Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 164 : Kalah


__ADS_3

"Yeng zi..... Apa benar Kita semua harus membunuhnya? Entah kenapa dia sangat menyeramkan sekali di saat ini, " Shao yang memegang sebuah tongkat bisbol merasa ketakutan melihat ekspresi dari wajah Azka.


"Halah..... kalian semua jangan diam saja dan kalian jangan perlu khawatir apalagi takut dia itu sendirian dan kita bertempat.... "Yeng Zi sama sekali tidak takut padahal ini adalah hal buruk yang akan dia dapatkan karena tindakannya.


Azka mengadapi Dao karena dirinya menyerang terlebih dahulu, Azka dengan sangat mudah sekali menghindari serangan dari bocah-bocah tengil seperti itu dan dia dengan tangan kanannya langsung memukulnya dengan sangat keras kemudian menendang ke arah tubuhnya dao sehingga dirinya tersungkur ke bawah dan membuat terluka.


"Kan! Sudah kubilang kalian jangan takut kalau kita membunuh dia apalagi dia sekarang menyerang kita terlebih dahulu dengan ganas! ! " Yeng Zi terus saja berteriak meminta teman-temannya untuk menghajarnya padahal dirinya sendiri belum memulai apapun.


Azka hanya tersenyum kejam dia dengan kedua tangannya langsung menjatuhkan lawannya dengan sangat mudah sehingga hanya Yeng Zi seorang diri belum melakukan perlawanan juga belum mendapatkan pukulan.

__ADS_1


"Bos..... aduh sakit banget sekarang giliran Bos aja deh, " Shao merasa kewalahan sekali dan dirinya juga merasa kesakitan pada bagian tubuhnya dan meminta Yeng Zi untuk mencoba melawannya.


"Dasar! memang punya teman tidak butuh semua tidak dari dunia pendidikan bahkan dunia perkelahian juga kalian memang tidak ada becusnya! " Yeng Zi menghina bahkan merendahkan teman-temannya itu harus kemudian dia menghadapi Azka sendirian tetapi baru saja dirinya mengangkat pukulan , Azka dengan mudahnya langsung menangkis kemudian menendang kakinya sehingga kakinya hampir patah.


"Akhh!!!! kakiku sakit banget! ! "teriak Yeng Zi.


"Yeng Zi.... mendingan kita kabur saja dari sini kalau tidak kita semua dalam bahaya Aku tidak tahu dia sangat kuat sekali, " Dao memintanya untuk segera masuk ke dalam mobil dan pergi dari tempat yang seperti itu.


"Eits..... kalian semua mau pergi ke mana? Bukankah kalian itu sangat berkuasa di kampus dan tidak ada yang berani mengalahkan kalian? tetapi kalian membuntutiku dari tadi hanya ingin memberiku pelajaran? Bukankah ini adalah tempat yang sangat cocok untuk membunuh seseorang atau mengubah seseorang sehingga tidak ada seorangpun yang mengetahuinya? "Azka berbicara dengan datar dan sangat dingin sekali sehingga membuat mereka sangat ketakutan dan berlari menuju ke dalam mobil.

__ADS_1


Azka yang melihat hal itu masih tersenyum dengan dinginnya membuat Yeng Zi menggas mobilnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Awas aja Azka!!!..... Aku tidak tahu kenapa kau sangat kuat sekali tidak seperti di kampus kau terlihat sangat lemah bahkan di kalau bela diri juga kau sangat lemah sekali! "Yeng Zi berbicara seperti itu dengan nada kecil dan didengar oleh teman-temannya dengan keadaan yang sangat panik.


Yeng Zi sebenarnya sudah setengah mati ketakutan dari tadi Tetapi dia masih saja dendam kepada Azka dan dirinya tidak ingin melepaskannya begitu saja.


"Yeng Zi, Kenapa kamu tidak meminta bantuan kepada ayahmu saja bukankah dia ketua geng? dengan begitu maka akan ada beberapa orang yang mengajarnya dan membuat Azka kewalahan dan tersingkir dari kampus kita, " Dao memberikan saran.


Yeng Zi yang mendengar saran itu setuju dan dia tahu apa yang harus dilakukan.

__ADS_1


__ADS_2