Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 108 : Club


__ADS_3

Azka yang fokus membaca buku yang dia sukai tiba-tiba kedatangan seorang wanita.


"Halo? boleh saya duduk di sini? " tanya nya.


"Ehh.. boleh- boleh, " Azka dengan ramah menjawabnya dan mempersilakannya untuk segera duduk.


"Wahh.... ternyata kamu adalah adik kelas yang sangat baik sekali kepada kakak kelas, eh senior.... " wanita tersebut berkata sampai grogi setelah duduk di samping Azka.


"Iya ada apa ya? " tanyanya Azka.


"Baim, sebenarnya dari kampus ini saya mengetahui dari media sosial kalau kamu adalah anak baru dan saya ingin merekomendasikan beberapa kegiatan di kampus ini bahkan klub apa yang ingin kamu tempati, "ucap wanita itu yang di mana dia adalah kakak seniornya.


" Emmm.... baik, Kalau boleh tahu kegiatan apa saja yang ada di tempat ini? ".


Wanita itu langsung memberikan selembar kertas yang di mana kertas ini ada beberapa kegiatan dan juga klub yang harus dilakukan demi mendapatkan nilai dan kelulusan.

__ADS_1


" Emmm.... kalau kamu bingung kamu harus memikirkannya dengan matang dan jangan terlalu terburu-buru, saya ada di sini kau dan kalau kamu sudah bisa memastikannya maka beritahu kepada saya, "kata wanita itu.


" Oke ".


Wanita tersebut akan segera pergi dari hadapan Azka tetapi dia dihentikannya.


" Yes..... aku rasa dia sangat tertarik kepadaku..... aaaa...... ternyata rencana aku tidak sia-sia, " ucapan wanita itu di dalam hatinya yang ternyata niatnya dari wwal tadi adalah mendekati Azka.


"Kalau boleh tahu namanya siapa? ".


"Oke,setelah saya mengisi formulir ini saya akan memberikannya"Azka kemudian tidak melihat kepada Victoria lagi dia langsung fokus melanjutkan mengisi formulir untuk mengikuti sebuah klub.


Victoria sudah sangat pede sekali dari tadi tetapi dia sangat kecewa ternyata dia sangat tidak menarik bagi Azka.


Azka bukanlah pria seperti pada umumnya yang menyukai para gadis cantik dan ingin bermain-main.

__ADS_1


Azka masih banyak sekali tujuan dan misi misi untuk melakukan beberapa tindakan, dia sama sekali tidak terpikirkan mengenai seorang wanita atau orang yang ingin dia.


Di saat itu, kebetulan perut Azka mulai keroncongan dan Victoria mendengarnya.


"Ahhh..... kalau kamu lapar kamu boleh ikut aku ke kantin kita makan sama-sama, " Victoria berbicara kepada Azka dan mengajaknya untuk makan dengan wajah menutup kedua matanya karena takut ditolak dan tentu akan malu.


Azka karena sudah lapar sekali dia tentu saja tidak menolak ajakan itu dan dia bergegas mengikuti senior Victoria untuk pergi ke kantin.


Victoria tentu saja sana Bukan main dia menganggap dirinya berhasil bisa merayu juniornya dengan kecantikannya itu. Padahal Azka menerimanya Karena memang dia sangat lapar sekali.


Azka berjalan mengikuti seniornya dari belakang hal tersebut membuat orang-orang di sekitar melihat ke arah Victoria.


Tentu hal tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh Victoria yang selama ini sudah jomblo bertahun-tahun, Victoria dengan cepat memperlambat langkah kakinya dan ia berjalan di samping Azka.


Seolah-olah Victoria adalah teman dekat atau kekasih dari Azka.

__ADS_1


"Muahh.... " Victoria memberikan sebuah kisnya dengan gerak-geriknya kepada teman-teman yang iri kepada dirinya.


__ADS_2