Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 64 : Sakit Hati


__ADS_3

Azka yang merasa ketakutan hanya bisa bersembunyi di kolong ranjangnya dan bermain bersama kucingnya yang dia sembunyikan.


Dia sangat aku sampai dia tertidur di bawah kolong ranjang sampai bibinya pulang.


"Azka.... Azka..... " bibi baru saja pulang dan ketika membuka kamar keponakannya dia sangat terkejut karena tidak menemukan keberadaan Azka.


Lalu sang bibu terlihat sangat panik dan mencari di mana-mana.


Azka yang mendengar panggilan dari bibinya langsung bangun dan dia langsung mengatakan kepada bibinya kalau ternyata pamannya tadi ingin mencoba masuk.


"Siall..... jangan-jangan dia tidak bisa melepaskanku dan ingin mengejar keponakanku, " ucap Bibi sarah di dalam hatinya yang mulai waspada kepada mantan suaminya itu.

__ADS_1


"Jadi Azka? Tetapi apakah dia berhasil masuk ke dalam rumah atau tidak? ".


" Tidak, aku rasa tadi karena pintunya terlalu kuat jadi dia tidak bisa masuk ke dalam dan aku bersembunyi di bawah kolong ranjang, aku takut bi.... "Azka tanpa disadari dia langsung memeluk bibinya dan ini adalah pertama kalinya dia memeluk seseorang.


Bibinya yang merasa pelukan dari keponakannya itu merasa salah satu sekali dia juga merasa kasihan kepada keponakannya karena selama bertahun-tahun ia tidak menjaganya dengan sangat baik.


Sang bibi Akhirnya bisa merasakan pelukan dan kehangatan dari seorang anak kecil karena dulunya Dia adalah wanita yang sangat mencintai anak-anak tetapi karena sebenarnya dia mandul makanya dia sangat membenci anak-anak. Dia mandul dikarenakan sebuah kecelakaan dan kecelakaan itu terjadi juga karena anak kecil jadi dia sangat membenci anak-anak lagi.


Azka langsung dibawa oleh bibinya ke ruang tamu dan dia juga tidak lupa dibawakan beberapa makanan kemudian mereka berdua langsung menonton televisi secara bersama-sama, ini adalah pertama kali dalam seumur hidup mereka menonton bersama-sama karena dulu tidak pernah sama sekali.


Dan Azka melihat bibinya merasakan kehangatan dan dia mulai menganggap bibinya seperti ibu kandungnya sendiri.

__ADS_1


Ting Tong....


Terdengar bel pintu berbunyi, dan setelah dibicara mengecek ke depan dan ternyata itu adalah pacar barunya dan pacar barunya terlihat sangat baik sekali karena setiap kali datang ke rumah bibi Sarah dia selalu membawakan makanan atau minuman.


"Hey..... Ternyata kalian sudah menonton televisi terlebih dahulu ya tidak mengajak-ngajak aku, " canda pria tersebut kepada Bibi Sarah dan juga Azka.


Jadi mereka bertiga bersama-sama menonton televisi tidak lupa dengan cemilan-cemilan yang ada di depannya untuk mereka semua, dan mereka semua berkumpul seperti layaknya seorang keluarga yang menerima kehangatan bahkan ternyata lelaki tersebut sangat baik sekali kepada Azka.


"Hey.... ayo makanannya jangan lupa dimakan aku sudah membelinya jauh-jauh lho dari tadi dan sekarang kamu malah tidak memakannya? " pria tersebut langsung mengosongkan makanan yang dia beli kepada Azka.


Azka menerimanya dengan malu-malu walaupun Awalnya dia ragu tetapi akhirnya dia bisa menerima lelaki tersebut sebagai suami barunya dari Bibi Sarah.

__ADS_1


Hingga canda tawa mereka seperti kebahagiaan mulai terdengar keluar dan ternyata sang paman Reiko memantaunya dari kejauhan dia sangat sakit hati sekali melihat kebahagiaan mereka tanpa mengundang dirinya.


__ADS_2