
Xifeng yang selalu berkuasa di dalam kelasnya merasa tidak puas kepada Azka.
"Haduh Azka.... Azka..... miris banget ya hidup kamu, sudahlah kamu miskin sekarang kamu malah tidur di kelas bahkan satu orang pun tidak ada yang mau berteman dengan kamu, " Ejek Xifeng.
Xiao menghalangi perkataan dari Xifeng dan mengatakan kalau dirinya adalah sahabat Azka.
"Hahahha..... dasar bocah gendut kau juga sama-sama seperti dia sudah gendut seperti bab*, tidak punya banyak teman makanya kau berteman dengan dia! " Ejek Xifeng lagi yang ditemani oleh ketiga teman-temannya.
Hahahahahha
Mereka langsung tertawa terbahak-bahak puas mengejek seseorang.
Azka walau mendapatkan ejekan dari teman-teman yang ada di kelasnya dia sama sekali tidak menghiraukannya bahkan dia tidak peduli kalau dirinya tidak memiliki teman.
Xifeng yang sama sekali tidak mendapatkan respon dari Azka dia mulai marah.
"Woi miskin! " Xifeng dengan nada tinggi seperti dirinya seolah-olah ingin mengajak keributan di dalam kelas.
Untungnya ....
Bu guru Chi Fen datang.
__ADS_1
Bu guru Chi Fen dia yang menggunakan rok ketat dengan ukuran yang cukup panjang dan pakaian putih seperti layaknya seorang guru menghadiri ke ruangan kelas Azka.
"Hey? ada apa?" Tanya bu guru yang tiba-tiba masuk ke dalam kelas melihat orang lain berkerumun di meja Azka.
Xifeng tidak menjawab pertanyaan dari ibu guru kemudian mereka pergi bersama teman-teman yang lainnya.
Bu guru Chi Fen akhirnya menghampiri Azka dan meminta waktunya sebentar.
Azka kemudian mengganggu dan mengikuti bu guru Chi Fen, mereka berdua akhirnya pergi ke Aula bola basket di saat istirahat.
Di sana tempatnya sepi karena tidak ada orang yang sedang berolahraga di saat itulah bu guru mulai bertanya-tanya tentang Rasa penasarannya.
"Emmm..... sama sekali tidak bu justru saya sangat menyukai ajarannya karena saya memang benar-benar ingin belajar dengan giat, " balas Azka yang duduk di sebuah kursi panjang.
"Lalu? kenapa kamu malah dihukum? ".
" Anu..... saya tidak sengaja bu malah tertidur di dalam kelas dan itu memang salah saya"Azka mulai menundukkan kepala memberikan ekspresi yang begitu menyedihkan.
"Azka, sekarang kamu katakan kepada Ibu kenapa kamu tertidur di dalam kelas apakah setiap malam kamu begadang? ".
" Ti... tidak kok bu, sa....saya hanya menonton televisi kesukaan saya saja jadi saya tidak sengaja ketiduran, "Azka menjawab hal tersebut dengan nada yang terbata-bata seolah dirinya mengatakan kalau dirinya berbohong.
__ADS_1
Azka tidak ingin mendapatkan pertanyaan yang begitu banyak dari ibu guru akhirnya dia mulai berpamitan untuk pergi.
" Tunggu Azka... "bu guru tidak sengaja memegang pundak Azka ketika sedang berbalik untuk pergi.
Azka langsung refleks merasakan kesakitan.
" Awwhh..... "Azka buru-buru pergi.
Bu guru tahu kalau Azka itu sedang berbohong kepada dirinya dan Ingin menutup sesuatu.Bu guru juga tidak bisa memaksa kepada seorang murid untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai.
Akhirnya Bu guru Chi Fen meminta kepada Xiao untuk melihat bagian belakang tubuh Azka.Dan Xiao setuju untuk membantu ibu guru.
Xiao yang di mana dia adalah sahabatnya Azka membawa dua bekal makanan dan satunya lagi diberikan kepada Azka.
Azka awalnya selalu menolak pemberian dari sahabatnya tetapi lambat laun dia juga merasa kelaparan dan tidak bisa berbohong kepada perutnya.
Azka akhirnya menerima pemberian dari sahabatnya yaitu dan merasa aman senang sekali. Ketika jam istirahat mereka berdua makan di dalam kelas sambil berbincang-bincang, Xiao Ya sudah mendapatkan perintah dari ibu guru akhirnya pelan-pelan berpura-pura ke belakang Azka.
Xiao sebenarnya tidak berani melakukan hal ini tetapi demi kebaikannya akhirnya dia dengan perlahan membuka pakaian ada di belakang.
Ketika dia sudah membukanya dengan cukup lebar, dirinya langsung tercengang melihat luka-luka yang ada di bagian tubuh Azka.
__ADS_1