
Azka yang sudah bangun dari pingsannya mendengar suara anak-anak yang bercanda satu sama lain, karena merasa penasaran dengan dirinya dan juga keadaannya akhirnya dia mencari ke sumber suara.
Ketika dia sedang mencari sumber suara tersebut tiba-tiba ada seorang wanita yang memanggilnya dari belakang dengan sebuah minuman air putih yang dia.
"Ouh, ternyata kamu sudah bangun ya? bagaimana dengan luka kamu apa sudah merasa baikan? " ucapan wanita tersebut menghampirinya.
"Ii... iya, apakah kamu yang menyelamatkanku dan mengobatiku? ".
"Tidak, aku hanya mengobatimu saja sebisa mungkin dan yang menemukanmu itu adalah mereka semua, " wanita tersebut langsung membuka sebuah tirai pintu dan terlihat anak-anak yang berjumlah 5 orang berkumpul di sana satu sama lain.
Kemudian anak-anak tersebut langsung melihat ke arahnya.
3 Pria yang masih berumur 7 sampai 10 tahun, dan dua wanita yang masih berumur 4 sampai 5 tahun.
__ADS_1
"Halo kak, " seorang gadis kecil yang masih berumur 4 tahun atau di mana dia adalah gadis termuda di sini langsung menyapanya dengan sangat imut.
"Hai, " Azka langsung membalasnya dengan senyuman lebar.
"Sini kak, " gadis kecil tersebut ternyata adalah Laila dan dialah sebenarnya yang menemukannya ketika dia sedang memungut sampah di pinggir jalan.
Laila yang merasa kasihan langsung meminta kepada saudara-saudara lainnya untuk segera membantunya dan membawanya ke tempat mereka tinggal.
Iya, mereka tinggal bukan di sebuah rumah melainkan sebuah gubuk kosong yang berisi rongsokan-rongsokan, gubuk inilah yang membuat mereka nyaman tinggal dan bisa bertahan hidup.
"Eh iya, ngomong-ngomong Kenapa kamu bisa babak belur seperti itu? " tanya seorang pria yang bernama Lau Wong, dia adalah pria tertua dari tempat ini.
"Emmm..... sebenarnya banyak sekali masalah yang terjadi kepada aku dan aku kemarin terluka karena dihajar oleh lelaki yang tidak kukenal, " Azka menjelaskan kepada mereka semua.
__ADS_1
"Wahh..... kakak Kasihan sekali kenapa mereka menghajarmu seperti itu sampai terluka seperti ini? " ucap Laila.
Lalu gadis yang tertua di sini ternyata berumur 24 tahun dan dia juga belum pernah menikah sama sekali tetapi dia memilih untuk mengurus anak-anak yang ada di rumah ini.
Dia bernama Wichen, dia langsung duduk ikut bersama anak-anak yang lainnya.
"Ouh iya, perkenalkan dia adalah Laila yang paling kecil, yang kedua adalah She Fung Yen, dan pria termuda Zhao, kedua Ying Jimg, dan Kelima dia lau wong, " gadis tersebut yang duduk di sebelahnya memperkenalkan saudara-saudaranya kepada.
Dia juga tidak lupa menjelaskan kepada Azka kalau mereka semua bukanlah saudara kandung melainkan mereka adalah saudara yang bertemu satu sama lain atau bisa dibilang mereka hanyalah anak-anak yang tidak memiliki kedua orang tua atau terbuang.
"Iya kak, dan Kak wichen ini sangat baik dia semua yang mengurus kami sampai sekarang, kami semua di sini sangat bahagia sekali, " ucap laila.
Kegiatan mereka sehari-hari bukan sekolah atau Belajar seperti anak-anak sepantarannya tetapi mereka akan pergi untuk memungut rongsokan yang bisa dijual menjadi uang.Bahkan mereka juga bisa memungut beberapa bahan-bahan yang masih bisa mereka makan.
__ADS_1
Karena hal tersebut mereka sama sekali tidak kekurangan bahkan mereka bisa kenyang dalam waktu beberapa hari karena mendapatkan sisa makanan dari orang lain.