
"Tuhh...... bapak lihat sendiri kalau dia memilih aku untuk tinggal di sini," tentunya Bibi Sarah merasa dimenangkan dalam hal ini.
"Benar? sekali lagi bapak ingin bertanya sama kamu Apakah kamu ingin tinggal dengan Bibi Sarah?" tanya pengacara itu kepada Azka.
Azka langsung menggangguk menandakan setuju dengan apa yang ditanya oleh Bapak pengacara itu.
Bibi sarah terlihat sangat gembira dia langsung mengejek Bibi yang pertama di saat itu.
"Baik, sudah diputuskan Azka akan tinggal bersama bibi Sarah oleh karena itu maka setiap bulannya berbicara akan menerima pesangon dari kami".
" Eitsss...... kamu jangan senang dulu ya Bapak pengacara apakah kamu tidak tahu setiap anak kecil itu harus mendapat perlindungan dan juga tempat yang layak untuk ditempati supaya ketika dia beranjak dewasa akan merasa lebih baik?"kata bibi pertama mulai menyerang beberapa poin.
"Iya, yang kamu katakan itu benar lalu?".
" Iyah..... Apakah Bapak tidak melihat tempat ini sangat kotor sekali? seperti kandang hewan saja dan tempat ini tidak cocok untuk anak kecil seperti dia yang di mana dia harus mendapatkan tempat yang sangat layak dan juga bersih untuk kesehatannya sendiri,"kata bibi pertama mulai melakukan penyerangan kembali dengan kata-katanya.
"Benar juga, walau bagaimanapun Setiap anak kecil harus berada di tempat yang layak ditempati dan juga bersih," kata pengacara.
Bibi cara mulai berkata di dalam hatinya, jadi ini penyerangan yang dilakukan olehmu?.
Kini bibi Sarah tidak ingin kalah dari saudaranya itu, kemudian dia langsung menjawab Kalau tempat ini memang kotor karena dia tidak memiliki anak ,tetapi karena dia akan mengasuh keponakannya itu maka dia berjanji akan membersihkannya sebaik mungkin, dan akan menjaganya sepenuh hati karena dia sendiri tidak memiliki anak, dia sangat sekali menginginkan anak maka biarkan dia mengadopsinya dengan baik.
Langsung saja penyerangan kembali dilakukan oleh bibi sarah, sepertinya ini adalah penyerangan terakhir yang tidak bisa dibantah oleh Bibi yang pertama.
Jdar......
"Sial, kalau dengan seperti ini sudah jelas keponakanku itu akan tinggal bersama dia," ucap bibi pertama di dalam hatinya yang tidak terima.
Lalu dengan kesedihan dan juga permohonan dari Bibi Sarah akhirnya pengacara memutuskan untuk membiarkan Azka tinggal dengan Bibi Sarah.
Namun ketika semuanya akan selesai ternyata sang pengacara meminta kepada Bibi yang pertama untuk mengembalikan uang yang baru saja ditransfer kemarin karena Azka akan tinggal bersama bibi Sarah.
"Gawat..... uang yang baru saja aku dapatkan kemarin sudah aku habiskan untuk main-main," ucap Bibi yang pertama di dalam hatinya kemudian panik karena ditagih uang yang baru saja dia dapatkan kemarin.
Bibi pertama mulai terdiam namun sang Bibi sarang langsung bergegas memintanya untuk segera mentransfer ke rekening dia.
Bibi pertama Tentu saja tidak ingin pengacara dan saudaranya itu mengetahui kalau dia menghabiskan uang yang telah diberikan oleh pengacara itu.
"Oke oke, mana rekening mu biar aku transfer sekarang juga," sang Bibi pertama terpaksa harus mengeluarkan tabungannya sendiri dan mentransfernya kepada saudaranya itu.
Bukannya mendapatkan apa yang dia inginkan ketika menuju ke rumah saudaranya justru dia malah kehilangan uang yang cukup banyak untuk mengganti uang yang dia pakai kemarin untuk bersenang-senang.Dengan raut wajah yang cemberut dan tidak suka akhirnya Bibi pertama pergi meninggalkan rumah saudaranya itu.
Kini dibarengi oleh pengacara itu pergi meninggalkan rumah bibi Sarah.
"Yess.....akhirnya......." Bibi Sarah langsung duduk di sebuah kursi dan melihat hasil transparan yang baru saja didapatkannya.
Tapi tidak disangka ternyata suaminya melihatnya dari pintu dia ternyata melihatnya dari tadi tetapi tidak ingin ikut campur.
Karena mengetahui bibi Sarah mendapatkan uang baru saja maka suaminya langsung memperlihatkan ekspresi senyuman lebar menandakan dia ingin meminta hasil dari transferan tersebut.
"Hadeh...... Kamu itu ya dari tadi gak ada setelah selesai Sekarang malah nongol minta-minta duit," Bibi Sarah sambil mengomel tetapi membaginya kepada suaminya.
__ADS_1
Lalu azka ntar dia masih mengunyah sebuah roti yang telah diberikan tadi.
"Oke, sebentar lagi mau buka toko kita cepat kamu ke pasar jangan lama-lama nanti malah nggak jualan lagi," kata suaminya mulai bersantai-santai setelah bangun tidur.
"Bawel..... lagian kita buka itu jam 02.00 siang tahu kenapa kamu malah nyuruh aku pergi belanja pagi-pagi, ya sudahlah kalau begitu lagian aku juga mau belanja yang lainnya biar nggak memakan waktu yang banyak," Bibi Sarah mulai bersiap-siap akan pergi belanja tetapi azka langsung menarik lengan Bibi Sara dan mengatakan kalau dia ingin ikut.
Bibi sarah Bertanya kepadanya azka Kenapa dia menarik lengannya? dan ternyata Azka ingin ikut dengannya pergi ke pasar karena dia tidak ingin berlama-lama di rumah dan ingin pergi keluar untuk melihat suasana pasar.
"Sudah, legenda itu masih kecil kamu ajak-ajak ke pasar beliin dia es krim," kata pamannya.
"Ish...... bawa anak kecil itu ribut tahu kamu kira belanja itu enak kalau bawa anak kecil," kata bibu sarah.
Namun karena dia terlalu senang akhirnya memutuskan untuk membawa Azka pergi ke pasar.Mereka tidak memiliki anak satupun bukan berarti wanita itu atau bibi Sarah mandul melainkan mereka itu sangat membenci anak kecil dikarenakan sesuatu yang membuat mereka sangat membencinya.
Ya, seperti ada beberapa pengalaman yang membuat mereka itu tidak menginginkan anak kecil atau tidak menginginkan seorang bayi lahir di dalam dunia mereka.
Bibi sarah langsung membawa anak kecil yang berumur 4 tahun itu menaiki sepeda motornya dan bergegas pergi ke pasar untuk berbelanja tidak seperti Bibi yang pertama pergi ke supermarket dan tempat-tempat yang mewah.
"Oke......saatnya berbelanja!!!!" girangnya.
Azka kini di ajak bibinya, tetapi dia seperti membawa hewan peliharaan saja dia tidak menuntunya menggunakan lengannya agar tidak berpisah.
Azka ya masih kecil itu berjalan seperti sempoyongan dia tidak bisa berjalan seperti orang dewasa dengan begitu cepat dan juga laju.
Sang bibi Sarah terlalu fokus untuk berbelanja sehingga dia lupa dengan keponakannya yang membuntutinya dari belakang.Tapi azka, dia terus berusaha untuk mengikuti Bibi Sarah dan berteriak memanggil nama Bibi Sarah ,tetapi karena suasana di pasar sangat ramai jadi Bibi Sarah sama sekali tidak mendengarnya.
"Bibi....bibi....." azka sekuat tenaga memanggil bibinya tetapi sama sekali tidak ada respon yang membuat mereka berdua terpisah di pasar saat itu juga.
Jadi dia mulai berjalan dengan arah yang tidak tentu yang membuat mereka berpisah Semakin Jauh.Azka mencoba mencari bibinya namun tetap tidak ditemukan dan ternyata Bibi Sarah Masih belum menyadari ketidakhadiran keponakannya.
"Mbak....mau dong apel ini sekilo,dan mangga juga, oh iya satu lagi sama pisang yang di sana pokoknya pilih yang bagus-bagus ya," sang Bibi mulai memesan beberapa buah yang segar,di saat itu dia ingin mencari buah yang bisa dimakan oleh keponakannya tetapi dia baru menyadari keponakannya tidak ada di belakang.
Bibi sarah Tentu saja sangat khawatir karena keponakannya tidak ada,bukan karena khawatir tetapi dia takut tidak ada pemasukan setiap bulannya.
"Azka....azkaaa.....!!!" teriak bibinya.
"Mbak, buahnya timbang saja dulu ya Saya mau cari keponakan saya nanti saya balik lagi ke sini, pokoknya siapin aja dulu yang saya pesan tadi nanti saya balik lagi ko," setelah mengatakan hal itu kepada pedagang dia bergegas berbalik ke Jalan awal untuk mencari keponakannya yang hilang.
Dia terus saja menggerutu dan mengomel kepada dirinya sendiri karena tidak menjaga keponakannya itu, jika keponakannya itu hilang maka dia tidak akan mendapatkan uang bulanannya lagi dan juga dia akan mendapat hukuman dari pengacara karena tidak menjaganya dengan baik apalagi ini hilang.
Lalu, jika keponakannya hilang maka dia juga akan dicap sebagai orang penjahat yang tidak peduli kepada seorang anak.
"Azka....azka....." sang Bibi terus aja berteriak di pasar untuk mencari keponakannya tetapi setelah mencari beberapa menit tetap saja tidak ditemukan kemudian tidak lupa bertanya-tanya kepada seseorang yang berlalu Lalang di tempat itu.
"Pak,pak, apakah Bapak melihat anak kecil yang menggunakan pakaian hitam dan juga celana hitam dia sekitar seumuran 4 tahunan, Dia memiliki rambut yang agak panjang apakah Bapak melihatnya?" tanyanya sambil dalam keadaan yang tidak bisa diam.
"Maaf, saya tidak melihatnya" jawab orang tersebut Lalu meninggalkannya.
Kini Bibi Sarah semakin panik terus mencari-cari hingga beberapa jam Setelah berlalu yang menandakan pukul 11.00 siang.
Dan azka, karena dia tidak ingin kehilangan bibinya maka dia bergegas balik lagi menuju ke arah awal yang di mana dia berhenti di tempat motornya parkir.
__ADS_1
Di saat sudah mau jam 12.00 siang sang bibi merasa kecapean dan dia menyerah untuk mencari keponakannya dia mulai merelakannya dan akan meminta bantuan kepada suaminya.
"Astagaaa...... kenapa itu bocah malah pergi sih," sambil mengomel-ngomel pada dirinya sendiri dan juga merasa kesal.
Kini sang Bibi Sarah akhirnya balik lagi ke tempat parkiran untuk memberitahu suaminya karena keponakannya hilang tetapi matanya mulai terbelalai ketika melihat Azka yang berdiri di samping motornya.
"Azkaa...........!!!!! Kamu dari mana saja dari tadi Bibi mencari kamu di mana-mana sekarang Sudah berjam-jam Bibi mencari kamu !!! kenapa kamu malah hilang dari Bibi tadi?" emosi dari Bibi Sarah mulai melonjak karena amarahnya mulai terluapkan.
"Bibi...." sedangkan Azka merasa bahagia melihat bibinya yang baru datang.
Sang bibi merasa sangat bodoh sekali Kenapa tidak dari awal kalau dia harus mengecek ke tempat Parkirannya, tetapi karena sudah terlanjur akhirnya sang bibi langsung mencekram tangan keponakannya agar tidak lepas dan dia mulai balik lagi ke pasar untuk membeli beberapa barang.
Di tempat pasar banyak sekali orang yang berjualan dan juga banyak orang yang saling tawar-menawar termasuk sang Bibi dia juga ratunya menawar untuk membeli barang.
Karena sudah merasa puas berbelanja dan barang-barang yang diinginkan sudah terpenuhi akhirnya dia kembali lagi ke tempat Parkirannya untuk pulang.
Tapi...... melihat motornya yang kecil dengan barangnya yang begitu banyak dia bingung apakah dia bisa membawa keponakannya dengan barang yang begitu banyak? Namanya juga wanita dan juga ibu-ibu dia tidak memikirkan banyak tentang keselamatannya yang penting dia bisa pulang dengan cepat.
Agar mengirit bensin tidak bolak-balik mengambil barang, akhirnya barang-barang yang dia beli disimpan di motor dan Azka keponakannya juga dia taruh di belakang menduduki barang-barang yang baru saja dia beli.
"Azka, pokoknya kamu harus pegangan yang kuat sama Bibi Takutnya nanti kamu malah jatuh," pinta sang Bibi kepada keponakannya itu.
Tentu saja dia sangat menyesal karena membawa keponakannya yang membuat dia merasa kerepotan.
Disaat pulang, sang Bibi juga lupa untuk membelikan es krim dan makanan untuk keponakannya tetapi dia tetap merasa tenang karena sudah membeli buah yang bisa dibagi untuk keponakannya.
Ngengg.....ngengg.....ngeng....
Di Jalan Raya orang-orang melihat sangat heran atas tindakan Bibi Sarah karena terlalu membawa muatan yang begitu banyak dan sangat berbahaya bagi keponakannya yang duduk di belakang.
Ketika di depan lampu merah tentu saja Bibi Sarah dan motornya memakan tempat yang cukup banyak,karena barangnya yang banyak,tetapi yang orang-orang lain takutkan adalah keponakannya yang di belakang.
"Mbak..... coba dong anaknya jangan di belakang di depan aja takutnya dia jatuh loh.Lagian jaraknya jauh banget sama mbak," ucap seorang wanita yang merasa risih yang mengendarai sepeda motor di sampingnya.
"Loh..... kenapa kamu ngurusin hidup saya ??? ya biarin dong kalau dia di belakang yang jelas saya sudah bilang sama dia untuk pegangan yang erat," sang Bibi Sarah sama sekali tidak menerima saran atau perintah dari orang lain.
Jadi orang-orang yang berada di lampu merah tidak ada yang berani menegurnya lagi memang wanita sebagai seorang ibu-ibu sangatlah kuat.
Sesampainya di rumah.....
Bruak.....
"Nah..... itu barang sudah aku beliin semuanya dan juga yang lainnya, tolong ya aku capek banget dari tadi nyariin keponakanmu itu ke mana-mana karena keponakanmu itu malah ngilang tadi di pasar, sudah aku bilang jangan bawa keponakan aku males banget,tadi aja malah ngerepotin tahu," Bibi Sarah mulai mengeluh kepada suaminya karena tadi suaminya lah yang meminta istrinya untuk membawa keponakannya itu pergi ke pasar.
"Loh? Kok bisa ngilang sih di pasar emang apa yang terjadi?"tanya suaminya.
" Tau ah, jangan ganggu aku dulu aku capek banget dari tadi mondar-mandir cariin anak kecil itu," Bibi Sarah merebahkan dirinya dan menutup matanya untuk beristirahat.
Azka setelah pergi dari pasar dia ingin pergi ke kamar kecilnya tetapi tiba-tiba Paman Reiko langsung memanggilnya dan bertanya dia mau ke mana.
"Azka mau ke kamar paman".
__ADS_1
" Ehh..... enak banget ya kamu mau ke kamar,bukannya tadi kamu ke pasar sudah main-main ? dan juga ngerepotin bibimu ? sekarang cepat bawakan barang-barang ini ke dapur sebentar lagi Paman mau buka toko jangan bermalas-malasan di sini," perintah sang paman yang sekali lagi membuat Azka mulai terbebani.