Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 52 : Kesempatan


__ADS_3

"Azka...... apa yang terjadi denganmu Kenapa wajahmu seperti ini siapa yang melakukan seperti ini kepada dirimu??? " Sang pengacara yang baru saja melihatnya tentu saja terkejut langsung banyak bertanya-tanya kepada dirinya.


Sang Paman Reiko ingin mencoba menjelaskan tetapi sang pengacara menghentikannya untuk diam.


"Azka.... sekarang katakan kepada saya siapa yang berani melakukan hal ini kepada kamu? " tanya pengacara itu saling berhadapan.


"A..... anu.....sebenarnya saya berkelahi dengan teman saya di sekolah tadi, makanya saya bapak guru seperti ini, " ujar Azka.


"Azka... azka...paman cuman mau bilang sama kamu jadilah anak yang baik dan belajar dengan sebaik mungkin lain kali kamu jangan kelahi lagi ya soalnya luka kamu ini cukup parah tahu, setelah nanti tolong minta Bibimu obatin ya, " ucap pengacara.


"Baik".


Lalu pengacara tersebut langsung menghampiri pamannya yang berdiri diam.

__ADS_1


Dan Azka dipersilakan untuk masuk ke dalam kamarnya karena mereka akan membahas sesuatu.


" Baik,saya tidak ingin melihat Azka terluka seperti itu lagi jadi tolong bawa dia ke rumah sakit, kamu tidak perlu khawatir karena uang rumah sakit itu berbeda lagi dengan uang bulanan dan ini adalah uang rumah sakit, tolong kamu obati dia nanti bawa dia ke rumah sakit, " pengacara tersebut langsung memberikan uang senilai 10 juta rupiah.


Padahal uang tersebut sangat banyak tetapi karena sang pengacara tidak ingin Azka kenapa-napa makanya dia memberikan uang yang cukup banyak.


"Ba...baik, pengacara tidak perlu khawatir kepada saya, saya pasti akan membawanya ke rumah sakit ,walau bapak tidak memberikan uang kepada saya karena dia sudah saya anggap sebagai anak sendiri, " kata paman itu tetapi kedua lengannya menerima uang yang telah diberikan oleh sang pengacara.


"Baiklah, Saya tidak banyak waktu lagi hanya itu yang ingin saya sampaikan dan melihat keadaan dia saya mohon maaf untuk pamit pergi, " pengacara tersebut membereskan barang-barangnya dan bergegas untuk pulang menuju mobilnya.


Bremmm... bremmmm


Terdengar mesin mobil yang menyala dan terlihat satu putaran mobil meninggalkan rumah paman Reiko.

__ADS_1


"Yeshhh..... akhirnya aku dapat uang buat judi lagi!!! " sang Paman bergembira nukan main mendapatkan uang tunai secara nyata di depan matanya.


Paman tersebut sama sekali tidak memberitahu terlebih dahulu kepada istrinya tetapi dia malah dengan senang hati langsung membawa ke tempat perjudian dan tempat dia bersenang-senang dengan orang lain.


"Asikk..... bakalan seru nih kalau aku bawa uang banyak, " sang paman mengipas-kipas dirinya menggunakan uang.


Azka yang tidak tahu apa-apa hanya masuk ke dalam kamar setelah melihat pamannya pergi untuk bermain judi lagi menghabiskan uang dia hanya pergi ke kamar mandi melanjutkan cuciannya yang masih menumpuk.


Ohhh Azka.... Sungguh malang nasibmu seharusnya kau yang berumur segini sepantasnya bermain-main dengan teman-temanmu menghabiskan waktu masa kekanakan.


Dan sang paman tidak pernah memasuki toko istrinya karena jika masuk sudah jelas istrinya akan memarahinya, karena walaupun dia datang dia pasti hanya meminta uang saja untuk bermain.


Dengan penuh gaya dan angkuh akhirnya sang Paman sudah memasuki area perjudian.

__ADS_1


"Yuhu..... ayo kita main-main, "pamana reiko yang di mana dia dulu sangat rajin untuk berjualan mencari uang dia sekarang malah kecanduan bermain judi dan mabuk-mabukan, tidak lupa memamerkan uang yang dia pegang kepada teman-temannya.


__ADS_2