Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 150 : Pembunuhan


__ADS_3

Lalu terdengarlah bunyi ambulans yang di mana mobil tersebut dipanggil oleh seseorang.


Azka tidak perlu repot-repot lagi menunggu hasilnya Karena dia sudah tahu dari awal apa yang harus dia lakukan.


Dan ternyata ketika dia tadi berpura-pura satu tangannya menyentuh ke handuk kecil yang menyebabkan pria tersebut meninggal dunia oleh sebuah racun yang tidak terlihat.


Dia sudah menyelesaikan targetnya dan juga dia sudah menerima uang dari komisi tersebut tinggal menikmatinya saja.


.


.


.


Seorang wanita yang memiliki toko bunga langsung keluar dan terlihat sebuah bunga yang sangat cantik dan segar seperti baru saja dipetik, bunga tersebut sangat indah sekali dan disimpan di depan toko bunga tersebut.


Tapi ketika wanita tersebut mengambil bunga itu dia tersenyum lebar mengerti apa dari pemberian bunga ini.

__ADS_1


Ya, Ternyata wanita dari pemilik bunga itu adalah istri dari si pria yang ditargetkan, Azka sudah mengetahuinya dari awal karena dia melihat sebuah foto pernikahan di tempat toko bunga tersebut.


Wanita itu merasa sangat terharu sekali dia tidak perlu bersusah apa yang menyingkirkan orang yang selalu menyakiti dirinya.


Jadi wanita tersebut langsung mencium aroma bunga yang baru saja dia temukan di depan tokonya, setelah itu tidak beberapa lama dia mendapatkan telepon dari seseorang yang dimana mengabarkan kalau suaminya telah meninggal dunia.


Maka wanita tersebut juga mencoba untuk sedih memerankan dirinya kehilangan seseorang.


Azka berhenti sebuah bar kecil, dia masuk ke dalam dan mencoba untuk bersenang-senang. Tapi walaupun dirinya masuk ke dalam dia sama sekali tidak tertarik dari wanita-wanita yang sangat cantik yang selalu menggodanya.


Whuss....


Bee teman satu-satunya langsung meneleponnya dan dia memberikan informasi kalau di kampus terjadi pembunuhan.


"Azka.... tadi siang ketika kamu tidak ada yang ternyata ada seseorang yang di bunuh, dan mayatnya itu ada di toilet pria, "kata Bee.


Azka sebenarnya tidak kaget kalau terjadi pembunuhan tetapi yang dia bingungkan adalah siapa yang berani melakukan pembunuhan di tempat tersebut.

__ADS_1


Azka yang baru saja ingin bersantai di tempat itu kembali lagi ke kampus ingin menyelidiki apa yang telah terjadi di sana.


Kemudian, Azka dengan cepat sudah sampai di kampus mengendarai sepeda motornya.


Dan Bee yang memberikan informasi itu sudah menunggunya di depan gerbang.


"Azka... azka.... " Bee langsung melambaikan tangannya mencoba meminta untuk menghampiri dirinya.


Azka dengan sepeda motornya akhirnya masuk ke dalam kampus itu melalui gerbangnya yang besar, tetapi baru saja dia masuk sudah berpapasan dengan ambulans, dan mayat tersebut juga sudah dibawa pergi untuk melakukan pemeriksaan.


Dengan tatapan yang kosong Azka melihat ke arah mobil ambulans itu untuk pergi.


Setelah memarkirkan motornya dia pun menghampiri temannya yang sudah menunggunya.


"Siapa? Siapa yang dibunuh itu? " Azka penasaran.


"Kau tau, Lihatlah aku sudah memotretnya dan aku juga tidak berani melihatnya lagi karena tubuhnya sangat mengerikan sekali, " Bee mau memperlihatkan foto-foto yang baru saja dia potret dari mayat tersebut untuk dilihatkan ke Azka.

__ADS_1


Dan ternyata benar sekali tubuhnya hampir saja tidak utuh karena mendapatkan luka yang cukup parah.


Azka bertanya siapa yang tegak yang membunuh seperti itu? namun tepatnya itu juga tidak tahu apa yang terjadi di balik semua ini.


__ADS_2