
Tito sudah siap-siap dirinya akan mendapatkan hadiah yang begitu besar dari sang ketua, dari wajahnya terlihat sangat berseri sekali dan penuh semangat.
Ketika sudah berada di depan ruangan sang ketua dia disambut dengan baik oleh para pegawai.
"Silahkan masuk," kata pengawas yang bertugas berjaga di depan ruangan sang ketua.
Tito akhirnya tersenyum dan melangkahkan kaki dengan perlahan memasuki ruangan sang ketua.
Prok.... prok.... prok....
"Wah wah wah..... ternyata kamu sangat hebat sekali tidak salah aku mengurus mu dengan baik, dan sekarang aku menuai hasilnya, " kata sang ketua yang tengah duduk di meja kursi ke saya kerja yang mahal.
"Terimakasih ketua, atas pujian yang telah anda berikan kepada saya, saya seperti ini juga karena didikan dari ketua,sayalah yang harus berterima kasih, " sahut Tito sambil menundukkan kepala memberikan rasa hormat.
Di sebuah ruangan khusus ketua di mana ruangan ini sangat tertutup dan juga ketat dijaga oleh pengawas.Satu lampu yang begitu terang menyinari ruangan tersebut.
" Akhirnya aku bisa menikahi kekasihku"Ujar nya dalam hati.
__ADS_1
Tito berhadapan dengan sang ketua dia bersiap-siap mendapatkan hadiah yang sesuai dijanjikan.
Namun, sesuatu telah terjadi yang membuat itu sangat terkejut tiba-tiba ada tiga orang yang di mana dia adalah bawahan dari sang ketua, mereka bertiga langsung menghampiri Tito Dan menodongkan dengan sebuah tembakan.
"Ada apa ini? " Tanya Tito.
"Hahahahahh........ kamu kira aku akan dengan mudah memberikanmu uang yang begitu banyak? Aku sama sekali tidak akan menepati janjiku, " ujar ketua.
"Ketua? Ini semua hanya candaan kan? " tanya Tito.
Ya, Tito baru menyadari hal tersebut kalau sang ketua memang rakus akan uang dan dia melupakan hal itu karena ingin menikahi kekasihnya.
" Jadi?!!! apa yang akan kalian lakukan terhadapku? "Tito mulai merasa panik berada di tengah-tengah orang yang bersenjata.
Kini atas perintah dari sang ketua akhirnya bawahannya tersebut menembaki ke arah Tito.
Dor!!
__ADS_1
Dorr!!!
Bukan 1 2 kali Tetapi beberapa tembakan sudah mengenai tubuh Tito, Tito yang tidak tahu apa-apa dan tidak bisa lari ke mana-mana dia hanya pasrah menerima takdir yang begitu kejam mengenai dirinya. Kini dalam ruangan mulai dibanjiri darah, Tito tergeletak sudah tak bernyawa.
"Hahahahahahah! " Tawa sang ketua.
Tito yang sudah tidak menjawab kemudian diseret oleh seseorang dan dibungkus menggunakan sebuah plastik setelah itu mereka membuangnya ke sebuah pembuangan sampah yang ada di belakang markas.
Jak karena dia merasa bosan dia ingin pergi ke sebuah tempat pelatihan, dia berjalan dengan begitu santai.
Bahkan Jak berapa sepasang dengan seseorang yang telah menyeret tubuh Tito yang sudah dimasuki dalam plastik.
Jak sama sekali tidak baik atau curiga karena hal tersebut sudah terbiasa di tempat seperti ini.
Kemudian Jak memasuki ruangan pelatihan yang di mana di sana banyak orang-orang yang sedang melatih dirinya untuk mengasah kemampuan.
Dino, rehan dan Azka mereka bertiga masih berada di ruangan kamar kecilnya menunggu kedatangan Tito dengan kabar yang penuh gembira.
__ADS_1