Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 96 : Jak Tertembak


__ADS_3

Rehan yang mendapatkan perintah dari temannya itu langsung menancap gas untuk maju dengan cepat sehingga membuat suruhan-suruhan dari sang ketua mengetahui keberadaannya.


Mereka yang melihatnya langsung mengejarnya menggunakan sepeda motor bahkan ada yang harganya menggunakan mobil.


Rehan yang sudah diketahui oleh mereka semua langsung melepas masker dan topinya dia hanya perlu pergi dari tempat ini secepat mungkin.


"Sial! Kenapa mereka semua bisa mengetahui keberadaan kita? " Ucap rehan yang masih sibuk menyetir mobil dengan cepat.


"Ma... maaf, tadi aku tidak sengaja melepas maskerku aku dan ada seseorang yang melihatnya, "Jak meminta maaf dan merasa menyesal karena telah melakukan hal seperti itu.


" Dasar kau ini, cepat pegangan yang erat aku akan menggunakan kecepatan maksimal, "kata Rehan.


Kini banyak sekali orang-orang yang mengejarnya dari belakang atas perintah dari sang ketua, Rehan juga tidak tahu harus pergi ke mana jika dia terus melewati jalan kota maka semakin mudah mereka mengejarnya dengan cepat.

__ADS_1


Jadi Rehan mulai memasuki ke sebuah area jalan-jalan kecil dan juga kota-kota yang kumuh sehingga banyak penduduk-penduduk yang padat berlalu Lalang.


Rehan tidak peduli ada orang di depan dengan jumlah yang banyak dia langsung menekan klakson dan membuat orang-orang tersebut pergi.


Satu tembakan bahkan lebih dari dua tembakan mulai ditunjukkan ke arah mobil Rehan, rehan sama sekali tidak ingin mobil ini berhenti apalagi tembakan tersebut mengenai ban mobil yang dia pakai.


Jadi rehan dengan skillnya mengendarai mobil dengan sangat lincah.


Jak kemudian mengambil sebuah pistol yang ada di belakang kursinya kemudian dia dengan cepat mengambilnya walau dalam keadaan yang begitu darurat.


Rehan karena terlalu cepat dia juga tidak sengaja menabrak beberapa dagangan dagangan yang ada di jalan.


Dorr.... dor... dor....

__ADS_1


Jak mengeluarkan kepala dan tangannya kemudian melihat ke arah belakang melepaskan peluru.


Jak setelah melepaskan tembakan dia juga masuk ke dalam mobil dan menghindari tembakan-tembakan yang ada.


Tapi ketika mereka berdua berlari dengan mobilnya untuk menghindari kejaran ternyata ada seseorang penembak jitu dari atas yang memperhatikan mereka, penembak itu tersebut langsung mengarah ke arah mereka berdua untuk melepaskan tembakan.


Rehan kemudian hampir saja melewati tempat-tempat kecil seperti ini dan akan pergi ke jalan kereta yang di mana kereta tersebut akan segera lewat, jika dia bisa melaju dengan sangat cepat dan melewati kereta tersebut sebelum datang maka akan dipastikan mereka semua akan selamat.


Rehan kemudian tanpa banyak pikir panjang langsung menggunakan kecepatan maksimal untuk segera pergi tetapi tiba-tiba penembak itu di atas mulai melepaskan peluru dan ternyata peluru tersebut mengenai kaca depan mobil yang di mana kaca depan mobil tersebut mengenai dada Jak.


Rehan dia masih fokus untuk mobilnya kemudian berharap untuk bisa lolos setelah itu dalam beberapa detik akhirnya dia bisa melewati kereta tersebut dan orang-orang yang di belakang mengajarnya mulai terhalang dia juga merasa sangat senang sekali dan gembira.


Saat rehan mengendarai mobil dia melihat ke depan dan terlihat sebuah retakan kaca yang ada di depan mobil dengan titik tembus kecil.

__ADS_1


Rehan setelah itu melihat ke sampingnya dan sangat terkejut melihat temannya yaitu Jak sudah meninggal dunia karena kehabisan darah dan dia terkena peluru di bagian atas kepalanya.


"JAKK!!!! JAK!!!!! " Rehan langsung berteriak memanggil namanya dengan sangat histeris tetapi di sisi lain juga dia masih fokus untuk mengendarai mobil, pikirannya sangat kacau dan tercampur aduk saat ini.


__ADS_2