Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 156 : Babak Belur


__ADS_3

Azka sudah menggunakan jaket dan masker untuk menutupi dirinya kemudian mengikuti keempat pria tersebut dari belakang setelah itu terjadilah perkelahian yang di mana Azka sudah membengkokkan dan mematahkan pria tersebut untuk memberi pelajaran.


Maka yang lainnya juga tidak bisa menerima hal tersebut kemudian dengan cara mengkeroyoknya untuk menghajar, tetapi mereka bukanlah tandingan bagi Azka, tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya mereka berempat sudah kewalahan dan tidak berani lagi untuk bertarung.


"Ingat! kalau tidak punya uang jangan sesekali untuk makan! aku tidak peduli kamu berada di anggota mafia yang mana yang jelas aku akan mengawasimu dan tidak akan kubiarkan kau membuat kesalahan lagi! jika aku melihatmu lagi mungkin kau akan dalam bahaya! biasakan membayar ketika pergi makan ke tempat orang lain! "Azka setelah mengucapkan beberapa kalimat akhirnya mengambil salah satu dompet dari keempat pria tersebut dan mengambil uang yang pas untuk membayar biaya makanan tadi.


Keempat pria tersebut langsung ketakutan dan berlari untuk menghindari Azka.


Dan Azka setelah melihat keempat pria tersebut pergi akhirnya kembali lagi ke tempat makan tadi dengan tampilan yang awal.


"Hemm.... lumayan lama kamu keluar emangnya kamu tadi ngapain? "Bee bertanya ketika dirinya masuk ke dalam dan duduk di sampingnya.


" Owhh.... tadi aku hanya keluar sebentar mencari sesuatu dan aku tidak menemukannya,sudahlah Yo kita bayar sekarang aku ada urusan mendadak nih, "Azka tidak ingin berlama-lama dan mengajak temannya itu untuk bergegas membayar makanannya.

__ADS_1


Mereka berdua langsung bangun dari tempat makannya kemudian menuju ke kasir untuk membayar makanan.


" Ini pak, Makasih banyak ya, "kata Bee.


" Iya, jangan lupa mampir ke sini lagi ya nanti kalau kamu lapar, " balasan sang paman tertawa.


"Okehhhhh!! ".


Dan setelah mereka keluar, Azka menggeliat untuk meregangkan tubuhnya dengan penuh semangat.


"Hua....... walaupun jaraknya cukup jauh tetapi makanan ini sangat enak sekali, "Azka memujinya sambil naik motor bersama Bee.


" Nahh kan, sudah aku bilang apa makanan di sini itu enak-enak apalagi kamu belum mencoba makanan yang lainnya, "Bee membalasnya.

__ADS_1


" Okedeh, kalau begitu aku akan makan yang banyak tetapi ketika aku tidak ada kegiatan saja, "jawab Azka.


" Siapp".


Mereka berdua pun akhirnya pergi.


Di sisi lain, keempat pria tersebut yang ketakutan langsung melaporkan kepada sang ketua yaitu Ziren, dia belum sampai ke markasnya tetapi sudah melaporkannya melalui telepon Kalau ada seseorang yang menghajarnya dan menjelek-jelekkan nama mafia Zizulla.


Ziren sang ketua tidak ingin mendengar percakapan dari telepon karena tidak terlalu jelas akhirnya memintanya untuk segera datang ke markasnya dan menjalankan apa yang telah terjadi.


Kini setelah beberapa waktu akhirnya sampai di markas , Ziren yang ada di hadapannya dengan menikmati kemewahan dan juga kesenangan dari seorang pemimpin menunggu penjelasan dari keempat anak buahnya yang baru saja dihabisi dan di babak telur.


"Kenapa? Kenapa wajah kalian seperti itu semua? Siapa yang berani melakukan hal itu kepada kalian? "tanya Ziren mendekatinya dan melihat luka-luka yang cukup parah pada anak buahnya.

__ADS_1


__ADS_2