
Mereka semua langsung masuk ke dalam rumah bibi Sarah,dan Azka yang masih ada di dapur masih membuatkan Es.
Azka yang tidak tahu kedatangan mereka ke sini di saat masuk ke ruangan tamu ternyata dia terlihat sangat bahagia sekali sambil membawa satu gelas minuman es.
"Ini bi, " kata Azka menyuguhkan minuman tersebut kepada bibinya.
Azka bertanya kepada bibinya apakah dia harus membuatkan minumannya lagi untuk tamu-tamunya yang baru saja datang.
"Gak, kamu duduk saja nggak perlu buat minuman lagi untuk mereka lagian mereka ke sini cuman sebentar buang-buang minuman saja nanti juga malah tidak diminum, " ucap bibi Sarah yang sangat pelit sekali.
Dan sang paman yang berada di belakang rumah langsung masuk ke dalam ternyata sudah ada tamu-tamu yang sedang datang karena ada tidak ingin ikut campur akhirnya dia balik lagi dan masuk ke dalam.
"Baik, kalian semua tidak ingin lama-lama di sini kan jadi sekarang sudah to the poin saja apa yang kalian inginkan? "ucap bibi sarah sambil duduk dengan kedua kakinya yang menyilang.
" Baik bu, maaf kami semua tidak tahu kalau Azka masuk rumah sakit karena kami, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada ibu dan juga Azka, tetapi kami mohon tolong biarkan Azka kembali lagi ke sekolah, "ucap bu Chi Fen.
" Iya azka, kamu ke sekolah lagi ya kalau kamu tidak sekolah aku sama sekali tidak punya teman sekarang, "kata Xiao.
" Iya Azka, aku berjanji tidak akan membully mu lagi justru aku akan merawatmu sebaik mungkin yang aku bisa,"kata Xifeng.
"Azka, nasuklah ke sekolah lagi dan kita akan belajar bersama-sama, " ucap sherly.
"Lihatlah Azka, teman-temanmu sekarang sudah menerimamu, dan sekarang kamu bisa fokus sekolah dan bisa berteman bersama mereka semua tidak perlu takut dibully lagi, " kata bu Ci Fen.
__ADS_1
Bibi sarah malah menguap dengan sangat lebar di depan mereka semua menandakan dia sama sekali tidak peduli dengan pembicaraan yang mereka katakan barusan.
"Hoam..... itu aja? itu saja yang mau kalian omongkan bukan? kalau begitu sudah kalian sekarang pulang karena dia tidak akan sekolah lagi, " kata bibi sarah.
"Tapi bi, Azka ingim sekolah, Azka ingin seperti anak-anak yang lainnya Azka janji akan menjadi orang yang mendapatkan beasiswa dan mendapatkan peringkat, Azka janji kalau Azka sukses akan membayar semuanya kepada Bibi karena telah merawat Azka dengan baik, " Azka mengatakan hal itu sambil memohon kepada bibinya dengan keadaan menunduk kan kepala.
Bibi sarah sebenarnya tidak menginginkan kalau keponakannya itu sekolah lagi .Tetapi dia mulai memiliki ide untuk mendapatkan uang jadi dia memperbolehkan Azka untuk sekolah lagi.
"Iya boleh".
Azka langsung berteriak kagirangan padahal dia sedang sakit kepala.
" Sudah sudah, Lagian urusannya sudah selesai kan sekarang kalian pulang sekolah dan biarkan keponakan saya besok sekolah di sana, "kata bibi sarah mengusir ibu guru dan ketiga muridnya dengan tidak sopan sekali.
Mereka semua langsung naik ke dalam mobilnya, dan Azka hanya bisa Melambaikan tangan dari jendela kaca melihat kepergian teman-temannya Tetapi dia merasa senang karena besok akan sekolah lagi.
"Bu.... ternyata bibinya sangat jahat sekali ya kepada Azka, " Xiao bahkan sangat merinding sekali ketika melihat bibinya yang bertindak seperti itu.
"Iya bener, kalau aku punya Bibi seperti itu aku tidak akan pernah tinggal bersama bibi tetapi akan kabur dan melarikan diri mendingan tidur di kolong jembatan, " ucap Xifeng tidak suka.
"Iya bener, Kenapa bibinya terlihat sangat pelit sekali apalagi tadi ketika Azka ingin menyuguhkan minuman kepada kita, "kata Shelry.
" Hustttt..... kalian semua tidak boleh berkata seperti itu kalian itu masih kecil yang harus kalian pikirkan adalah belajar dengan baik-baik, "kata ibu guru sambil menyetir mobil padahal dia juga merasa kasihan kepada keadaan Azka.
__ADS_1
Lalu,bibi sarah langsung memberitahu kepada seorang pengacara dan mengatakan dia membutuhkan uang lagi untuk memberikan sesuatu kepada azka.
Azka masih sekolah dan ia harus membeli sebuah tas baru dan juga buku baru hingga sepatu baru, bahkan Azka diperintahkan oleh guru yang ada di sekolah untuk memberikan sumbangan secara ikhlas, dan ada sumbangan karena ada suatu perayaan yang akan dilakukan.
Maka pengacara tersebut yang mengetahui kalau Azka sedang melakukan sekolah dia tidak banyak bertanya langsung memberikan uang tersebut, dan Bibi sarah langsung memberitahu lagi kepada pengacara kalau Azka akan melakukan les piano karena dia ingin azka memiliki bakat dalam dunia seni maka setiap bulan dia harus memberikan uang muka kepada guru les piano.
Kini setelah mengatakan hal itu pengacara tersebut memberikan uang senilai 30 juta rupiah untuk Azka, bibi Sarah yang ada di kamarnya langsung kegirangan melihat uang yang ada di rekeningnya begitu banyak dan semua ini diperhatikan oleh pamannya dari kejauhan.
"Ohhh..... sekarang karena kamu sudah tahu semuanya kamu malah seenaknya meminta uang kepada pengacara itu dengan cara berbohong? " ujar sang paman di dalam hatinya yang merasa tidak suka karena uang tersebut tidak pernah dibagi kepada dirinya.
Dan sang paman kemudian dari belakang diam-diam meminta uang kepada istrinya untuk bermain judi, awalnya istrinya menolaknya tetapi setelah dipikir-pikir akhirnya dia memberikan sedikit uang kepada suaminya itu untuk bermain judi karena dia sendiri setiap malam akan berselingkuh dengan orang lain.
"Sudah, kamu tidak perlu khawatir pokoknya Setiap hari aku akan memberikan kamu sedikit uang untuk bermain judi dan setelah menang kamu tidak Jangan pernah lupa untuk memberikannya kepada diriku, " kata istrinya itu.
Sang suami yang selalu curiga kepada istrinya kini merasa pikirannya salah karena istrinya terlihat sangat baik sekali bahkan memberikan uang kepada suaminya untuk bermain judi dan menyemangatinya.
Lalu sang paman akhirnya tidak pernah peduli lagi kalau istrinya selingkuh atau tidak yang jelas dia setiap hari akan mendapatkan uang dari istrinya.
Esok hari, Azka yang baru saja pulang dari rumah sakit kemarin dia sekarang merasa baikan karena dia diperbolehkan untuk sekolah lagi.
Walaupun dirinya membawa tas yang sangat jelek dan sepatu yang sudah kusam dan lama teapi dia tetap semangat, bahkan sangat senang di Saat ini tiba-tiba ada sebuah minuman susu yang dibuatkan oleh bibinya untuk dirinya.
Dan Bibi sarah terlihat sangat senang karena setiap bulan dia akan mendapatkan uang yang begitu banyak karena kebohongannya kepada seorang pengacara.
__ADS_1