
Azka yang masih berpura-pura lemah mulai mendapatkan luka-luka pada tubuhnya tetapi dia sama sekali tidak dibela oleh Victoria.
Feng yang melihat hal ini merasa sangat puas sekali.
Apalagi Yeng Zi, dia geram sekali ingin segera menghajarnya habis-habisan.
"Sial..... ternyata aku salah sasaran latihakenapa harus masuk bela diri dan kalau begini akulah yang akan menjadi samsak mereka untuk latihan, " Azka bergumam kepada dirinya sendiri karena salah Memilih club.
Azka ingin segera pergi dari tempat beladiri ini dan mencari klub yang lain, tetapi jika itu dilakukan sudah dipastikan dia akan dicap sebagai orang pengecut.
Dia yang sudah dipukuli memang merasa kesakitan tetapi itu tidak ada apa-apanya dengan rasa sakit yang pernah diadakan pada masa lalu.
.
.
.
Setelah beberapa kali mencari informasi akhir yang mendapatkan nomor Ziren, dan dialah yang memimpin dari Geng Zizulla.
"Halo.... " Azka berbicara dengan suara yang disamarkan agar tidak ketahuan.
"Ya? siapa? ".
__ADS_1
" Apa ini dengan Ziren?".
"Maaf... bukan, aku hanyalah bawahannya apa yang kamu perlukan? dia sedang sibuk jika tidak ada keperluan yang sangat penting aku akan mematikannya sekarang juga, " pria tersebut dengan ada yang sangat harukan sekali ingin mematikan telepon tersebut.
"Penting, teleponku sangat penting sekarang berikan kepada dirinya, " ucap Azka.
"Tidak, hahaha..... aku tidak akan memberikan telepon ini kepada ketua karena kamu bukanlah orang penting, maaf aku akan mematikan twlepon sekarang juga, " benda tersebut baru saja ingin mematikan teleponnya tetapi dia mengatakannya setelah mendengar nama anak-anaknya disebut oleh Azka.
"Guyen Zhi dan Miau? apakah kedua nama ini adalah anakmu? "Azka tidak banyak bicara lagi langsung menyebutkan namanya dan mengancamnya.
" Ii.. iya.... ma... maaf.... saya akan memberikan nomor telepon yang asli kepada kamu tolong jangan sakiti anak saya.... "Pria tersebut dengan ketakutan langsung memberikan no telepon yang asli milik Ziren kepada Azka.
Azka akhirnya dengan mudah mendapatkan no telepon Ziren tanpa bersusah payah.
Di ruangan pribadi,yang sangat damai dan tentram karena tidak ada kebisingan dan di tenangkan dengan air pancuran kecil.
Dorr..!!!
Dorrr!!!
"Aerggggggggghhhh!!! ".
Tiga tembakan peluru sudah mengenai kepala pria yang sedang bersujud pada Ziren untuk meminta maaf karena Barang berharga dia Narkob* telah hilang karena kelalaian nya.
__ADS_1
Di sana hanya ada dua pria yang sedang bersujud, tapi satu pria lagi telah meninggal dunia karena tertembak.
"Lihat? kamu lihat dan bagaimana hasilnya jika kamu tidak menemukan barang tersebut, "kata Ziren dengan pistol yang dia pegang dengan keadaan tubuh yang duduk dengan santai.
" Iii.... iya bos.... saya janji saya akan mendapatkan nya kembali, " pria tersebut mendapatkan secerca cahaya untuk mencari barang yang baru saja hilang.
Tuttt.... tuttt.... tut....
"Bos ada telepon, " pria yang ada di samping Ziren langsung memberikan telepon miliknya.
Tut....
"Halo? siapa? ".
" Kenapa kamu tidak mendengarkan apa yang aku katakan? ".
" Siapa kamu? apa yang kamu maksud? ".
Ziren memerintah kan semua orang pergi dari hadapannya.
Kini dia tinggal sendirian di dalam ruangan pribadinya.
" Apa? sudah jelas aku tidak akan mematuhi apa yang kamu inginkan, aku tidak takut padamu, jika kau berani datang saja ke sini, kau hanya beruntung bisa membunuh ketua karena dia sudah tua, tapi aku.... aku tidak akan terbunuh olehmu!!! hahahahahah"tawa Ziren puas dan meledek.
__ADS_1
"Baiklah,kamu akan menerima akibatnya, " Azka segera mematikan telepon tersebut, dia juga tidak takut tetapi dia sangat senang untuk bermain-main kembali.
Tuttt.... tut.... tut.....