Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 140 : Menyusup


__ADS_3

Iya, karena Laila sudah pasrah dan mereka berdua yang mengemudi akhirnya berhenti di sebuah perumahan kecil.


Sang ayah tiri dengan senyuman meminta mereka untuk diam di sana dan dia akan pergi ke rumah yang ada di depannya berwarna coklat keputihan dan juga rumah ini adalah rumah temannya yang di mana dia akan menjual Laila.


Ia, ternyata ini adalah rumah temannya dan dia bertugas untuk menculik anak-anak yang akan dijual ke berbagai negara atau bahkan ada juga anak-anak tersebut akan dikirimkan yang akan diambil organ tubuhnya yang masih berfungsi.


Ting nong....


Ting nong....


Pada malam hari pukul 09.30 sebuah bel berbunyi dan seorang pria yang ada di dalam rumah itu langsung membukakan pintunya.


"Siapas sih? " pria tersebut menjawab dengan penuh arogan.


Cklek...


Ketika pintu terbuka maka orang yang ada di dalam rumah tersebut langsung melebarkan matanya yang di mana ternyata itu adalah temannya.


"Wahh.... tumben sekali kamu datang ke sini ada apa? " tanya berita tersebut dengan gembira.


"Biasalah, aku membawa seseorang untuk kamu jual dan aku yakin dia itu banyak direbutkan oleh negara-negara lain apalagi wajahnya sangat cantik dan juga mulus, " ucapkan ayah tiri itu masih berdiri di depan pintu rumah temannya.


"Asekkk.... ya udah kamu masuk dulu ke dalam daripada ngomong di depan pintu nggak enak nanti, gimana anaknya apa udah kamu bawa? "tanya pria itu.

__ADS_1


Sang ayah tiri angsung balik lagi ke dalam mobil maka dia meminta ibunya untuk membawa Laila masuk ke dalam rumah itu, sang ibu kemudian dengan penuh paksaan dan juga kekerasan membawa Laila ke dalam rumah temannya.


Laila yang akan tahu dia dijual dia juga memberontak ingin melepaskan diri tetapi dia hanyalah anak kecil saja, dia tidak bisa melawan orang dewasa.


"Gakk.... pokoknya Laila nggak mau dijual Laila masih mau sama ibu, Laila mohon jangan jual Laila karena Laila tidak ingin berpisah lagi dengan ibu, " Laila terus aja memohon kepada ibunya tetapi ibunya sama sekali tidak memperdulikannya justru dia malah menawarkan dengan tamparan yang begitu keras ke pipinya Laila.


"Diam kamu! kalau kamu terus saja berteriak seperti itu kamu akan ibu pukul lagi! Percuma saja kamu memohon kepada ibu,ibu tidak akan pernah melepaskan kamu! " sang Ibu langsung membawa Laila masuk ke dalam rumah itu kemudian di saat itu juga mereka semua langsung masuk ke dalam terkecuali Azka.


Azka yang masih bersembunyi di dalam mobilnya diam-diam melewati pintu belakang keluar, dengan gerakan yang begitu pelan dia mengendap-ngendap untuk masuk ke dalam melihat apa yang telah terjadi.


Di sana dia mulai melihat kesakitan dan tidak ada yang melihat dirinya, setelah itu Laila yang diikat dengan keras oleh ibunya langsung dibawa oleh teman si Ayah tirinya.


Laila diberlakukan sangat kajian dia langsung diseret dengan keras oleh temannya mereka dan dibawa ke dalam sebuah kamar, dan di dalam kamar tersebut jendela saja tidak ada hanya ada lubang-lubang kecil untuk mereka bernapas.


Laila berteriak keras meminta tolong kepada mereka semua tetapi mereka yang tidak memiliki hati tidak mendengarkannya justru mereka malah bernegosiasi untuk menghasilkan uang.


"Gimana? Apakah kamu akan membayar dengan jumlah uang yang banyak? " ucapkan ayah tiri duduk di sofa yang sudah tersedia di dalam rumah itu.


"Santai.... anak kecil itu aku lihat memang lumayan dan aku yakin ketika aku menjualnya ke Eropa sudah jelas akan mendapatkan uang yang banyak, " kata teman si pria itu sambil merokok dengan tenang.


"Oke, kalau begitu kami tidak ingin lama-lama lagi di sini dan kami seperti biasa hanya meminta uang itu, " balas sang ayah tiri.


"Oke".

__ADS_1


Maka tidak banyak basa-basi lagi dan juga percakapan yang lain akhirnya teman si ayah tiri itu langsung mentransfer uang senilai 100 juta Pada rekening si ayah tiri.


" Oke! kalau begitu kami berdua pamit dulu tolong jaga dia baik-baik terserah apa yang akan kamu lakukan aku dan dia tidak akan peduli, " mereka berdua langsung berpamitan kepada temannya itu untuk pergi pulang ke rumah dan merayakan atas keberhasilan mereka mendapatkan uang yang banyak dalam waktu yang singkat.


Azka tidak bisa menahan emosi lagi dia tidak menyangka Kenapa orang-orang dewasa begitu jahat kepada anak-anak, bakar rela menjual anaknya sendiri demi uang.


Untung saja, Azka diam-diam sudah memasuki rumah tersebut ketika mereka berdua sedang asyik mengobrol jadi tidak ada yang mengetahuinya dan juga tidak ada CCTV yang mengintainya.


Laila ada yang dari tadi terus berteriak akhirnya merasa lelah juga dia mulai menidurkan dirinya di atas kasur kecil yang sudah tersedia di dalam ruangan kecil tersebut, Karena bagaimanapun juga dia tidak bisa meluruskan diri dari tempat itu apalagi jendela juga tidak ada.


Ckelek....


"Sip, jadilah anak pintar percuma saja kamu berteriak di sini karena tidak akan ada seseorang yang bisa mendengarmu apalagi menolongmu dan lagi pula kedua orang tuamu sudah menjualmu dengan harga yang cukup tinggi jadi kamu harus menuruti apa yang aku katakan, sekarang kamu tidur jangan membuang-buang energimu, " pria tersebut langsung tertawa terbahak dia bisa mendapatkan anak kecil di saat waktu yang menurutnya susah mencari seseorang.


Pintu langsung ditutup kembali dan terlihat air mata mulai bercucuran ke bawah membasahi kasur tersebut, laila sangat menyesalinya karena dia terus terang ingin bertemu dengan kedua orang tuanya, tetapi yang dia dapatkan ternyata adalah kebusukan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya dan semuanya sangat kejam menurut dirinya.


Laila sangat merindukan saudara-saudara yang ada di tempat rongsokan itu bahkan dia terus memanggil nama kakak terbesar supaya dia berharap bisa diselamatkan.


Jadi, tidak beberapa lama akhirnya dia pun tertidur pulas dengan mata yang penuh air mata.


Lampu sudah dimatikan dan suasana di rumah itu sangat sepi karena hanya dia saja yang tinggal di rumah tersebut, Azka yang melihat situasi aman akhirnya dia ingin menindaklanjuti aksinya untuk menyelamatkan Laila.


Diam-diam Azka mencari sebuah ruangan untuk menemukan Laila, ruangan itu tidak terlalu besar hanya ada beberapa kamar saja dan dia mencoba untuk memasuki ruangan tersebut satu persatu, tetapi ketika dia memasuki ruangan tersebut sama sekali tidak ada Laila atau bisa dibilang dia salah memasuki ruangan.

__ADS_1


Dengan kegigihannya dan rasa takut yang tidak ada akhirnya dia bisa menemukan sebuah ruangan yang sangat terkunci, dan hanya ruangan itulah yang terkunci. Azka sudah menargetkan kalau ruangan ini adalah tempat Laila berada.


__ADS_2