
Azka yang tengah menunggu kedatangan bang Tito, dia terus menunggu sampai 3 jam kemudian namun tak kunjung balik.
"Ehhh..... kenapa ya bang Tito perginya lama sekali? ini sudah 3 jam lebih Loh kenapa dia belum balik? " Tanya Azka.
"Emmm... mungkin karena sedang menerima uang yang begitu banyak jadi membutuhkan waktu yang lama, " sahut Rehan.
"Oh mungkin sih, " Azka akhirnya kembali tidur ke tempat ranjangnya.
Hingga kini sudah pukul 8 malam, Azka tiba-tiba di bangunkan Dino.
"Azka... azka... bangun!!! " Kata Dino menepuk tangannya dengan pelan.
"Eh iya apa? " bingung Azka.
Azka mulai terbangun dari tidurnya karena dibangunkan oleh teman-temannya.
"Ada apa? ".
__ADS_1
" Az, bang Tito sudah lama pergi menemui sang ketua dan sekarang sudah jam 08.00 malam tetapi dia belum kembali, dan rehan juga tadi sudah keluar menuju ke ruangan sang ketua, ternyata ketua tidak ada di ruangan, dia pergi menemui klien, "kata Dino menjelaskan pada Azka.
" Loh? kalau ketua sedang tidak ada di ruangan lalu Bang Tito pergi ke mana? Lalu apakah dia pergi diam-diam membawa sebuah uang itu? takut kita minta? "tanya Azka lagi.
" Kurang tau,kalau itu tidak tau, "kata Dino membalas.
Di saat mereka bertiga bingung dengan semua yang telah terjadi datanglah Jak dengan keadaan yang begitu panik.
" Hey.... hey..... aduh.... gawat! gawat!!! kalian tau gak! hosh... hosh.... hoshh.... "Jak ingin berbicara menjelaskan sesuatu tetapi dia masih panik dan belum mengatur nafasnya dengan baik.
Rehan meminta Jak untuk segera kadang terlebih dahulu dan mengatur nafasnya secara mendalam kemudian dengan perlahan Jelaskan apa yang telah terjadi.
Jak mencoba menenangkan dirinya dia mengatur nafas kemudian menghembuskannya secara perlahan, dan jantungnya masih berdegup dengan sangat kencang.
"Ada apa Jak?" Kata Rehan penasaran.
"Kalian tau gak, Tito.... Tito..... " Jak malah semakin panik ketika akan menjelaskan lagi.
__ADS_1
"Astaga..... Jak..... kamu Tenangkan dirimu Apa yang terjadi sama Bang Tito? " Dino memegang kedua pundak Jak.
"Itu.... oke.... hush....... tadi kan aku latihan sama yang lainnya terus aku pulang,dan di jalan aku tidak sengaja mendengar pembicaraan dari sang ketua dengan yang lainnya, " jelas Jak.
"Apa.... apa? apa yang kamu dengar dari pembicaraan sang ketua? " Dino semakin gereget karena Jak belum tuntas menyelesaikan pembicaraannya.
Tanpa banyak basa-basi lagi akhirnya Jak langsung mengungkapkan kalau sang ketua telah membunuh Tito.
Azka yang mendengar itu langsung menarik kerah bajunya Jak.
"Jak! kamu jangan pernah bercanda! aku minta jangan main-main katakan yang sejelas-jelasnya! " Azka terlihat marah sekali mendengar perkataan dari Jak.
Jak melepas tangan dari Azka, dia langsung menjelaskan bahwa dia tidak salah dengar dan yang dia katakan itu benar sama sekali tidak bercanda.
Kini mereka semua tadi Yang kenapa sang ketua malah membunuh Tito padahal Tito sudah menyelesaikan misi yang sulit.
Jak kemudian teringat lagi yang di mana ketika dia berangkat untuk melakukan latihan dia tidak sengaja melihat jasad yang diseret oleh pengawas pribadi sang ketua.
__ADS_1
"Jangan-jangan? " Jak tidak banyak bicara lagi dia langsung berlari keluar dari kamarnya dan dengan napas terengah-engah menuju ke sebuah tempat pembuangan sampah yang ada di belakang.
Maka ketiga yang lainnya juga mengikutinya dari belakang karena memerasa penasaran.