Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 127 : Target pertama


__ADS_3

Azka sebenarnya sama sekali tidak merasakan luka yang telah diberikan oleh Yeng Zi, dia hanya berpura-pura saja agar dia tidak terlalu ketahuan identitasnya.


Dengan begitu sebelum mereka pulang maka dia terlebih dahulu berpamitan pulang kepada Victoria dengan alasan dia akan membeli beberapa obat.


Victoria tentu saja sama sekali tidak melarangnya dan menyuruhnya untuk berhati-hati berbeda dengan Ketua klub Si Feng, dari tatapannya saja begitu sangat tajam dia sangat membenci sekali kepada Azka.


Azka berlaga dengan penuh rasa sakit ketika berjalan di ruangan kalau bela diri tetapi setelah keluar dia berjalan seperti orang normal saja bahkan lebih cepat dari sebelumnya.


Nama : Dong Yang


Umur : 33


Alamat : Jalan Nyu Xif


Dan masih banyak yang lainnya.


"Oke lah, ini adalah pekerjaan pertamaku, tidak boleh gagal"Azka bergegas keluar dari kampus sesuai itu dia pergi dan mencari bis.


~~

__ADS_1


Pukul 9 Malam.


Terlihat seorang pria yang baru saja keluar dari toko makanan dan ternyata pria tersebut memakai kemeja hitam, dengan keadaan yang begitu loyo yang di mana ternyata pria tersebut habis mabuk-mabukan.


Ya, pria tersebut masih berumur 33 tahun dan ini adalah targetnya yang mengirimkannya adalah seorang wanita.


Terlihat target tersebut berjalan dengan sempoyongan keluar dari toko itu ,dan dia melewati beberapa Jalan Raya, karena tidak memiliki kendaraan motor akhirnya dia memilih jalan kecil atau Jalan singkat dan masuk ke sebuah gang kecil.


"Laalalalaalala....."


Pria tersebut walau dalam keadaan maboktorial sangat hebat sekali dia bahkan bernyanyi-nyanyi memainkan sebuah nada kecil.


"Siapa itu? " pria tersebut tiba-tiba menyadari kalau dirinya telah diikuti oleh seseorang yang tidak diketahui.


Azka juga tidak terlalu menampakan dirinya ketika mengikuti seseorang.


Lalu pria tersebut setelah tidak waspada lagi mulai melanjutkan perjalanannya lagi.


Baru saja bayangannya terlihat oleh beberapa lampu karena terang, lalu pria tersebut langsung panik karena ada seseorang yang berada di belakangnya yang membuat dia langsung mengembalikan tubuhnya untuk melihat.

__ADS_1


SREKKKKKKKZZ......


Satu goresan kecil mengenai lehernya, pria tersebut yang belum melakukan pergerakan apapun tiba-tiba langsung terdiam dan darah yang berada di lehernya langsung bercucuran turun ke bawah.


"Aa.... aaa, aa.... "


Bahkan pria tersebut ingin berkata-kata tetapi tidak bisa, Azka kemudian menggunakan handphonenya untuk memotret sebagai tanda bukti setelah itu mengirimkan foto tersebut kepada wanita yang menyewanya.


Darah langsung berjatuhan di atas aspal, Azka sama sekali tidak meninggalkan jejak atau bukti apapun tentang pembunuhannya dia langsung pergi dari tempat tersebut tanpa diketahui oleh seseorang.


Hingga dirinya dengan sangat mudah sekali langsung pulang ke rumah setelah itu dia melihat alasan wanita tersebut ingin membunuh pria tersebut.


Azka sebenarnya tidak peduli alasan yang diberikan oleh penyewaan tersebut, yang jelas dia hanya perlu menyelesaikan masalahnya dan mendapatkan uang setelah itu semuanya beres.


Dan ternyata alasan wanita tersebut membunuh pria tersebut adalah karena pria tersebut suaminya yang terus-terusan mabuk-mabukan dan bermain judi, bahkan pria tersebut juga sering memukul wanita tersebut di rumah atau dianiaya, karena wanita tersebut tidak tahan maka dia ingin sekali membunuh suaminya tetapi dia tidak bisa melakukannya.


Dan wanita tersebut hanya mencoba-coba untuk menyewa pembunuh, untuk membunuh suaminya


Dan keesokan harinya tentu saja suaminya yang sudah meninggal tersebut langsung dikabari kepada istrinya tersebut, bukannya sedih ternyata istri tersebut langsung bahagia sekali.

__ADS_1


__ADS_2