
Di sekolah....
Semua anak-anak banyak sekali diantar ke sekolah oleh orang tuanya berbeda dengan Azka, namun walau dia tidak pernah diantar oleh kedua orang tuanya dia selalu bersemangat tidak pernah menyerah untuk meraih cita-citanya.
Azka dengan penuh harapan hanya bisa menjunjung tinggi sekolah karena dia melihat banyak sekali orang lain di luar sana yang tidak sekolah seperti dia jadi dia harus memanfaatkan sebaik mungkin.
Di sekolah, semua orang pasti ingin sekali pergi ke sekolah ada yang mementingkan uang saku,uang jajan, bahkan ada yang ke sekolah hanya karena teman, bahkan ada juga ke sekolah hanya untuk bermain-main dan diperintahkan oleh orang tuanya secara terpaksa.
Dengan angin yang begitu sejuk melewati udara jendela kaca kelas, Azka seperti biasanya hari-hari hanya membaca buku mengulangi materi yang pernah diajarkan pada dirinya oleh ibu guru.
Tapi, tiba-tiba sebuah keributan datang begitu saja yang di mana ternyata itu adalah ibunya Xifeng.
Mereka semua yang merasa penasaran langsung berlari untuk melihat apa yang telah terjadi dan ternyata ibunya xifeng berteriak meminta keadilan dan memasuki ruang kantor kepala sekolah.
__ADS_1
Namun bu chi Fen ingin mencoba menjelaskan kepada ibunya dan menenangkannya,tetapi sebagai ibu yang sayang kepada anaknya dia tidak bisa tinggal diam langsung memanggil nama Azka.
"Azka.... Azka..... pokoknya bawakan anak itu kepadaku karena dia telah menghajar anakku habis-habisan seperti ini, " ibu Xifeng terus berteriak meminta akal untuk datang menghadap kepadanya dan dia memperlihatkan luka-luka memar yang ada pada wajah anaknya yang tidak seberapa itu.
Karena mereka semua tidak ingin terjadi keributan di sekolah dan terdengar bahkan menyebar ke tempat yang lainnya akhirnya terpaksa Azka di panggil ke kantor.
Kini ibu Xifeng dengan penuh emosi menunggunya di kantor.
Azka sudah dipanggil dia hampir sampai menuju ke kantor dengan rasa sangat takut.
Terlihat wajah Ibu dari musuhnya dengan cemberut bahkan ekspresinya sangat menakutkan sekali.
"Oh..... ternyata kamu anak gembel itu yang berani melawan anak saya bahkan berani menghajar anak saya sampai babak belur seperti ini? "ucap sang ibu kepada Azka.
__ADS_1
Padahal sudah terlihat jelas wajah Azka juga penuh luka yang cukup parah karena dikeroyok oleh teman-temannya pada saat kemarin.
" Bu, Ibu tolong mohon maaf jangan membuat keributan dan di sini dan tolong kecilkan nada Ibu sedikit karena mereka di luar sedang belajar, "bu Chi Fen ditemani oleh kepala sekolah untuk menjelaskan apa yang telah terjadi kepada ibunya Xifeng.
Azka hanya bisa menundukkan kepala berhadapan dengan ibunya Xifeng.
Singkat Waktu, bu Chi Fen sudah menjelaskan alur cerita yang cukup panjang kepada ibunya Xifeng tentang permasalahan kemarin.
"Pokoknya saya tidak mau tahu tolong cepat panggilkan kepada orang tuamu ke sini dan saya meminta ganti rugi untuk wajah anak saya saya takut anak saya Ketika besar tidak akan tampan lagi? ?? "ibu Xifeng padahal sudah kaya raya tetapi dia tetap bersikeras meminta ganti rugi karena kesalahan Azka.
" Ta... tapi... bu... mohon Maafkan saya bu, "Azka meminta maaf.
Kepala sekolah dengan perlahan mengatakan kalau dirinya bukanlah anak yang mampu bahkan sekolah saja dia tidak pernah membawa bekal.
__ADS_1
Kini bu Chi Fen tidak tahu harus berbuat apa lagi padahal dia sudah menjelaskan semuanya dari tadi karena tidak ingin masalah lebih panjang lagi akhirnya dia meminta bibinya Azka untuk datang ke sekolah dan membuat pernyataan minta maaf.