Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 163 : Orang Kaya


__ADS_3

Yeng Zi yang di mana dia adalah orang terkaya di kampua tersebut dan yang berkuasa mulai mengikuti pergerakan Azka.


Dia bersama ketiga teman-temannya mengikutinya menggunakan mobil mewahnya, dan mereka mengikuti secara diam-diam.


Azka karena dirinya ingin menenangkan pikiran, dia mencoba pergi ke toko untuk membeli beberapa batang rokok.


Ia pun masuk ke dalam toko setelah itu memilih rokok yang dia sukai dan membayar kepada kasir dengan uang yang pas.


Shao dari dalam mobil masih memperhatikan gerak-gerik dari Azka, mereka berempat secara bersama-sama terus memperhatikannya agar tidak lolos.


Azka pun tidak langsung naik ke motornya tetapi dia langsung duduk di sebuah kursi yang telah disediakan untuk tamu-tamu yang ingin bersantai.


Akhirnya Azka setelah berlama-lama di sana dan bermain handphone dia pun kembali ke dalam motornya itu, kini sudah menundakan pukul setengah lima sore dan dia harus pergi ke sekolah.


Azka karena difitnah oleh Victoria dia juga tidak masuk ke pelatihan klub karena ingin menyelesaikan masalahnya dan lagi pula latihan tersebut sangat membosankan bagi dirinya, klub tersebut hanya membuang-buang waktu bagi dirinya yang sudah Pro dalam berkelahi.

__ADS_1


Kini mereka sudah mengikutinya hingga hampir malam dan sudah sampai di sebuah perumahan yang di mana Perumahan tersebut cukup sepi.


Azka juga kebetulan memasuki sebuah gang kecil yang dipenuhi oleh pepohonan pepohonan dan jaraknya cukup jauh dengan perumahan yang ada di sekitar.


"Sip!! ini adalah kesempatanku untuk menghajarnya, "Yeng Zi karena sudah tidak sabar akhirnya dia langsung menyelip motor yang dibawa oleh Azka.


Dia dengan Mobilnya langsung menghentikan di depan motor Azka tersebut dan membuat Azka tiba-tiba langsung berhenti.


Suasana cukup gelap gulita hanya diterangi oleh lampu mobil dan juga motor tidak lupa dengan cahaya bulan.


/Blepp...


Yeng Zi langsung keluar dari dalam mobilnya dan membanting pintu mobil tersebut dengan keras seolah-olah dirinya sedang marah.


"Kau pria busuk!! sudah berapa kali aku mengingatkanmu jangan sampai kamu menyentuh adikku dan kenapa sekarang kamu malah berpacaran dengan adikku? "Yeng Zi berbicara seperti itu langsung berhadapan dengan Azka dengan nada yang sangat besar sekali.

__ADS_1


Azka langsung turun dari motornya dan menjelaskan kalau dirinya sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengan adiknya Yeng Zi.


" Bohong! "kata Dao.


"Iya bohong! " Shao menjawabnya untuk menyudutkan keberadaan Azka.


"Halah bodo amat!!! aku sudah melihat bukti-buktinya dan semua itu sudah benar sekarang aku minta kalian semua hajar Azka?? Jangan sampai aku bisa melihat wajahnya lagi! ! " Yeng Zi sudah merasa kesal sekali dan meminta ketika temannya untuk membunuh Azka.


Tapi mereka bertiga langsung terdiam karena ini adalah pertama kalinya mereka ingin membunuh seseorang dan juga takut ketahuan polisi atau dipenjara.


"Hadeh! aku itu orang kaya raya dan juga kalau dia mati sekarang juga tidak akan ada seorangpun yang berani memenjarakanku! aku jamin kalian! yang jelas aku ingin dia tiada di dunia ini, " Yeng Zi setelah mengatakan hal itu memberikan senyuman kejamnya kepada Azka dan meminta ketika temannya untuk segera bertindak.


Maka ketika temannya itu langsung membawa senjata-senjata tajam untuk menghabisinya, tetapi yang tidak mereka tahu adalah mereka sudah ada di sini itu karena ini adalah rencana dari Azka.


"Okeyyy..... karena kalian semua sudah ada di sini maka aku tidak perlu menjelaskan siapa Aku dan berpura-pura lagi dengan identitas palsuku, " Azka menggerakkan tangannya hingga bersuara kemudian memperlihatkan ekspresi yang sangat menakutkan.

__ADS_1


__ADS_2