
Ying karena menunggu keluarnya Azka dari tolilet, dia sampai-sampai terkantuk-kantuk di depan,sehingga dirinya karena menunggu dengan waktu yang cukup lama langsung memaksakan diri untuk masuk ke dalam toilet pria.
Ying secara paksa akhirnya membuka pintu tersebut kemudian sangat terkejut melihat ketiga pria yang sedang buang air kecil.
Maka ketiga pria tersebut juga langsung berteriak dan memberikan senjatanya agar tidak dilihat oleh Ying.
"Ying! apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah masuk ke dalam toilet pria ini adalah toilet pria bukan toilet wanita!" usap seorang pria yang masih buang air kecil dan tidak bisa menahannya.
"Azka? Apakah kamu melihat dia di sini? dari tadi aku menunggunya di depan dan dia belum keluar aku takut dia kenapa-kenapa, " kata Ying dengan ekspresi yang begitu sangat panik.
"Tidak, di sini hanya kami bertiga saja,tolonglah kamu keluar sebentar aku akan menyelesaikan nya sekarang juga, " balas orang pria yang ingin menyeletingkan kancing celananya.
Ying yang sudah dipastikan oleh ketiga pria tersebut.Akhirnya dia keluar dan merasa bingung kenapa Azka bisa keluar tanpa sepengetahuan dia padahal dia dari tadi menunggunya di depan dan tidak pergi kemanapun.
Jadi Ying langsung pergi untuk mencari keberadaan kedua temannya itu melalui handphone dan mereka bertemu di sebuah kolam renang karena kedua temannya sedang latihan renang.
__ADS_1
Azka yang sudah pergi dari Ying dia menuju ke tempat sepi di mana dia pergi ke belakang kampus. Azka sebenarnya ingin menenangkan dirinya dan dia ingin melihat sebuah pemasaran atau promosi yang dia lakukan tadi bersama Bee.
Kemudian dia melihat sebuah batu yang cukup besar dan ia langsung duduk di sana memainkan handphonenya yang sudah berisi kuota internet yang diberikan oleh Bee.
Tapi, belum saja tenang tiba-tiba dia melihat Yeng Zi yang sedang merokok dengan teman-temannya di belakang kampus.
Yeng Zi di sana sedang merokok dan berbincang-bincang mengenai suatu hal.
Azka tidak ingin membuat masalah lagi maka dia ingin segera pergi tetapi mereka dengan ketajaman matanya langsung melihatnya.
"Eh itu Azka, aku kira dia sengaja mengikuti kita dan mencari kesalahan dari kita kemudian dia melaporkan kepada dosen, " Dao seperti mengompori Bosnya itu agar marah dan membenci Azka.
"Heh budak! Kenapa kau ingin mencari masalah denganku apakah kau tidak tahu siapa aku yang sebenarnya? " teriak Yeng Zi.
Azka berpura-pura memainkan handphonenya karena dirinya tidak ingin mendengar kata-kata dari mereka lagi, kemudian dia langsung memasang handsetnya.
__ADS_1
Yeng Zi melihat mangsanya seperti diri mereka sekali dia langsung berlari dengan begitu cepat untuk merendam ke arah tubuh Azka di bagian belakang.
"Hiyaa........!!! "
Satu kaki kanan dilambungkan ke atas dan diarahkan ke bagian punggung belakang.
Tapi.....
Bruakkk
Azka dengan mudahnya langsung menghindari yang membuat Yeng Zi terjatuh ke bawah bakalan kaki depannya terluka tergores sebuah kerikil kecil.
"Awhh..... "
Shao, Dhao, Ling Zao yang berada di belakangnya segera membantunya berdiri, kemudian di mereka juga ingin memberi pelajaran.
__ADS_1
Untung di saat itu dosen tiba-tiba datang dan menggantikan mereka yang membuat mereka semua langsung berlari karena di kampus ini mereka tidak boleh merokok apalagi mabuk-mabukan.
"Awas loe!!! ".