Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 113 : Azka berbeda


__ADS_3

Di sebuah gudang kecil tersebut kini hanya ada mereka.


"Berisik! aku akan membuatmu menyesal karena kau telah membunuh sahabat-sahabatku! " Azka kemudian dengan sangat cepat dari gerakannya mengambil pistol yang ada di tubuh kanan dan kirinya kemudian dengan cepat dia langsung menembakkannya ke arah anak buahnya tersebut, sehingga anak buahnya yang hendak mengeluarkan pistol tersebut tidak tepat waktu karena dia sudah tertembak terlebih dahulu oleh Azka.


Dorr... dorr... dorrr... dorrr... dorrr... dorrr....


Hanya 6 kali tembakan saja maka dengan sangat mudah mengakhiri musuh-musuhnya dan kini tertinggal satu orang yaitu sang ketua.


"Bagaimana? " Azka dengan santai duduk lagi di atas kayu.


Sang ketua yang melihat semua anak buahnya meninggal dunia langsung panik dan mencoba untuk melawan Azka.


"Cih.... kau bocah hanya menang saja karena senjatamu itu andaikan aku bisa berkelahi denganmu tanpa senjata akan kupastikan kamu akan meninggal di tanganku sendiri, "sang ketua memancingnya agar tidak menggunakan senjata dan bertarung satu sama lain tanpa ada curang.


Blakk....

__ADS_1


Pistol kedua yang digunakannya langsung dijatuhkan dan Itu tandanya dia menerima tantangan tersebut dari sang ketua.


" Oke,siapa takut? ".


Sang ketua kemudian dia mendekatinya dengan perlahan setelah itu dengan waktu jarak yang cukup dekat dia menggunakan lengan kanannya memukul ke arah Azka dengan kekuatan yang penuh.


Siatt....


Eitss.....


Walau kekuatannya sangat besar sekali tetapi Azka dengan mudah bisa menghindarinya.


"Hah! Kau hanya beruntung saja karena bisa menghindariku di saat ini tetapi aku tidak akan membiarkanmu lolos dari tempat ini, hahahahah!! " Sang ketua sekali lagi menggunakan tangan kanannya dan dia meninju dengan membungkukkan tubuhnya agar bisa mengenai tubuh Azka.


Azka langsung memutar dirinya dan menghindari pukulan keduanya lagi setelah itu dia menggunakan kakinya dan menendang ke arah kepala sampai ketua dengan kuat.

__ADS_1


SRETTTTT......


Baru saja karena tendangan pada awal langsung membuatnya terpental mengenai hantaran-hentakan kayu.


Sang ketua langsung terjatuh dan membuat kepalanya kesakitan bahkan terluka karena tergores dengan kayu.


"Gimana? apakah kamu menyesal karena kamu telah membuangku dan menghianati sahabat-sahabatku? "Azka mendekati nya untuk membicarakan beberapa kalimat supaya sang ketua itu menyesal.


Sang ketua yang di mana dia adalah pemimpin dari mafia yang sangat ditakuti tentu saja tidak akan kalah seperti itu.


Maka dirinya yang sudah terjatuh pada babak pertama dia akhirnya menggunakan kecurangan dan mengambil sebuah pisau yang dia simpan di sepatunya.


"Hahahaha, aku sama sekali tidak akan kalah dengan bocah sepertimu aku akan membunuhmu dan mencabik-cabikmu sekarang juga! ! "Sang ketua dengan gilanya langsung berdiri dan menuju ke arah Azka sambil menodongkan pisau setelah itu dia menggerak-gerakannya untuk mencoba menyayat Azka.


Azka tentu saja tidak takut dengan hal seperti itu maka dia dengan mudahnya langsung menendang ke arah lengan sampai ketua yang membuat pisaunya itu terjatuh, kemudian tidak punya rasa ampun Azka dengan satu tangan kanannya langsung memukul ke arah dada sampai tua yang membuatnya jatuh dan mengalami pendarahan yang berat.

__ADS_1


Kini sang ketua sudah kewalahan dan mengalami batuk-batuk keras sehingga keluar darah yang banyak dari mulutnya.


Dia yang sudah mati rasa dan lemas mencoba mengambil handphone yang baru saja terjatuh untuk meminta anak buahnya segera membantunya.


__ADS_2