Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 18 : Permintaan Yang Besar


__ADS_3

Sang pacar mulai membereskan dirinya setelah mencuci piring kemudian berjalan menuju arah pintu yang di mana Bang Tito dan juga Azka beserta teman lainnya sudah menunggu.


"Ya,siapa?" sambil membuka pintu Kemudian dia terkejut melihat kedatangan Bang Tito di saat itu juga.


"Sayang?" kaget nya.


"Iya ini aku, maaf ya udah buat kamu khawatir pokoknya aku sudah janji sama kamu bakal lamar kamu dan sekarang aku mau ketemu kedua orang tua kamu untuk meminta Restu," ucap bang tito layaknya seorang laki-laki.


"Aaaaa.....ayang..... ya sudah kamu masuk dulu,ngomong-ngomong mereka itu siapa?" bertanya sambil melihat ke arah teman-temannya.


"Owhh..... sebenarnya itu adalah teman-teman aku di tempat kerja boleh kan dia ke sini? mereka ke sini mau nemenin aku untuk bertemu sama mamu," kata Bang Tito.


"Iya boleh," kasihnya itu kemudian masuk ke dalam dia segera menuju ke tempat ibunya berada yang ada di dapur dia merasa sangat senang sekali di saat itu.


Sang wanita tentu saja sangat gembira apalagi kekasihnya akan melamarnya karena hal ini adalah keseriusan mereka untuk berhubungan menjadi keluarga.


"Bu....bu...... ayo bu keluar di sana pacar aku udah nunggu bu," ucap kekasihnya itu meminta ibunya untuk masuk ke ruang tamu mereka karena bang tito dan juga yang lainnya sudah ada di sana.


Sang ibu tidak banyak bicara dia melepaskan pekerjaannya ketika memotong sayuran dan bergegas menuju ke ruang tamu menyapa tamunya yang datang.


"Pagi Tante," kata Bang tito.


Lalu dilanjut oleh yang lainnya menyapa ibunya dari kekasihnya Bang Tito.


Sang ibu langsung duduk di depan bang Tito berhadapan dengannya tetapi terlihat dari wajahnya sang Ibu dan kekasihnya tidak menyukai dari Bang Tito karena melihat penampilan Bang Tito tidak terlalu mewah atau bisa dibilang orang yang tidak punya.


"Oh ya kamu yang mau nikahi anak saya?" pertanyaan pertama mulai berlangsung dari ibunya dari pacarnya.


Nama pacarnya dari bang tito adalah Alexa.

__ADS_1


"Iya bu, saya yang akan menikahi anak Ibu tolong restunya ibu dan izinnya untuk menikahi anak ibu," jawab dari Bang Tito dengan samar-samar senyuman senang.


"Oh..... orang tua kamu mana Kenapa nggak ikut?" tanyanya lagi.


"Maaf bu, sebenarnya orang tua saya meninggal beberapa tahun yang lalu jadi saya ke sini sendirian dan membawa teman saya," kata nya bang tito.


"Kamu kerja apa?".


" Saya..... saya sebenarnya bekerja di toko kecil saja,tetapi saya berjanji saya akan membahagiakan anak ibu dan mencukupi kebutuhannya, mungkin sekarang saya orang yang tidak punya tetapi saya pasti akan membuat dia bahagia," itulah yang dikatakan Bang Tito.


"Toko kecil? kamu pikir pernikahan ini main-main apa kalau kamu ingin boneka putri saya saja ingin mahar sekilas 100 juta dan juga mobil,dan rumah untuk kalian tinggal," permintaan dari sang Ibu yang meminta mahar kepada Bang Tito.


Azka,Dino,Jak dan Rehan langsung ngomong mendengar permintaan dari ibunya alexa.


"Buset...... ternyata mahal juga ya kalau mau nikahin anak orang," kata Jak dengan nada kecil.


"Yaa.....namanya nikahin anak orang,bukan anak sendiri," canda rehan.


Alexa berjanji akan hidup bahagia dengan bang tito dan tidak akan menyusahkan ibunya lagi tetapi mereka juga akan berusaha untuk mencari uang bersama-sama.


"Alexa, kamu pikir menikahi itu mudah?? kamu itu sangat cantik dan masih banyak orang yang mau dengan kamu dan ibu juga meminta hal yang seperti itu sangat wajar karena aku mendewasakanmu itu melebihi dari permintaan dari ibu, lagian yang membesarkan kamu itu ibu bukan orang lain Jadi terserah ibu mau minta mahara segitu," Ibu Alexa menjadi sangat marah karena permintaan anaknya yang sederhana itu.


Tapi bang tito, Iya sama sekali tidak panik dia menyetujui permintaan seorang ibu tetapi dia baru mempunyai uang 100 juta dan mobil dengan rumah akan menyusul nantinya.


"Gakkk.... pokoknya Ibu sama sekali tidak setuju ketika kamu ingin menikah anak saya maka semua permintaan harus dipenuhi saat itu juga jika tidak kamu tidak boleh menikah," itulah yang dikatakan oleh ibunya terakhir kali dengan wajah yang begitu marah.


"Buu..... Alexa minta tolong sama Ibu tolong beri keringanan sama Tito karena Alexa Memang benar-benar mencintai dia," Alexa terus memohon kepada ibunya untuk memberi keringanan atas permintaannya yang begitu besar.


Tapi tetap saja ibunya tidak menjawab hanya menunggu apa yang dikatakan oleh Bang Tito.

__ADS_1


"Baik, tolong beri saya waktu 2 minggu saja saya berjanji akan memenuhi apa yang Ibu minta, dan kamu Alexa kamu tidak perlu takut saya berjanji akan menikahi kamu, saya akan memenuhi permintaan ibu, itu saja saya pamit dulu ," lalu Bang Tito berdiri dari hadapan sang ibu kemudian pamit dengan sopan setelah itu mengajak teman-teman yang lainnya untuk pergi meninggalkan rumah alexa.


Di depan rumah,Rehan dari belakang langsung menepuk pundak Bang Tito dan mengucapkan kata sabar.


"Bang tito..... tetapi Bagaimana kamu bisa memenuhi permintaan wanita gila itu?" kata Rehan.


"Hehh..... kamu jangan bilang dia wanita gila Dia itu adalah ibu mertuaku bagaimanapun juga dia yang melahirkan Alexa," kata Tito yang sudah siap-siap menaiki sepeda motornya untuk pergi.


Azka mengetahui perasaan Bang Tito apalagi dilihat dari wajahnya Bang Tito sangat bingung dan dia tidak tahu harus berbuat ap.Apalagi waktunya hanya dua minggu saja.


"Bang.... kami akan membantumu apa yang harus kami lakukan?" tanya jak.


"Udah gpp kok, kamu yakin saja sama aku karena aku pasti bisa mendapatkan apa yang Ibu Alexa inginkan," setelah menghidupkan kunci sepeda motor akhirnya bang itu pergi meninggalkan rumah dari Alexa.


Alexa dengan sedih melihat kepergian Bang Tito di di kaca jendela,karena belum mendapatkan restu dari kedua orang tuanya.


"Ngenggg.......ngenggg......ngeng........"


Tiba-tiba Bang tito langsung mengendarai sepeda motor dengan sangat kencang sekali dan Hampir saja meninggalkan keempat yang lainnya.


"Bang tito.....bang....abang....Berhenti!!!!!!!" Azka berteriak sangat keras dari belakang Bang Tito karena dia dibonceng oleh Rehan.


"Woi Tito....woi.......!nnnnnn " Teriak Rehan dengan keras.


Bang tito di saat itu seperti otaknya sudah hilang dia tidak mendengar apa yang dikatakan oleh teman-temannya dan tidak mendengar teriakan teman-temannya yang begitu keras.


Dino mulai mengambil tindakan yang cukup berbahaya dia mulai mengebut dengan sangat kencang mengejar Bang tito,karena jika terus-menerus bisa saja Bang Tito kecelakaan.


Dino melaju dengan sangat kencang kemudian dia melebihi kapasitas kelajuan motornya dan mengerem di depan bank Tito secara mendadak.

__ADS_1


SREETTTTTTTTTTT!!!!!!!


Tito hampir saja menabrak temannya Dino Tetapi setelah itu dengan kesadarannya akhirnya dia berhenti.


__ADS_2