Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 25 : Jebakan


__ADS_3

"Emmm... bang tito? menurutku namamu lumayan lucu apakah itu memang namamu sejak lahir? "Rehan ikut penasaran kemudian bertanya kepada Bang Tito.


"Yahh..... sebenarnya itu bukan nama asliku nama asliku adalah Reyzen dan ini adalah nama pemberian dari sahabat ku yang sudah tiasa makanya aku sangat menyukainya, " Bang Tito menjelaskan itu dan Rehan merasa tidak enak karena mengungkit masa lalu Bang Tito yang pedih karena ditinggalkan oleh sahabatnya.


Dan sebenarnya yang paling termuda di situ adalah Azka, tetapi mereka meminta untuk memanggil namanya saja bukan memanggil kakak atau abang karena mereka adalah satu tim.


Hening pun terjadi mereka langsung menutup mulut masing-masing dan tidak banyak bicara setelah itu Azka menari selimutnya dan menutupkan kedua mata untuk beristirahat.


Esok hari, suasana di sini bukanlah seperti di desa yang di mana setiap pagi membuka jendela akan merasakan Udara yang sejuk dan dingin,dan pemandangan yang indah,di sini berbeda sekali ketika mereka membuka jendela yang mereka lihat adalah markas,apartemen,dan kontrakan, yang lainnya seperti bangunan-bangunan kecil.

__ADS_1


Mereka berlima sudah siap-siap dari awal memakai pakaian mereka dan menyiapkan senjata setelah itu mereka kemudian mengambil sebuah mobil untuk melakukan rencana.


Azka dan Rehan pergi terlebih dahulu menggunakan sepeda motor dia langsung menuju ke sebuah jalan yang diarahkan oleh Rehan, mereka mulai melaju kencang, kemudian di Sebuah Jalan yang sepi hanya dipenuhi oleh pepohonan yang sudah berguguran.


Rehan dan Azka kemudian berhenti di situ dia mulai melakukan aksinya yang di mana Rehan mengambil sebuah paku dan menancapkannya di bawah aspal dan juga Aska dia menyimpan alat yang tajam tetapi memiliki ukuran yang kecil di bawah aspal.


Kini mereka berdua sudah siap dan tinggal menunggu mangsanya karena dalam beberapa menit bangsanya akan segera datang.


Dan coba seperti ini jarang sekali dilewati oleh orang lain karena tempat ini jauh dari keramaian bahkan perumahan.

__ADS_1


Di sisi lain, Jak dan Dino sudah bersiap-siap berpura-pura menjadi pengemudi biasa saja, dia sedang memarkirkannya di sebuah jalan Kecil lalu ditutupi oleh pepohonan agar tidak dilihat oleh orang lain.


Tito mengikuti Azka dan rehan, dia menggunakan senjata yang dapat menembak pada jarak jauh, dan bersembunyi di atas pepohonan tidak lupa ditutupi oleh dedaunan agar tidak diketahui oleh musuh.


Dino dan Jak terus menunggu hingga beberapa menit kemudian akhirnya targetnya sudah datang dan ternyata targetnya menggunakan sebuah truk khusus pengantaran barang pribadi.


Jak langsung menyetir mobilnya dan membuntutinya dari belakang tetapi memiliki jarak yang cukup jauh dengan mobil target, setelah target lewat maka Dino langsung memberitahu kepada Tito kalau targetnya sudah melewati dirinya dan dia membuntutinya dari belakang.


Jak memberitahu juga di depan ada dua sopir yang satunya bertugas sebagai menyupir dan satunya lagi yang dilihat sedang memegang sebuah senjata untuk berjaga-jaga.

__ADS_1


Tapi Jak tidak mengetahui apakah di dalam truk atau mobil pengirim barang itu ada orang atau tidak.


Kini mobil pengirim barang mulai melewati Azka,dan sesuai rencana mobil tersebut sudah menginjak jebakan mereka dan berhenti karena ban meletus.


__ADS_2