Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 19 : Misi Penting


__ADS_3

kini setelah semua itu terjadi akhirnya Tito mulai menyadarkan dirinya dan berhenti secepat mungkin ketika mengendarai sepeda motor dengan begitu kencang.


Drup.....


Tap Tap....


"Bang..... apa yang terjadi kenapa kamu malah mengendarai sepeda motor dengan begitu cepat berbahaya tahu?"tanya azka yang begitu khawatir kepada bang Tito.


Bang Tito tidak langsung banyak omong dia hanya menundukkan kepala kemudian duduk di samping jalan raya.


"Bang..... kalau banyak masalah ngomong aja sama kita pasti kita bantu kok," kata Dino.


"Iya, kita semua pasti bantu kok," balas Jak mulai duduk di samping Bang Tito dan mencoba untuk menyabarkannya.


Bang tito mulai menjelaskan dia sebenarnya sangat stres sekali dan merasa tertekan apalagi yang awalnya bahagia tiba-tiba mendadak menjadi badmood karena permintaan calon ibu mertuanya yang begitu besar dan dia tidak tahu harus mendapatkan uang yang begitu banyak dalam 2 minggu ini.


"Emmm..... Pokoknya abang yang sabar aja semuanya pasti ada jalan keluar jangan pantang menyerah, yakinkan pada diri sendiri kalau kita pasti bisa melewati semua ini," ucap Azka mulai bijak dengan kata-katanya itu.


"Tapi.... tapi bagaimana aku bisa mendapatkan uang yang begitu banyak dalam waktu singkat? bahkan penghasilanku juga tidak begitu banyak," Kata bang Tito.


Lalu Azka dan ketiga teman yang lainnya mulai mendiskusikan untuk menyelesaikan masalah ini karena bagaimanapun juga bank Tito itu adalah teman mereka dalam se Tim.


Di saat semuanya bingung akhirnya Bang Tito mengusap air matanya yang hampir menetes.


Dia kemudian langsung tersenyum lebar dan memberitahu kepada teman-temannya kalau dia yakin bisa melewati semuanya dan berusaha akan mendapatkan uang untuk menikahi pacarnya.


"Nahhh..... gitu dong harus tersenyum dan juga semangat nggak boleh pantang menyerah," kata Jak dan kemudian mereka semua langsung berpelukan satu sama lain.


Kruyukkk....kryukkkk...kruyuk....


"Ehh..... Maafkan akude,aku rasa kayaknya tadi pagi kurang makan deh," Rehan mengelus perutnya yang di mana ternyata dia mulai kelaparan lagi.


Tito sebagai orang dewasa tidak banyak bicara lagi langsung mengajak teman-temannya pergi ke tempat makan untuk makan secara bersama-sama walau dia tahu dia kekurangan uang untuk menikahi kekasihnya tetapi dia hari ini akan mentraktir teman-temannya.


"Yeeyyy..... Ayo kita makan sepuasnya karena seumur hidup kita baru ditraktir oleh Abang Tito Kita !!!!!"Kata Dino langsung bergegas menuju ke tempat makan.


Malam pun tiba, Azka dan teman-temannya mulai kembali ke markasnya dan kembali ke tempat tidur untuk beristirahat dan mereka seperti biasa akan berbincang-bincang dan membicarakan satu sama lain bahkan bercanda tawa Ria di saat itu juga.


Kini waktu sudah menandakan pukul 10 malam,mereka seperti biasa untuk mengisi daya energinya akan tertidur ulas,dan tidak akan bergadang.


Tetapi berbeda dengan Azka, ketika dia tertidur sebenarnya bukanlah mimpi indah yang dialami tetapi kadang-kadang dia selalu memimpikan masa lalunya yang buruk kenangan-kenangannya selalu teringat kembali.


Jadi suasana mulai sunyi berbeda dengan tempat-tempat yang lainnya masih bergadang dan di saat itu Azka seperti biasa selalu membayangkan hal- hal yang indah.


Tapi, ternyata diam-diam di malam hari pukul 12.00 ternyata Bang Tito mulai terbangun dan secara diam-diam pergi keluar.


Azka sebenarnya belum terbangun tetapi karena penasaran Bang Tito akan pergi ke mana maka akhirnya dia juga diam-diam membuntutinya dari belakang agar tidak diketahui oleh Bang Tito.


Srett.....Cklek.....


Suara langkah kaki yang begitu pelan dan juga tutupan pintu dengan perlahan, sungguh langkah kaki yang tidak ingin membangunkan teman-temannya.


Azka mengikutinya dari belakang entah ke mana Bang Tito akan pergi.Lalu setelah sampai ternyata Bang Tito pergi ke ruangan ketua di sana Azka tidak bisa mengikutinya ke dalam jadi dia hanya bisa menguping pembicaraannya dari kejauhan.

__ADS_1


Karena di depan ruangan kedua dijaga oleh para penjaga maka dia mulai mencari celah untuk melihat apa yang terjadi di dalam.


"Aduh..... mana di Jaga ketat lagi aku nggak bisa tahu apa yang terjadi di dalam,"Azka tidak bisa melihat ke dalam tetapi ketika dia menyandarkan kepalanya ke dinding dan ternyata ada suara-suara dari dalam terdengar, walau suara itu tidak terlalu dengar dengan jelas.Azka kemudian menempelkan telinganya ke dinding untuk mendengar percakapan dari dalam.


Di sisi lain, ketika di dalam ruangan seperti biasa Ketua akan ditemani oleh wanita-wanita yang sangat cantik.Tapi, karena Bang Tito datang sendirian maka wanita-wanita itu tidak pergi justru ketua tersebut langsung bertanya kepada Bang Tito Bagaimana tentang pelamarannya.


"Ketua! Maafkan saya saya belum bisa melamar kekasih saya karena suatu alasan, ketua Saya sangat mencintai kekasih saya Bolehkah saya meminta bantuan sekali lagi kepada ketua?" ucapkan bang tito menundukkan kepala sambil meminta pertolongan.


"Iyah, apa yang kamu inginkan Kenapa kamu tidak bisa menikahi Kekasihmu? katakan saja jika aku bisa membantumu," Ucapkan ketua yang menggunakan sebuah jaket hitam dan tidak lupa di tangan kanannya memegang sebuah rokok.


"Ketua, Saya membutuhkan uang yang banyak, uang senilai 100 juta mobil dan juga rumah kira-kira saya membutuhkan 700 juta," kata-kata dari Bang Tito sambil menundukkan kepala dan juga takut karena meminta yang begitu lebih.


Sang ketua langsung melotot dan tertawa dengan begitu besar.


"Wah wah wah..... ternyata keinginanmu begitu besar Kenapa kamu membutuhkan uang yang begitu banyak?".


" Ketua, sejujurnya saya sangat mencintai kekasih saya dan juga saya ingin menikahinya tetapi kedua orang tuanya menginginkan saya untuk memberikan uang sehingga 100 juta rumah dan juga mobil maka saya bisa menikahi anaknya,"kata Bang Tito.


"Titoo.....tito...... Sebenarnya saya tidak tahu di mana otakmu itu berada. Mengapa kamu ingin menikahi wanita.Tetapi kamu harus mengeluarkan uang yang begitu banyak padahal Wanita Masih Banyak di luaran sana yang lebih cantik daripada kekasihmu itu, cobalah kamu cari wanita lain saja," saran dari ketua kepada Bang Tito yang ada di hadapan itu.


Tapi walau bagaimanapun juga ternyata Tito sangat mencintai kekasihnya dan dia tidak ingin berpisah apalagi menikahi wanita lain dia akan berjuang untuk menikahinya.


Karena pilihan dari Bang Tito sangat keras kepala dan tetap ingin menikah dengan kekasihnya sang ketua pasti tentunya tidak akan memberikan uang yang begitu banyak secara cuma-cuma.


"Jadi, Sebenarnya saya memiliki misi yang cukup penting dan jika kamu bisa menyelesaikan misi ini maka apapun yang kamu minta maka saya akan mengabulkannya bahkan uang segitu saya akan memberikan kepadamu secara cuma-cuma tetapi misi ini juga cukup berbahaya bisa membuatmu Tiada," sang ketua kemudian mengambil beberapa kertas yang ada di bawah laci meja di mana kertas ini sangat penting dengan beberapa dokumen.


Kini sang ketua langsung memberikan misi yang sangat penting kepada Tito dan Tito sendiri Langsung menyetujuinya karena dia memang benar-benar serius ingin menikahi kekasihnya.


Bang tito setelah mendengar penjelasan dan juga misi dan visi dari tugas kali ini.


Akhirnya dia mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan ketua setelah itu berpura-pura tidak pernah terjadi apa-apa dan kembali ke kamarnya.


Azka tidak lupa untuk pergi ke kamarnya secara terlebih dahulu dan dia mulai berpura-pura tidur dan tidak mengetahui kedatangan Bang Tito.


"Hoammm...." Bang Tito langsung menguap menandakan dia mulai mengantuk dan tertidur karena besok dia akan melakukan aksinya.


Tetttttt.....tet......tet.....


Tiba-tiba alarm sudah menandakan pukul 05.00 pagi dan Bang Tito akan bersiap-siap mandi.


Sungguh sangat terkejut karena hari ini ternyata Azka,Dino,Rehan dan Jak sudah bangun terlebih dahulu dan mereka sudah mandi.


"Wahh..... tumben sekali kalian sudah mandi pagi-pagi dan juga beres-beres, ada apa dengan kalian ini?"tanya Tito.


" Ohh...... sebenarnya kami sudah bangun dari tadi karena kami kebelet ke toilet ,takutnya airnya mati lagi dan kami akan mandi terlebih dahulu takut ngantri,"kata rehan mulai nencari alasan agar tidak dicurigai oleh Tito.


Tito hanya menggelengkan kepalanya kemudian mengambil handuk dan pergi ke toilet setelah itu dia mulai bersiap-siap membersihkan dirinya, setelah dirinya mandi dan masuk ke dalam kamar ternyata keempat temannya termasuk Azka sudah bersiap-siap menggunakan pakaian mereka, tidak lupa dengan senjata-senjata yang tersembunyi di badannya.


"Lohh..... kalian ini mau ke mana hari ini kalian tidak ada tugas Kenapa sudah siap-siap seperti itu?" tanya tito mengelap rambutnya yang masih basah.


"Hahahahahhaha...... kamu pikir yang mempunyai misi itu cuman kamu saja aku juga dan kita semua masih memiliki misi tahu sekarang," tawa rehan.


"Iyah, jika dari 1 tim kita ada yang memiliki tugas maka kita semua harus bergerak dan saling membantu," balas Jak.

__ADS_1


"Dan juga, kita harus melakukannya bersama-sama agar tugas tersebut bisa terselesaikan dan jangan pernah menjadi orang yang sangat Maruk ingin menyelesaikan masalah sendiri,"Kata Dino yang sudah bersiap-siap dengan pakaian dan senjatanya berdiri di samping pintu.


"Dan satu hal lagi, kita semua di sini adalah keluarga yang saling menolong dan saling membantu jadi jangan pernah ada yang menyembunyikan masalah sedikitpun," balas Azka.


Tito jangan heran dengan keempat teman-temannya karena bersikap seperti ini dan tidak tahu harus berkata apa kemudian Raihan mengatakan kalau Azka semalam mendengar percakapan mereka berdua dengan ketua.


"Iyah, kalau bukan karena Azka mengikutimu semalam,mungkin aku tidak akan pernah melihatmu selamanya.Bukannya kamu menikahi pacarmu melainkan kamu malah menuju ke dalam maut mu," kata Dino menjelaskan kronologi yang sebenarnya terjadi kepada Bang Tito.


Bang tito akhirnya mengerti apa yang terjadi saat ini dan dia mulai berkaca-kaca ingin meneteskan air matanya karena terharu dengan teman-temannya yang sangat baik sekali.


"Sudah, jangan menyerah kita harus yakin kita bisa menyelesaikan misi ini dalam waktu kurang seminggu dan kita harus yakin kita bisa menyelesaikannya," Azka langsung bersemangat dan membuat teman-temannya bersemangat juga.


Tito kemudian langsung memakai pakaiannya tidak lupa dengan senjata-senjata yang dia punya setelah itu bang Tito menjelaskan kronologi dan misi yang harus mereka selesaikan saat ini.


"Baik, aku sudah mengerti semuanya pokoknya kalian tenang saja kita tidak boleh melawan sendirian,karena kita tidak tahu saya berbahaya apa nantinya," pinta Jak.


"SIAPP!!!".


NGENGG.......NGENGGG......NGENGG....


Ya, sebenarnya kali ini adalah target dari seorang bos pemilik bengkel mobil.Dia bukan hanya sekedar pemilik bengkel mobil melainkan dia juga adalah orang yang menjual kertas uang yang di mana kertas ini akan dijadikan uang palsu oleh yang lainnya.


Nah, mereka mendapatkan misi ini untuk membunuh dari ketua dan jika bisa harus menghancurkan dari perusahaannya Untuk menghentikan pekerjaan mereka.


Pagi pukul 9, hahaha Reka langsung menyusun rencana karena mereka harus melihat situasi dan juga gerak-gerik yang dilakukan oleh Bos dari pemilik bengkel tersebut.


Rehan langsung mengajak azka untuk menyamar sebagai seorang pelanggan karena kali ini dia menggunakan sebuah mobil untuk dijadikan sebagai umpan, mereka berdua langsung datang ke bengkel tersebut dan berpura-pura mobilnya telah rusak.


Tidak lupa mereka mengganti pakaiannya dengan pakaian yang biasa dan juga sebuah topi untuk menutup kepalanya hingga Kecamatan menandakan dia adalah orang-orang yang santai.


"Pak, mobil saya mogok dari kemarin asapnya keluar terus bisa tolong diperbaiki?" tanya Rehan.


"Bisa," ucap seorang bapak-bapak yang di mana dia bekerja di tempat bengkel tersebut.


"Emmmm..... Kalau boleh tahu kira-kira berapa jam ya memperbaiki Mobil ini?"tanya Azka.


" Ya, Mungkin saya akan menghabiskan waktu 3 jam atau 4 jam karena di sini saya harus mengganti barangnya," ucap tukang reparasi mobil itu sambil melihat mobil yang rusak untuk diperbaiki.


"Yaudah, Lagian kami tidak ada kerjaan lain bolehkah kami menunggu di sini?"tanya Azka.


" Ya boleh, tentu saja jika kalian memang tidak sibuk Saya akan berusaha untuk mempercepat pekerjaan saya dan melaksanakan dengan baik,"kata bapak tua itu.


Lalu Azka dan rehan mencoba untuk beristirahat di tempat bengkel tersebut.Bengkel tersebut tidak kecil tetapi luas dan juga ada ruangan-ruangan yang lain tidak diketahui di tempat bengkel ini.


Rehan berpura-pura melihat ke area tersebut karena dia tahu di tempat inilah kertas-kertas itu disembunyikan.


Dan Jak dan Dino, dia bertugas mengamati ketua dari pemilik bengkel ini sesuai informasi ketua sedang melakukan pertemuan dengan orang-orang penting di sebuah hotel.Jak dan Dino mulai mengamatinya dan dia berpura-pura sebagai pejalan kaki yang meminum minuman.


Dan Tito, dia mengawasi gerak-gerik dari Rehan dan juga Azka, Tito melihat dari penjagaan ruangan bengkel tersebut dan Rehan bersama Azka mencoba melihat penjaga-penjaga yang ada di bengkel tersebut yang bagian dalam.


Azka dan rehan mulai melakukan aksinya dan dia menghitung penjaga-penjaga yang ada di tempat tersebut, sebenarnya mereka tidak terlihat seperti penjaga karena tidak ada senjata yang terlihat.


Tapi Azka, Dia sangat teliti sekali melihat senjata pistol yang di sembunyikan di bagian kaki dan juga bagian belakang punggungnya karena ada gerakan-gerakan yang diketahuinya.

__ADS_1


__ADS_2