Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 80 : Lahiran


__ADS_3

"Kyaaa!!!!!! rasanya sakit sekali tolong cepat bawa aku ke rumah sakit sebentar lagi aku akan segera melahirkan!!! "Dino langsung berteriak seperti itu dengan suara centilnya agar tidak ketahuan kalau dia adalah seorang laki-laki.


Rehan dengan pemikirannya langsung refleks Dia meminta kepada orang yang memeriksanya untuk memberikan jalan karena istrinya akan segera melahirkan.


"Pakk...... kami tidak ada waktu sama sekali kami,akan membawak istri kami ke rumah sakit sebentar lagi dia akan melahirkan, " rehan kemudian memegang perut dino yang di mana perut itu adalah buntelan bantal seolah-olah dia juga sangat khawatir kepada istrinya.


Orang yang menghentikan tersebut juga ingin mereka segera memberikan kartu identitasnya dan langsung pergi tetapi Dino, setelah mendengar itu dia langsung menjerit lebih keras lagi dan berpura-pura dia akan segera melahirkan di saat itu juga.


"Pakkk..... saya mohon nanti saya akan memberikan kartu identitas saya tetapi sebentar lagi istri saya akan melahirkan pak, saya mohon Saya tidak ingin istri saya meninggal dunia karena melahirkan di tempat seperti ini, " rehan berbicara seperti itu kepada anak buah dari sang ketua dengan wajah yang sangat memelas dan menyedihkan.


Azka yang berperan sebagai seorang anak langsung memanggil mamanya dan berpura-pura dia juga merasa.

__ADS_1


"Mama...... yang sabar ya Mama aku nggak mau kalau aku punya adik yang catat karena melahirkan di tempat yang seperti ini, hiks.... hiks.... " Azka berpura-pura sedih dengan wajah culunya menangis.


Dan Jak, dia berpura-pura batuk sebagai seorang kakek-kakek karena dia sangat lemah sekali, dia dengan nada seorang kakek-kakek meminta kepada orang yang bertugas itu untuk memberinya jalan.


Mereka sebenarnya mendapatkan perintah dari sang ketua untuk tidak membiarkan seorangpun lolos dari tempat pembatas ini tetapi karena hal mendesak mau tidak mau dia harus melepaskannya.


Ya, betul.


"Baiklah, kalian semua boleh pergi duluan semoga anakmu dapat dilahirkan dengan lancar, " pria tersebut akhirnya melepaskan mereka dan dengan penuh kegembiraan Rehan langsung melepas kumis yang ada di wajahnya.


"HURAAAAA!!!!!!! ".

__ADS_1


" Heh! ternyata feelingku sangat benar sekali andai saja aku tidak memintamu untuk memakai bantal ini bagaimana dengan alasan kita bisa keluar dari tempat itu? "Jak berbicara itu kepada teman-temannya seolah-olah dia adalah seorang pahlawan yang membantu mereka lolos dari tempat kejadian itu.


Dino hanya tersenyum dan mengatakan iya iya saja Kemudian melemparkan bantal yang ada di perutnya itu ke muka Jak.


" Noh, kau makan saja itu bantal kau yang bentar lagi bakal jadi anak, "kata Dino.


Azka langsung tersenyum kali ini dia merasa lega bisa bebas dari area tersebut dan pergi untuk ke markas mereka.


Mereka sebenarnya memiliki markas yang cukup jauh karena mereka memiliki markas di tengah-tengah hutan dengan suasana ditutupi tidak bisa dilihat dari atas walaupun melewati pesawat.


Mereka setelah melewati itu dengan gembira langsung pergi ke markasnya, bagaimanapun juga mereka tidak bisa tinggal dia menerima kematian Abang Tito yang mereka sayang meninggal dengan begitu saja.

__ADS_1


Jadi tujuan mereka ke sini adalah mengambil senjata-senjata yang mereka simpan dan melatih diri untuk melakukan pertempuran dengan beberapa rencana.


__ADS_2