
"Ma..... makasih banyak ya kalian semua sudah mau menerimaku ke sini dan sebenarnya aku sendiri tidak tahu harus pergi ke mana sehingga aku sendiri menyerah dengan keadaanku, "Azka tertunduk merasa sedih kepada dirinya sendiri saat ini.
" Sudah, kamu tidak perlu merasa sedih lagi sekarang kalau kamu mau sekarang kamu boleh tinggal di sini bersama mereka semua dan kamu juga akan melakukan kegiatan seperti mereka, "Wichen dengan sangat baik hati memberi tumpangan tempat tidur bahkan makanan.
Azka sama sekali tidak memiliki pilihan lain justru dia sangat senang walau dirinya mendapat pilihan seperti ini.
Kini Azka mulai berkenalan satu sama lain dan akrab berbincang-bincang mengenai dirinya dan bercerita, tempat yang mereka tinggali ternyata berada di tengah-tengah pergedungan dan juga hampir dari pelosok atau tempat ujung dari perkotaan.
Mereka ternyata sama sekali tidak membenci kedatangan Azka, justru mereka menyebutnya dengan sangat baik sekali semakin banyak orang maka mereka semakin bahagia.
Pagi hari~~~
"Kak.... kak Azka.... ayo bangun, Sebentar lagi kita akan pergi untuk memungut rongsokan, " Laila dengan sangat biasa sekali membangunkan Azka dari tempat tidurnya yang ditutupi beberapa kain yang sudah tertambal.
"Ehh.... iya.... " Azka mulai terbangun dan melihat anak-anak yang lainnya sudah bersiap-siap diri membawa sebuah karung bahkan ada yang membawa wadah untuk mendapatkan rongsokan.
__ADS_1
Wichen garis tertua di sini langsung berkata kepada Laila kalau Azka masih belum bisa ikut dengan mereka karena keadaannya masih sakit parah.
Azka sebenarnya berkata kepada gadis tersebut kalau dirinya sudah baik-baik saja dan ingin ikut pergi dengan mereka.
"Zhao, Hei sudahlah Kamu tidur saja kami tidak apa-apa, "ucapnya.
"Iya.... Kamu tidur saja kami juga sudah terbiasa kok, " Ucap She Fung Yen, gadis yang sangat baik hati dengan pakaian yang kumuh karena ini adalah pakaian mereka untuk mencari nafkah sendiri.
Azka langsung berterima kasih banyak kepada mereka semua karena sudah peduli kepada dirinya walau dirinya bisa dibilang adalah orang asing yang baru saja masuk.
Wichen setelah melihat anak-anak pergi dari tempat itu dia pergi ke depan mengambil sebuah botol plastik, dia bertugas untuk membuang plastik-plastik yang tidak ada gunanya dan juga memisahkan antara plastik dan juga kaleng.
Setelah plastik dan kaleng tersebut dipisah maka mereka akan memasukkannya ke dalam wadah masing-masing.
"Kak, bolehkah saya membantunya? kalau diam di sini saya bisa kok melakukannya, " ucap Azka.
__ADS_1
"Boleh, " Wichen antusias langsung memberikan sebuah pisau.
Azka kemudian duduk di dekatnya dan menyimpan dan memilah rongsokan-rongsokan yang ada di depannya.
Walaupun seperti ini dia bisa merasakan kebahagiaan.
Mereka berdua di depan rumah mulai memilah rongsokan setelah dikumpul dan dimasukkan ke dalam wadah gadis tertua itu langsung berpamitan kepada Azka untuk pergi ke suatu tempat karena dia sendiri akan menjual rongsokan ini.
Wichen melarang untuk ikut dengannya karena jarak yang cukup jauh dan juga keadaan Azka masih belum terlalu baik.
Azka hanya diberi amanah untuk tinggal di sini dan tidak pergi kemana-mana.
"Oke kak".
Wichen mengambil karung-karung yang berisi rongsokan tersebut dibawa dan dimasukkan ke dalam gerobak, setelah gerobak tersebut dipenuhi dengan rongsokan dia dengan kekuatan tenaga menariknya dan membawa ke tempat penjualan.
__ADS_1