Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 148 : Gadis-gadis Muda


__ADS_3

Azka yang dari awal sudah diam-diam mengikutinya akhirnya mereka sudah sampai di tempat tertentu.


Pria tersebut dengan badan yang besar akhirnya masuk ke dalam tidak lupa dengan barbel barbel yang dibawa untuk latihan.


Azka melihat tempat ini cukup besar dan memiliki dua lantai ke atas dia langsung turun dari kendaraannya dan menuju ke tempat tersebut mengikuti dari belakang.


Dia baru saja membuka pintu yang terbuat dari kaca bening terlihat beberapa orang-orang yang memiliki tubuh kekar bahkan wanita-wanita cantik yang memiliki otot-otot berlebihan.


Tapi ketika memasuki ruangan ini dia sama sekali tidak peduli dengan mereka justru dia merasa senang sekali.Di saat itu, dengan penglihatannya yang tajam dan juga kefokusannya yang sangat tepat, azka melihat Kalau pria tersebut menaiki lift nomor 3.


Azka gua lihat itu sama sekali tidak mau naiki lift, Tetapi dia dengan berani langsung membuka pintu dan menaiki sebuah anak tangga yang cukup panjang.

__ADS_1


Ting....


Lift pria tersebut akhirnya sudah terbuka dan targetnya mulai memasuki ruangan latihan bersama teman-teman yang lainnya.


"Hey..... ayo cepat,asal kamu tahu nanti bakal ada gadis-gadis cantik pendatang baru yang datang ke sini, " kata seorang pria yang memakai celana hitam pendek dan juga kaos hitam.


"Wahh...yang benar saja kau, berarti hari ini kita akan mencuci mata dan juga bersenang-senang dengan gadis itu,aku tidak akan membiarkan hal itu disia-siakan kali ini hahahaa, " ucap pria atau target tersebut dan pergi membawa barangnya ke sebuah ruangan yang di mana ruangan tersebut ada beberapa meja kecil panjang dan juga sebuah loker.


Dia pergi ke sana dan tidak lupa memperbaiki dirinya agar terlihat keren dari pandangan gadis-gadis lain.


Maka Azka langsung pergi ke kasir dia mengatakan kalau dirinya hanya pergi satu kali saja.

__ADS_1


Dia setelah membayar akhirnya bisa memasuki ruangan tersebut, di dalam sana ada berbagai macam kegiatan olahraga yang bisa mereka lakukan.


Dengan begitu, Azka hanya menggunakan kaos kecil saja dan juga celana pendek dan menuju ke sebuah tempat untuk berolahraga. Dia melihat banyak sekali orang-orang yang menggunakan barbel besar bahkan ada yang melakukan olahraga sangat teratur dan berlari dalam kecepatan yang cukup cepat.


Azka layaknya seperti seorang pria yang baru saja masuk ke dalam tempat tersebut dan dia berpura-pura sebagai anak yang culun.


Kini Azka menggunakan barbel terkecil dan latihan hingga dirinya mulai berpura-pura merasa kecapean.


Dan harga tersebut ternyata masih berbincang-bincang dengan orang lain dan tidak lupa di saat mereka berbincang-bincang ada lima gadis yang masuk ke ruangan tersebut dengan pakaian yang sangat ketat dan minim sehingga banyak sekali pria yang tertarik kepadanya, bahkan termasuk targetnya yang menyukai gadis-gadis muda.


Target tersebut langsung antusias menyapa garis-garis tersebut dan dengan lembut ingin menjelajari mereka untuk latihan.

__ADS_1


Wah, terdengar suara dari targetnya kata-katanya sangat lembut sekali kepada gadis muda itu.


Gadis-gadis yang disambut dengan penuh semangat oleh para lelaki maka mereka juga sangat merasa senang, hingga target tersebut memilih seorang gadis muda yang memiliki pakaian kuning lengkap dengan celana yang sangat minim, dia mencoba untuk mengajari gadis muda itu.


__ADS_2