
Ziren sebenarnya yang sudah mendapatkan telepon tersebut mulai merasa takut karena pemimpin dia juga telah meninggal dunia di tangannya.
Oleh karena itu dia akan memulai pengawasan yang ketat untuk dirinya sendiri.
Ziren kemudian langsung memanggil bawahan bawahan yang terpercayanya atau kaki tangan yang terkuat. Maka antek-anteknya atau bawahannya langsung memasuki ruangan yang di mana ruangan tersebut adalah untuk mereka melakukan rapat yang penting.
Ziren sudah berada di depan antek-anteknya yang dipercaya yang berjumlah 6 orang, mereka adalah orang-orang yang terkuat dan terpilih atas kepercayaannya.
"Ada apa? " tanya seorang pria yang tengah berdiri di depan Ziren.
"Oke baik,sebenarnya ada masalah sedikit, kalian tahu ketua kita telah meninggal dunia dan dibunuh oleh seseorang, dan sekarang dia sudah mengancamku lagi dan mencoba untuk membunuhku, lalu apa yang harus kita lakukan supaya bisa menghindarinya? " tanya Ziren yang meminta pendapat kepada anak buahnya.
Lalu seorang pria yang memiliki rambut yang cukup panjang langsung mengacungkan tangannya, dia langsung memberi pendapat kenapa dia harus menghindarinya? Bukankah Geng Zizulla sangat besar jadi ah kamu udah untuk membunuh pria yang mengancamnya.
"Ya... kalau tahu orangnya aku juga tidak akan bertanya kepada kalian, di saat itu juga aku pasti akan membunuhnya dan menyesali perbuatannya, "jawab Ziren.
" Jadi? ketua tidak tahu siapa yang mengancam ketua? "tanyanya lagi.
" Tidak, karena dia sudah berani meneleponku maka aku juga akan membalaskan dendam apa yang dia lakukan kepada ketua kita dulu, "Ziren langsung menyemangati dan mencuci otak anak buahnya untuk membalaskan dendam dan mencari keberadaan Azka atau si pengancam.
Kemudian mereka yang sedang rapat mulai mengisi saran satu sama lain untuk menyelesaikan ancaman itu.
" Eh... ketua aku memiliki saran yang sangat bagus aku rasa itu akan sangat cocok, " pria dengan wajah yang penuh luka memberikan sarannya.
Maka pria tersebut langsung memberikan saran kepada ketua yang didengar oleh antek-antek lainnya juga, dia memberikan saran untuk segera membuat masalah di kotanya dan membuat si pengancam itu datang.
Tapi saran tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh ketua karena tidak ada urusannya si pengancam dengan orang-orang di kota tersebut.
__ADS_1
"Ya aku tau, tetapi bukankah ketua tadi menceritakan kalau si pengancam itu meminta ketua untuk membubarkan mafia ini? sudah jelas hal tersebut dilakukan supaya tidak ada keributan di kota ini dan membuat kota ini menjadi tentram" balasnya lagi dengan jelas yang membuat semua orang langsung mengangguk karena hal tersebut sangat masuk akal.
Jadi dengan saran tersebut mereka akan melakukan beberapa rencana supaya azka muncul, dengan begitu maka azka makan dengan mudah dikepung dan dibunuh oleh mereka semua.
Di sisi lain,Azka seperti biasa dengan wajah logonya dia berpura-pura untuk mengikuti kegiatan di kampus, tetapi yang tidak diketahui oleh orang lain dia adalah pembunuh yang sangat ditakuti dengan gelar yang belum dibuat.
Bee dan Azka setelah melakukan praktek yang diajarkan oleh dosen, bee dengan semangat mengajak asah untuk pergi ke sebuah kios untuk makan-makan.
Azka hanya bisa mengikutinya dan juga dia dengan penampilan masih remaja tidak perlu ditakuti oleh orang lain atau tidak perlu dicurigai oleh anak buahnya Mafia Geng Zizulla.
Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di kios tersebut.
"Paman..... tolong dua sop bihunnya, "Bee dan Azka langsung memilih tempat duduk berdua menunggu pesanannya datang.
" Siappp!! " sang paman atau penjual makanan tersebut menjawabnya dengan senyuman yang lebar dan Bee terlihat akrab sekali dengannya.
Azka juga ternyata dia pilih-pilih, jika ada orang yang menginginkan untuk membunuh seseorang tetapi dia tidak bersalah atau alasan yang tidak jelas maka dia tidak akan melakukannya.
"Doar.... dari tadi kamu megangin handphone terus apa yang kamu lihat sih? " Tanya Bee yang penasaran dan mencoba untuk melihat isi handphone milik Azka.
"Ehh... engak kok, " Azka segera menutup teleponnya.
"Cie.... aku dengar-dengar dari yang lainnya kamu berpacaran dengan Ying Ya? " bee melebarkan bibirnya sambil bertanya hal itu.
"Hah? kata siapa? aku tidak berpacaran dengan siapapun dia hanya dekat saja denganku itu saja, " balas Azka.
"Hahahaha.... sudahlah kamu tidak perlu menyembunyikan statusmu lagi, tetapi aku sangat bangga kepada dirimu karena dia adalah adiknya dari Yeng Zi, Aku harap kamu harus hati-hati dengannya kalau dia tidak merestuinya, " kata Bee.
__ADS_1
Dan pembicaraan mereka Langsung dihentikan ketika makanan yang mereka pesan sudah datang di depan mata mereka.
"Nih.... jangan lupa makan pangsitnya karena ini pangsit buatanku baru saja, " sang Paman dengan baik hati memberikan pangsit itu secara gratis kepada mereka berdua.
"Wahh..... paman memang terbaik pantes aja di tempat ini sangat laris, "kata Bee.
Di saat itu juga, sang paman tersenyum kemudian dia balik lagi untuk memasak pesanan yang lain.
Kemudian di saat itu ke empat pria yang sedang makan dan selesai langsung pamit pergi tanpa bayar.
" Ehh.... kamu kenapa tidak bayar? "tanya gadis yang berumur 17 tahun itu menghalangi keempat pria tersebut.
" Heh ! dasar Bocil ngapain kau hentikan kami? " pria tersebut dengan tampangnya yang sangat garang meminta gadis itu untuk pergi dari hadapannya.
"Tidakk!!! kalian semua jangan pergi sebelum membayar makanan kalian, " gadis itu dengan keras kepala menghentikannya.
Lalu sang paman yang berada di dapur mendengar keributan itu dan langsung menuju ke depan.
"Ehh.... Nak... sini.. sini.... biarkan mereka pergi, " sang pemain itu menghentikan gadis itu untuk tidak menghalangi mereka.
Azka dan Bee yang memulai makan itu hanya memperhatikannya saja dan tidak ikut campur.
"Maaf.... dia baru kerja di sini, dan dia tidak tau apa-apa, " sang Paman itu Justru malah meminta maaf kepada mereka semua atau tindakan pelayannya.
Kemudian pria dengan badan yang besar sambil mencongkel gigi dengan lidi, langsung mendorong Gadis itu ke belakang sehingga berada di pangkuan Azka dengan tepat.
"Heh! jangan sesekali kalian berani sama aku kalau tidak kamu akan mengetahui akibatnya, " pria tersebut dengan teman-temannya langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1