
Sreffffff.......
Azka dengan teman-temannya sudah berhasil lolos dari kejaran anak buah dari sang ketua gwng zizulla, mereka yang lolos hanya bisa pergi ke markas kecil mereka.
Satu kaki bagian kanan sudah turun menginjak tanah yang dipenuhi beberapa dedaunan, kemudian disusul dengan kaki bagian kiri untuk menginjak ke tanah agar terlihat seimbang.
Azka dengan sangat perlahan turun dari mobilnya Dia masih mengingat masa-masa di mana diajarkan oleh Abang Tito untuk berlatih. Azka sungguh merasa kehilangan orang yang dia sayang karena seumur hidupnya hanya dialah yang mengerti apa yang ada di hatinya.
"Bang, semoga kami semua bisa membalaskan dendam Abang, " Ujar Azka di dalam hatinya sendiri.
Jak langsung masuk ke dalam dia seperti biasa karena mencintai sebuah senjata langsung melihat kesenjata yang dia simpan.
Dan Dino, dia tidak masuk ke dalam kubu kecil itu dia hanya pergi mendekati Azka.
"Azka, menurut kamu apakah kita semua mampu membunuh ketua dengan anak buah yang lainnya? "tanya Dino dengan memandang beberapa pemandangan yang ada di depannya.
" Ehhh.... aku juga tidak tahu apakah kita akan berhasil atau tidak, tetapi mau bagaimanapun juga tanpa dirinya aku tidak bisa berbuat apa-apa, seolah-olah aku tidak memiliki jalan hidup ke depannya dan tidak memiliki pembimbing, mungkin Jika aku mati ketika dalam rencana balas dendam aku akan pergi menemui bang Tito, dan juga aku akan menemui kedua orang tuaku di sana, "Azka seketika meneteskan air matanya mengingat orang-orang yang dia sayang sudah pergi meninggalkannya.
Dino langsung merangkul tubuhnya dia berkata dan berjanji akan menjaganya dengan sebaik mungkin, karena dia sendiri mendapatkan perintah dari Abang Tito sebelum Abang Tito meninggal dunia, dia mendapatkan perintah untuk selalu menjaga Azka.
Bang Tito tau, Azka sebenarnya bukanlah anak biasa dan dia memiliki kemampuan yang sangat hebat namun kemampuan itu belum bisa diasah oleh Azka.
"Oke, sekarang kamu tidak perlu sedih lagi yang jelas kami semua masih ada di sini kok, " jawab Dino.
Azka tersenyum menahan tangisanya,dia juga tidak boleh menyerah dengan begitu saja.
Rehan ternyata masih berada di dalam mobil dia sedang memperbaiki mobil tersebut karena ada beberapa mesin yang rusak karena tabrakan kemarin mengenai gerbang.
Rehan walaupun dirinya adalah anggota mafia Tetapi dia juga memiliki kemampuan untuk menyelesaikan mesin-mesin mobil yang rusak.
"Heyy..... kalian semua ngapain di luar ayo kita ke dalam aku sudah membuka senjataku, " panggil Jak.
Mereka langsung berkumpul ke dalam gubuk kecil itu dan di dalam gubuk kecil itu ada beberapa senjata yang cukup banyak dengan kemampuan yang besar.
"Jadii???? Apakah kita semua langsung masuk ke area Geng Zizulla? dan kita semua langsung membab! buta menembaki mereka? "Jak berbicara seperti itu sambil memainkan senjata kesayangannya.
Azka sama sekali dia tidak ingin melakukan perlawanan secara terang-terangan Karena bagaimanapun juga mereka pasti akan kalah dengan jumlah mereka yang begitu banyak.
" Huh! Makanya kalau mikir itu pakai otak jangan pakai dengkul, "Ejek Dino pada Jak.
" Ishhh..... aku kan hanya memberi saran saja kalau kalian terima atau tidak terima aku juga bodo amat yang jelas aku sayang dengan senjataku, "Jak malam memeluk senjata itu seperti orang kesayangannya.
Satu ruangan yang cukup sempit tetapi dipenuhi beberapa senjata mereka langsung berkumpul satu sama lain untuk membuat sebuah strategi membalaskan dendam.
Mau bagaimanapun juga mereka tidak bisa menyerah dalam hal seperti ini, kalau mereka menyerah tentu saja mereka akan terus dicari bahkan akan sangat mudah dibunuh oleh anak buah sang ketua.
Dan jika mereka Langsung melawannya secara terang-terangan tentu saja mereka juga akan kalah.
Dan kalau ingin melakukan rencana dengan strategi yang luar biasa mereka harus memikirkannya secara matang dan baik-baik agar tidak ada kesalahan.
Dalam satu hari mereka langsung selesai membuat rencana dan strategi untuk pembalasan dendam.
"Hoam.... kita semua sudah selesai kan bolehkah aku sekarang tertidur? "Jak tidak peduli dia akan tidur di tempat yang empuk atau tidur di tempat yang sangat keras yang jelas ketika dia mengantuk dia akan merebahkan dirinya dan menutup mata.
__ADS_1
Yah, seperti biasanya dunia Azka kini kembali lagi yang di mana dia sudah berumur 8 tahun. Azka sebenarnya mengalami masa penculikan yang di mana dia diculik oleh pamannya sendiri dan meminta tembusan yang begitu banyak.
Tapi dia sangat beruntung sekali bisa lulus dari penculik itu dan kini dia diselamatkan oleh orang baik hati nenek dan kakek.
Azka yang baru saja tiba di rumah sang nenek langsung dimintai oleh sang kakek untuk segera tidur di tempat cucunya itu, dan Azka Tentu saja sangat merasa senang apalagi di sana banyak sekali mainan-mainan anak-anak yang disukai oleh seorang pria.
Dan setelah tidur di tempat itu sang kakek langsung berteriak meminta Azka untuk masuk ke ruang meja makan karena mereka akan mengadakan makan malam bersama-sama.
Azka karena tidak ingin merepotkan mereka dia langsung bergegas turun dan menuju ke meja makan.
Di sana banyak sekali makanan-makanan yang sangat enak bahkan ada beberapa minuman yang memiliki alkohol.
Buah-buahan juga sangat segar-segar tertata dengan rapi di atas meja makan.
Azka sangat tergiur sekali dia tidak sabar ingin segera melahapnya dengan begitu cepat.
"Aa... Azka..... kamu tidak perlu khawatir lagi sekarang Tolong kamu makan sepuasnya dan jangan ragu, " kata Sang nenek.
"Baik" Azka sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu dia hanya bisa melihat dengan kepala mata yang sendiri dan memakannya dengan begitulah.
Nyammm.... nyammmm... nyammmm....
Sang kakek dan sang nenek juga masih berhadapan dengan Azka, tetapi mereka sangat aneh sekali makanya sangat pelan dan terus saja memperhatikan melihat ke arah Azka.
Azka sebenarnya sangat tidak enak sekali karena dari tadi terus diperhatikan oleh mereka.
"Emmhhh... nenek... kakekk... Kenapa kalian terus memperhatikanku? makanan masih banyak Ayo kita makan sama-sama, dan kakek-kakek harus makan banyak tidak boleh makan pelan-pelan, " kata Azka.
__ADS_1
Tentu sang kakek langsung menjawab karena dia sudah tua bersama sang nenek maka dia makannya hanya Pelan Saja.
Azka tidak bisa berkata apa-apa lagi dia hanya bisa makan masakan dari sang nenek tersebut dengan begitu cepat.
Perut Azka akhirnya mulai membesar dia sudah merasa sangat Kenyang sekali.
"Wahhh.... masakan ini sangat enak sekali dan nenek sangat baik sekali memberikan makanan yang sangat lezat ini kepada Azka, " Azka berbicara seperti itu kepada mereka semua sambil memegang perutnya yang kesakitan karena kepenuhan makan.
"Iya Azka, tentu saja kamu akan makan dengan banyak setiap hari karena nenek pasti akan membuat masakan yang lezat untuk kamu dan tidak akan pernah mengecewakan kamu, " nenek itu tersenyum lebar setelah berbicara seperti itu dia kembali ke dapur dan mencoba membereskan beberapa barang yang ada di atas meja.
Azka karena dia sangat baik hati sekali dia memutuskan untuk membantu sang nenek, tapi. Azka malah ditolak dan nenek memintanya untuk bermain-main dengan sang kakek.
Azka hanya bisa pasrah kemudian bertemu dengan sang kakek yang di mana sang kakek sedang menonton televisi kesukaannya.
"Wah kakek, kartun ini sangat lucu sekali dulu aku suka melihatnya tetapi sekarang jarang sekali melihatnya karena tidak ada waktu, " kata Azka.
"Hahahah, sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi film apapun yang kamu suka pasti kamu bisa menontonnya setiap hari, " ujar Kakek.
Azka tentu saja mendengar hal itu biasa saja dia tidak tahu dari perkataannya tidak ada yang mencurigakan, yang dia tahu adalah bahwa nenek dan kakek ini adalah orang baik yang membantunya di dalam kesusahan.
Hingga malam, mereka berdua menonton televisi di atas sofa kemudian dihampiri sang nenek dan meminta mereka untuk makan malam.
"Azka... kakek.... ayo kalian semua masuk ke dapur kita makan malam sekarang juga jangan sampai makanan ini dingin, "kata nenek yang bersiap-siap menata makanan di atas meja dengan cukup banyak.
AzkAzka mendengar perintah dari sang nenek tentu saja langsung pergi ke atas meja, dan dia masih melihat makanan yang sangat mewah dan begitu banyak di atas meja itu.
" Wahh... nenek, apakah Nenek tidak lelah sama sekali membuat masakan begitu banyak? "kata Azka.
" Tidak Azka, justru Nenek senang sekali kalau ada orang yang menyukai masakan nenek, "ucap sang nenek mengambil sebuah piring untuk diberikan kepada Azka.
__ADS_1