
Azka walaupun dirinya sangat membutuhkan sepeda itu tetapi dia juga langsung menuliskan kata meminta tolong dan setelah itu dia mengambil sepedanya.
"Kak Azka? ini sepeda milik siapa apakah boleh dipakai? " tanya Laila yang sudah sangat lemah sekali.
"Emh.... Kakak sudah meminjamnya kok,katanya dibolehin jadi kita pakai saja untuk pulang, "Azka hanya bisa berbohong kepada gadis kecil itu.
" Kak, emangnya kakak bisa pulang dan tahu jalannya? "tanya laila.
Azka langsung terdiam dia sebenarnya tidak tahu jalan pulang tetapi dia tahu alamatnya,jadi dia pun hanya bisa mengembalikan sepeda itu dan mencoba untuk beristirahat dibalik dinding dan dia mencari sebuah kardus yang tersimpan di tong sampah dan kardus tersebut dijadikan tilas mereka.
Azka melihat Laila kedinginan, dan Azka yang merasa kasih info langsung memeluknya supaya dirinya tidak kedinginan dan merasakan kehangatan walau itu hanya pelukan kecil.
Mereka berdua pun akhirnya tertidur hingga malam hari pun sudah berlalu.
__ADS_1
Azka melihat di depan ada jalan raya yang sudah ramai dilewati oleh beberapa orang, dia pun hanya bisa melanjutkan perjalanan yang untuk pulang dan dia yang tidak tahu jalan pulang langsung bertanya kepada orang-orang yang ada di jalan.
Ketika Azka bertanya kepada seseorang banyak sekali orang yang tidak mengetahuinya bahkan ada yang tidak menjawabnya atau tidak peduli.
Azka sebenarnya sudah terbiasa dengan hal ini tetapi dia tidak tega dengan gadis kecil yang sudah kelaparan hingga kedinginan karena malam hari yang tidak terbalut selimut.
Untung saja di saat mereka bertanya-tanya ada seorang pria yang sangat prihatin kepada mereka berdua, dan sangat Kebetulan sekali pria tersebut mengetahui alamat yang dibicarakan oleh Azka.
Maka dengan begitu pria tersebut tidak banyak pikiran langsung membawa kedua anak kecil itu untuk dipulangkan ke alamatnya.
Set... set... set...
Laila memegang lengan pria tersebut dan dia bertanya.
__ADS_1
"Pak, bapak bukan penculik anak-anak kan? " tanyanya dengan sangat berani karena dirinya juga takut.
Maka pria tersebut langsung tersenyum lebar dia menjelaskan kalau dirinya bukanlah penculik tetapi dia adalah orang baik, pria tersebut agar bisa membuat kedua anak itu percaya dia langsung menunjukkan foto dirinya dengan anak-anaknya yang di mana poster tersebut mereka sedang bermain dengan bahagia.
Azka dan Laila akhirnya langsung mengganggu dan percaya dia pun langsung menaiki mobil pria tersebut.
Dan pria tersebut di sepanjang jalan tidak bisa diam saja mereka juga ingin mencoba untuk lebih akrab agar tidak terlalu asing, pria tersebut sebagai orang dewasa langsung bertanya-tanya apa yang telah terjadi kepada mereka berdua.
Tapi Azka meminta laila diam, dan dia menjelaskan kalau dirinya hanya tersesat saja dan ingin pulang ke rumahnya.
Pria terserabut hanya berpura-pura percaya saja karena dia tahu dengan perkataan gadis kecil Tadi mereka semua sudah terkena korban penculikan makanya bertanya seperti itu.
Dan di tengah jalan mobil tersebut berhenti dan Laila bertanya apakah mereka sudah sampai? .
__ADS_1
"Bentar ya, paman mau beli beberapa makanan dulu" udah pria tersebut langsung turun dari mobilnya kemudian dia pergi ke sebuah toko untuk membeli beberapa minuman dan cemilan.
Dan setelah membeli cemilan dan minuman tersebut akhirnya dia membayarnya di kasir,dan pria tersebut dengan baik hati memberikan kepada Laila dan juga Azka yang membuat keduanya tersenyum.