Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 44 : Pemberian


__ADS_3

Azka walau sudah terciduk oleh ibu guru tetapi dia tidak mengatakan yang sebenarnya karena dia sendiri takut.


"Ibu? apa ibu sayang sama Azka? ".


" iya tentunya Ibu sangat sayang kepada kamu".


"Baik, kalau seperti itu tolong jangan tanyakan apapun lagi kepada Azka".


Azka yang sudah menerima pengobatan dari ibu guru langsung pergi dia sama sekali tidak ingin menjelaskan apa yang telah terjadi kepada dirinya.


Azka sebenarnya ingin sekali bercerita kepada seseorang dan mendengarkan curhatannya, Tetapi dia juga sangat takut kepada paman dan bibinya yang selalu menyiksa akhir-akhir ini.

__ADS_1


Luka yang berada di punggungnya dia dapatkan Ketika sang paman sedang mabuk dan dia merasa kesal dengan Bibi Sarah, akhirnya dia yang mendapatkan hukuman dari sang paman dengan cara dicambuk dengan sebuah sabuk.


Sang paman merasa sama sekali tidak bersalah karena dirinya melakukan hal itu di saat mabuk. Jadi ketika dirinya sudah terbangun dan merasa segar dia sama sekali tidak mengingat apa yang telah terjadi kepada Azka.


Namun, jika azka menjelaskan apa yang terjadi kepada dirinya kepada sang Paman,tentunya sang paman tidak akan pernah memaafkannya Justru malah menghukumnya lebih berat lagi.


Azka hanya bisa terus bersedih dan mengingat masa lalu dengan kedua orang tuanya yang sudah tiada.


Kini Azka kembali lagi ke dalam kelasnya dia mulai belajar seperti biasanya dan luka yang ada di punggungnya selalu dia tahan seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.


Bu guru setelah beberapa tahun baru menyadari ada seorang murid yang mengalami kehidupan yang begitu parah, dia tidak ingin melihat muridnya memiliki masa depan yang begitu gelap karena masa kecilnya yang sangat suram.

__ADS_1


Jadi, ibu guru diam-diam meminta kepada si Xiao untuk memberikan uang kepada Azka.Xiao menjelaskan kalau Azka juga sering di bully oleh teman-teman sekelasnya karena pakaian yang kusam dan juga atas yang sudah habis rusak.


Maka, bel pulang sekolah berbunyi Azka langsung menutup buku-bukunya dan membereskannya kemudian dia dengan begitu santai melangkahkan kakinya untuk pulang sekolah karena Azka sama sekali tidak pernah dijemput oleh paman dan bibinya.


Pengacara? ya? ketika dia datang untuk memberikan uang setiap bulannya Azka selalu tidak ada di rumahnya, bahkan Azka selalu dikurung di kamarnya di saat itu dan beralasan kepada sang pengacara kalau Aska sedang bermain-main di luar dan belajar mengikuti Les Sore.


Azka sepertinya bertahun-tahun dilakukan seperti itu sudah terbiasa dan dia tidak mengetahui apa yang terjadi dengan pengacara.


Kini ketika dia pulang sekolah melewati gerbang Xiao langsung mengejarnya dari belakang dan memberikan uang dengan jumlah yang cukup banyak bagi Azka.


"Azka.... tolong terimalah uang ini pemberian dari ibu Chi Fen, dia memintanya untuk memberikan kepadamu dan kamu terimalah, belikanlah untuk pakaianmu, tasmu atau sepatumu, " kata Xiao mengasongkan beberapa uang ke arah Azka.

__ADS_1


Azka dengan enggan menolak pemberian tersebut dia tidak ingin menerimanya dan memintanya untuk mengembalikan kepada ibu guru.


Xiao tidak bisa memaksanya akhirnya hanya bisa mengembalikan uang itu kepada ibu guru.


__ADS_2