Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 29 : Trauma


__ADS_3

"Wah...... lihatlah senjataku sangat keren sekali apakah kalian ingin mencobanya? ini adalah senjata yang aku impikan sejak dulu, andai Aku tahu kalau ada hal seperti ini mungkin dari dulu aku sudah melakukannya, "Jak tidak pernah lepas dari pandangannya melihat senjata yang dia bawa tadi.


" Dasar kau! Andaikan saja tadi kau tidak mengambil senjata itu mungkin kita sudah bisa lolos, "Dino memarahi Jak karena tingkahnya.


" Maaf, aku selalu tergila-gila dengan senjata ini jadi aku tadi tidak bisa melepaskan dari pandangannya, "ucap Jak.


Dan Azka, kakinya langsung terbalut dengan kain putih tidak lupa dioleskan oleh-obat setelah itu dia mulai merebahkan diri di atas kayu yang ditutupi dengan kain tipis.


" Yaps..... rencana kita sudah berhasil kita harus melanjutkan rencana yang akan kita lakukan, "Rehan tidak sabar ingin menyelesaikan masalah ini.


Tito sebelum melakukan perundingan dengan teman-temannya dia segera menghampiri Azka, dan menghadap ke Azka dan langsung berterima kasih sepenuh hati karena Azka telah membantu dirinya di saat tadi.

__ADS_1


" Sudahlah, tidak perlu seperti itu aku sangat malas melihatnya kau juga sering membantuku dari misi-misi sebelumnya jadi aku akan membalasnya tahu, "balas Azka merasa tidak enak dengan ekspresi yang telah dilakukan oleh Bang Tito.


" Hahahahahy....... kalau ini terlalu dramati sekali sudahlah aku merasa lapar aku cabut dulu ya mau beli makanan nanti aku bawa ke sini untuk kalian, "kata dino mobil.


" Siap...... Ingat jangan lupa makanan kami harus enak, "pinta Jak.


" Kau ini, daripada kau di sini tidak ada kerjaan sama sekali mending temenin aku beli makanan keluar ayo cari udara, "ajak Dino yang hampir menuju pintu keluar.


Kini Di Dalam Gubuk kaca tersebut hanya ada Azka Tito dan juga Rehan.


" Tapi, kalau Azka seperti ini apakah dia besok masih bisa melakukan rencana kita? tetapi alangkah baiknya kita biarkan Azka beristirahat dulu dan biarkan kita yang beraksi saja, "Rehan yang duduk di samping Tito memberi usulan untuk tidak mengajak Azka.

__ADS_1


Namun Azka, tentu saja tidak menerima hal seperti itu dia langsung berdiri dan mengatakan kalau dirinya baik-baik saja bahkan dia mulai melakukan lari di tempat mengisyaratkan kalau dirinya baik-baik saja dan tidak terluka parah.


"Yayayaya..... sudahlah baiklah-baiklah,kami akan membawamu sekarang kamu istirahat dulu jangan memaksakan diri oke? "Rehan ingin tertawa melihat tingkah Azka yang masih kekanak-kanakan seperti itu.


Tito sekali lagi termenung dan bertanya kepada Azka Apakah dia tidak ingin sekolah seperti yang lainnya? Apakah azka tidak ingin kuliah dan memiliki teman-teman sebayanya melakukan perjalanan dalam dunia pendidikan.


"Tidak, aku sama sekali tidak menginginkannya aku sangat membencinya,aku justru lebih bahagia di sini bersama kalian walau bisa dibilang ini adalah tempat yang berbahaya, " azka memilih untuk tidak kuliah seperti yang lainnya karena dia memiliki rasa trauma yang begitu berat pada masa lalu.


Tito dan rehan hanya mengangguk memahami ceritanya tanpa banyak bertanya lagi karena dia tahu bagaimana berada di posisi itu.


Kini di gubuk kecil,mereka bertiga mencoba saling bercerita satu sama lain menunggu Dino membawa makanan.

__ADS_1


__ADS_2