Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 14 : Taktik Bibi sarah


__ADS_3

Azka yang masih kecil itu baru saja pindah dari rumah Bibi yang satunya dan kemudian dia pindah ke rumah bibi Sarah dia mengira kehidupannya akan jauh lebih baik dari yang sebelumnya ternyata hal ini membuat dia sangat menderita sekali.


Jadi ketika sudah jam 12.00 malam Azka yang masih kecil itu mulai mencuci piring karena sudah lelah dan dia sudah hampir menutupkan matanya karena mengantuk, tetapi sangat beruntung dia bisa menyelesaikan semuanya Dan di saat itu juga dia mulai tertidur di samping lemari kecil dekat perabotan yang sudah dia cuci barusan.


"Hoamm....." dia mulai mengantuk dan menutupkan kedua matanya.


Kemudian sang bibi sarah melihat keponakannya tertidur,bukannya dia merasa kasihan atau iba dia malah membiarkannya saja dia tertidur di situ karena dia juga tidak ingin menggendong atau membawanya ke kamar karena malas.


Jam 2 malam,azka masih saja tertidur di samping laci kecil itu tetapi toko mereka baru saja tutup dan sang paman juga mulai merasa lelah kemudian tertidur di sofa tidak sempat pergi ke kamarnya.


"Hoahh..... hari-hari bikin Lelah aja,gini amat jadi orang susah lama-lama gue jadi malas dah hidup,"Sang paman reiko mulai mengeluh tentang kehidupannya karena setiap hari harus bekerja tetapi sama sekali tidak ada kemajuan untuk menjadi orang kaya raya.


Namun baru saja dia memejamkan kedua matanya.Dia teringat dengan keponakannya yang baru saja datang, dia mengingat tentang perjanjian yang baru saja pengacara itu Katakan kalau mereka bisa merawat keponakan itu dengan baik maka setiap bulannya mereka akan mendapat pesangon dari pengacara.


"Nah...... baru saja gua ngeluh ternyata keponakan gue memang ada manfaatnya nggak usah sia-sia harus bekerja keras kayak gini nanti juga setiap bulan gue bakal dapat uang," pikir paman reiko merasa tenang dan lega kemudian dia merebahkan dirinya di atas sofa sambil menghidupkan sebuah televisi dengan acara kesukaannya setiap malam.


Malam yang ramai kemudian menjadi sangat sepi karena para pelanggan mulai pergi dan di rumah itu sama sekali tidak memiliki anak sehingga Aska hanya sendirian.


Azka merasa kedinginan sekali sama sekali tidak ada selimut yang menyelimuti dirinya dari sebuah kedinginan.


Kini tubuhnya mulai merasa merinding dia tidak tahan lagi tidur di tempat yang sangat dingin, dan dia bangun ketika jam 04.00 dan mencari tempat untuk dirinya mencari kehangatan.


"Huhhhh....huhh...." rintihan rintihan kecil dari mulutnya dia merasa kedinginan dan tidak sengaja dia menemukan sebuah tirai pintu dan dia gunakan sebagai penutupnya.


Azka sungguh sangat malang sekali dia tertidur di bawah pintu di tengah-tengah karena dia merasa kedinginan dan tidak memiliki selimut akhirnya dia menyelimutinya dengan sebuah tirai.

__ADS_1


Tap....tap....tap....


Ketika sudah merasakan kenyamanan sang Paman Reiko terbangun karena dia kebelet ingin ke toilet buang air kecil, dia yang baru saja setengah sadar menuju ke toilet tetapi ketika melewati sebuah pintu yang tertutup tirai dia terkejut ketika membukanya ada Azka.


"Aa.......aa....." Paman Reiko tentunya sangat terkejut dan berteriak sangat keras yang membuat seisi rumah itu terbangun termasuk istrinya.0


Sang istri atau sang Bibi Sarah langsung terbangun juga mendengar jeritan dari suaminya dan bergegas menuju ke arah sumber suara, kemudian sang Bibi mulai bertanya apa yang telah terjadi sehingga membuat suara yang begitu keras.


"Pa...paman," azka polos masih mengucek kedua matanya dengan menggunakan tangan untuk memperjelas penglihatannya.


"Sii...siapa dia?" tanya pamannya pikun.


"Astaga............ masa kamu tidak tahu kalau dia itu adalah keponakan yang akan kamu urus," sandi bicara menjelaskan kepada suaminya mengenai azka.


"Lahh..... Lalu kenapa dia malah tidur di sini suruh dia tidur di kamar dong jangan ngalangin jalan," kata Sang paman.


"Hadeh...... di belakang kan ada kamar kecil itu bekas pelayan kita dulu nah kamu suruh dia tempattin aja lagian di sana kosong suruh dia beresin juga,"kata suaminya langsung bergegas pergi ke kamar mandi sambil buang air kecil,kemudian karena kemalasannya dia pergi lagi ke sofa untuk tidur lagi dan televisi masih hidup dari malam.


Azka diantar oleh bibinya pergi ke belakang rumah yang di mana di belakang ada kamar kecil dan ini harus ditempati oleh Azka.


Harusnya dia yang berumur 4 tahun ini masih membutuhkan kasih sayang dari orang dewasa dan juga masih halus melewati masa kanak-kanak yang bahagia.


Azka yang sudah diantar oleh bibinya akhirnya Pergi ke kamar dia merasa senang kemudian pergi ke tempat tidur untuk tidur lagi.


Namun......

__ADS_1


"Apa!!!!! Kenapa kamu tidak bilang bilang kepadaku kalau Azka akan dipindahkan ke saudara kita yang satunya kalau begitu maka penghasilan kita akan berkurang tahu!!! Pokoknya aku nggak mau tahu aku harus bawa dia kembali ke sini lagi karena kita butuh dia untuk mengambil harta semuanya!" terlihat sang Bibi yang pertama marah sekali sekitar pukul jam 05.00 ketika mengetahui asas sudah tidak ada di dalam rumahnya.


Sang paman yang pertama juga menjelaskan dia tidak ingin Azka keponakannya berada di sini menderita karena sikap istrinya, maka oleh sebab itu dia memerintahkan saudara yang satunya untuk merawat Azka dengan baik.


Kini sang bibi yang pertama terlihat gelisah sekali.Dia mulai membereskan dirinya dan bersiap-siap akan pergi ke rumah saudara yang satunya untuk mengambil Hak asuh dari Azka karena dia mengambilnya secara diam-diam maka dia harus mengambilnya kembali.


"Ingat! kamu jaga saja david anakmu di sini sekarang. Aku akan mencoba dia kembali dan kamu nggak boleh ikut campur!" terlihat sang Bibi yang pertama marah-marah dan dia mengambil kunci mobilnya di atas laci kecil dan mengambil sebuah tas kemudian menuju ke tempat rumah saudaranya.


Di sisi lain,bibi sarah baru saja menyadarinya dia takut saudaranya akan mengambil hak asuhnya kembali, dengan hal itu dia akan membujuk azka untuk tinggal di sini bersamanya.


"Huh..... Pokoknya aku harus buat rencana dulu," bibi sarah sudah mempersiapkan rencananya dari awal kemudian dia pergi ke tempat kamarnya Azka dan diam-diam dia mulai berkata dengan sangat lembut sekali.


Bibi Sarah kemudian melihat Azka yang tertidur,dengan sangat lembut dia membelai rambutnya seperti anaknya sendiri ,kemudian Azka yang merasakan hal itu langsung terbangun.


"Bibi?".


" Azka..... maafin di bibi ya atas tindakan yang semalam, soalnya semalam Bibi sangat capek banget makanya Bibi minta bantuan sama kamu, Bibi sebenarnya tidak ingin menyusahkan kamu tetapi karena semalam sangat mepet jadinya tidak sengaja meminta bantuan sama kamu, Bibi janji kalau kamu akan tinggal di sini Bibi akan merawatmu dengan baik dan setelah besar nanti Bibi akan menyekolahkanmu," ucap sang Bibi dengan sangat sembuh seolah-olah Dia memberikan kasih sayang sebagai seorang ibu.


Azka yang masih kecil tentu saja mengganggu justru dia sangat senang mendengar apa yang dikatakan oleh bibinya Sarah.


"Bener bi? setelah nanti saya akan di sekolah kan?".


" Lah.... tentu saja sebagai seorang anak kamu harus sekolah dan menjadi orang yang berpendidikan biar nanti kamu kerjanya nggak susah kayak kami," sahut sang bibi itu.


"Nahh..... semisalnya nanti kalau ada pengacara atau ada orang yang bertanya Kamu ingin tinggal di mana ?maka kamu bilang saja kamu ingin tinggal sama bibi Sarah oke???"bibi sarah langsung tos pada azka.

__ADS_1


Tentu azka dengan cepat sangat setuju dia yang masih kecil tidak mengetahui apa itu rencana jahat dari bibinya, dan tidak mengetahui tentang warisan karena pengacara sendiri akan memberitahu dan memberikan warisan itu kepada azka ketika dia sudah berumur 20 tahun dan mewarisi perusahaan yang masih berdiri.


Sang bibi sarah dia adalah orang yang terkejam Walaupun dia menggunakan teknik yang begitu lembut menipu anak kecil.


__ADS_2