Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 103 : Ditinggal


__ADS_3

Azka yang berada di atas sangat khawatir kepada temannya Dino dia ingin sekali menolongnya, tetapi atas perintahnya dia juga tidak bisa menolongnya hanya bisa diam saja dan melihat apa yang akan terjadi.


Seseorang dengan jumlah yang banyak mulai manadongkan pistol tersebut ke arahnya.


Dino sudah siap untuk mengakhiri hidupnya dan menerima semua kenyataan yang dialami.


Tapi, tiba-tiba terdengar seseorang yang mengatakan untuk memintanya berhenti dan jangan menembaknya.


Prok.... prok... prok....


Seseorang bertepuk tangan membuat semua orang melihat ke arahnya dan ternyata itu adalah sang ketua.


"Wahh... wah..... ternyata kau sangat hebat sekali berani-beraninya kamu datang ke sini setelah ingin membunuhku? dan aku sangat beruntung aku tidak mati setelah kamu mencoba untuk membunuhku kemarin, Karena sekarang ada tamu tidak di undang, sudah jelas kamu pasti akan tahu bagaimana resikonya, "Ucap sang ketua mendekati Dino.

__ADS_1


" Kenapa! kalau bukan karena kaju! Aku tidak akan melakukannya ! Kenapa kau membunuh Bang Tito! padahal kau sendiri tahu kalau dia sudah menyelesaikan misinya dengan sangat baik! ! "Dino yang sangat sakit hati dan juga marah langsung bertanya untuk melampiaskan amarahnya dengan wajah yang sangat dingin dan penuh air keringat yang hampir bercucuran.


" Asal kamu tau, dia itu hanya melaksanakan masalah yang kecil saja dan aku harus memberikan uang yang begitu banyak kepada dirinya? asal kamu tahu aku tidak akan pernah memberikan uang yang begitu banyak kepada seseorang yang tidak ada harga dirinya bagiku, " sang ketua terlihat sangat santai sekali menghadapi Dino sambil merokok di depannya.


Azka yang mendengar itu juga semakin emosi dia sebenarnya ingin turun ke bawah dan membunuh Sang ketua di saat itu juga.


"Cih! Aku tidak akan pernah memaafkanmu dan bagaimanapun juga kamu harus mati dan membayar semuanya! " Dino segera mengambil sebuah pistol yang ada di saku dan mengarahkan kepada sang ketua.


Tapi di saat itu juga anak buahnya langsung menodongkan itu pistol ke arahnya dengan jumlah yang begitu banyak.


Tapi Dino dia tidak akan nurut perintah dari sang ketua dia tahu konsekuensi Jika dia kalah dan berhadapan dengan sang ketua.


Oleh karena itu dia tidak mengikutinya dan menarik pelatuk pistol tersebut dan mengarahkannya kepada sang ketua,yang membuat anak buahnya semakin panik dan menembakinya sampai dia mati di saat itu juga.

__ADS_1


Dor...!!! Dorr...! Dorr!!!


Azka yang melihatnya dari atas langsung panik dia ingin berteriak dan membantunya tetapi apalah daya dia karena rencananya hancur berantakan seperti ini.


Rehan yang baru saja turun dari atas juga melalui jendela sangat terkejut melihat keadaan Dino tewas mengenaskan karena terkena beberapa peluru yang banyak.


Di saat itu, dia juga tiba-tiba menjadi sangat lemah sekali dan membuat anak buah yang melihatnya langsung menembaknya.


Tangan rehan yang memegang sebuah benda dengan kuat tiba-tiba terlepas dengan perlahan, dengan satu tembakan membuat dirinya jatuh ke bawah.


Rehan tidak tahu apa yang ada di pikirannya Tetapi dia kini sudah kalah. Dia terjatuh dari lantai 2 Ke bawah karena terkena peluru pistol akhirnya dia meninggal dunia.


Azka Syok sekali, dia tidak tahu lagi melihat semua ini, dengan kedua matanya dia melihat teman-temannya telah dibunuh dengan sangat kejam oleh sang ketua.

__ADS_1


"Awas!!! aku berjanji akan membalaskan semuanya! ! " Azka menangis tanpa suara.


__ADS_2