlu susah payah untuk menyingkirkan ketua demi mendapatkan posisinya, apalagi dia adalah bawahan yang sangat dipercaya maka akan sangat mudah untuk menggantikan posisinya.
Ziren langsung membuat drama berpura-pura sedih seolah-olah dia merasa terpukul sekali,atas kehilangan sang pemimpin, kemudian sang ketua dibawa ke rumah untuk melakukan pemakaman yang diberitahu pada keluarganya.
Tentu saja keluarganya yang baru saja beranggota 4 orang satu ibu dan dua anak kemudian bapaknya kini hanya tinggal mereka bertiga saja.
Atas kematian dari pemimpin tersebut membuat orang-orang yang ada di daerah itu juga merasa senang karena dengan kehilangan Sang Pemimpin mungkin akan ada sedikit keamanan dan kenyamanan di kota tersebut.
Sang pemimpin sudah meninggal dunia dan informasinya tidak dekat saja,informasinya langsung tersebar luas sehingga masuk televisi,karena dia adalah pemimpin yang sangat ditakuti di kota itu, bahkan musuh-musuh yang lainnya juga merasa puas dan tertawa dia menganggap ini adalah sebuah keberuntungan ,karena tidak ada seorangpun yang bisa dan berani membunuh pemimpin dari Mafia Zizulla.
Azka yang melihat sebuah berita di televisi mengenai kematian ketua dia hanya duduk dengan rileks, kemudian memakan beberapa cemilan tidak lupa kakinya diangkat ke atas meja dengan penuh santai.
"Hoammm...... aku baru menyelesaikan satu tugasku, " Azka menguap membuka mulutnya lebar-lebar dan karena mengantuk Ia pun tertidur di atas Sofa.
__ADS_1
Pagi hari~~~~
Azka baru bangun tidur dan dirinya hampir saja terlambat masuk kuliah, dia langsung pergi ke kamar mandi dan mencuci mukanya tidak lupa membereskan rambutnya agar terlihat sangat keren padahal dirinya sendiri belum mandi.
"Hah bodo, yang penting aku udah terlihat keren nggak perlu mandi-mandi segala, " ucapnya kepada diri sendiri sambil melihat ke sebuah cermin.
Azka setelah itu seperti biasa berjalan kaki dan menunggu di sebuah halte untuk berangkat menaiki sebuah bus.
Kini setelah bus datang dia pun sampai di kampus dalam waktu beberapa menit.
Baru saja dirinya datang tiba-tiba Victoria datang di depan langsung melambaikan tangannya dan menyapanya dengan antusias.
"Azka...... " Victoria padahal dari kejauhan dia sudah melambaikan tangannya dan sudah mengenalinya.
__ADS_1
"Cih, dasar gadis kenapa dia selalu saja membuntutiku, " kata Azka resah.
Kemudian Azka layaknya seperti seorang mahasiswa yang lainnya tidak lupa antusias menyapanya kembali dan tersenyum lebar.
"Azka..... tumben kamu datangnya siang tidak seperti yang kemarin kamu datang pagi, " tanya Victoria seniornya dan berjalan secara bersamaan menuju ke dalam kelas.
"Ohh..... sebenarnya tadi aku ada beberapa kegiatan jadinya aku agak telat".
" Oh iya, aku mau memberitahumu kalau kamu sudah terdaftar di klub beladiri, dan mulai sore nanti kamu bisa datang ke ruangan untuk berlatih dan memperkenalkan dirimu sendiri kepada mahasiswa yang lainnya, " setelah Victoria yang memberitahu informasi itu dia kemudian berbelok ke arah dan pergi karena ada kegiatan.
"Oke siap, " Azka hanya mengganggu dan berpura-pura tersenyum di bawah sebuah koridor kemudian dia menaiki sebuah tangga untuk menuju ke dalam kelasnya untuk memulai kegiatan baru.
Sesampainya di dalam kelas banyak sekali murid-murid yang sangat heboh membicarakan tentang kematian dari sang ketua, ketua geng zizulla dibunuh oleh seseorang yang tidak diketahui oleh identitasnya.
__ADS_1