
Azka kemudian duduk lagi di sebuah kursi dekat tanaman kecil dia baru menyadari kesalahannya kenapa dia harus ikut campur urusan mereka Padahal mereka tidak mengenal Azka.
"Tito....emmm...anu....... Maafkan aku aku tidak mendengarkanmu tadi Entah kenapa aku tidak terima saja wanita diperlakukan seperti itu," azka merasa menyesal sekali dan meminta maaf atas tindakannya yang gegabah itu.
Tito langsung menghela nafas menahan nafasnya dan menghembuskannya secara perlahan.
"Huhhh...... sudah aku bilang jangan pernah mengurusi orang lain tetapi tidak apa-apa lah aku juga merasa bersemangat sekali tadi," kata rehan.
"Iyah, Sudahlah biarin saja mereka itu badannya aja yang besar tetapi kekuatannya lemah sekali kayak anak kecil," ejek jak.
"Bener tu, padahal kan aku lebih pendek dari mereka tapi aku nggak sengaja malah matahin kakinya tahu, sudahlah Azka kamu tidak perlu khawatir lagi dan mereka itu hanya badan ana besar tapi mentak kecil saja dan kamu tidak perlu mengkhawatirkannya aku yakin wanita itu akan baik-baik saja nantinya,"ucap rehan mencoba menenangkan Azka yang sedang gelisah.
Azka setelah mendengar kata-kata dari teman-temannya itu mulai tenang dan tidak mengkhawatirkannya tetapi kemudian tito sebagai teman yang terbesar mulai mengatakan hal yang membuatnya tidak bisa tidur.
Tito mengatakan sebenarnya perkelahian itu sangat mudah karena mereka hanyalah orang-orang kecil tetapi yang mereka takutkan adalah kalau yang mereka lawan tadi itu memiliki geng atau perkumpulan lainnya yang membuat kekacauan hal ini bisa saja dilaporkan kepada ketua geng zizulla.
"Tapi.... walaupun juga mereka ingin membuat keributan tentu saja anggota kita lebih banyak dan juga anggota kita yang lebih kuat dari yang lainnya," kata rehan.
Tito sekali lagi diam dan dia mengatakan beberapa kalimat kalau sebenarnya mereka bukanlah anggota mafia yang terbesar ternyata masih ada anggota mafia mafia yang lainnya tersembunyi yang lebih kejam dan mereka sebagai anak buah tidak boleh menimbulkan keributan yang merusak reputasi geng zizulla.
"Waduh..... kalau begini ceritanya bahaya banget nih Bagaimana kartu akan menghukum kita karena kita membuat keributan di luar?" Jak seketika langsung panik, takut terkena hukuman dari ketua karena hukuman dari ketua sangatlah berat bisa mengancam nyawanya.
Azka semakin panik dia mulai memikirkan cara agar tidak terjadi keributan dan hal ini tidak ada akan terdengar kepada ketua geng zizulla.
__ADS_1
Kini mereka berlima semakin panik tidak tahu harus berbuat apa dan disaat sembuh semuanya kadang-kadang takut mendapat hukuman dari ketua tiba-tiba.
"Duarr......... Kenapa kalian semua Malah panik dan bengong? dari tadi aku hanya bercanda saja tahu emangnya kalian tidak tahu kalau ketua kita adalah ketua terbesar dari kota Zheng peng? Makanya kalau ada informasi itu dibaca dan diingat baik-baik sekarang kalian malah panik kan?"Tito tertawa terbahak-bahak karena melihat ketegangan dari teman-temannya itu dan Dia merasa puasa kali sampai perutnya merasa keram karena tertawa puas.
Azka langsung menyipitkan kedua matanya menandai Tito karena sudah membuatnya hampir jantungnya saja.
"Kamu.......aa.........." azka Habil tidak tahan lagi dan dia langsung meminum sebuah bir yang ada di depannya.
Jak,Dino,rehan tidak bisa tinggal diam jika mereka dibohongi oleh Tito maka mereka mulai memberikan isyarat-isyarat untuk melakukan sebuah tindakan kepada Tito.
"Siap?" kata Rehan.
"Siapppp....".
Jak dan Dino segera berdiri dan memegang kedua lengan tito kemudian Rehan berdiri di hadapannya itu langsung menggelitiknya dan membuatnya tertawa.
Azka kemudian ikut tertawa melihat tingkah teman-temannya yang seperti ini dan dia merasa sangat beruntung sekali bisa ditemani oleh mereka semua walau mereka bobrok.
"Gakkk...... kami semua tidak akan mengampunimu pokoknya kamu harus merasakannya.....," jak terus saja menggelitikinnya tak mampu kemudian azka Mengehtikannya.
"Stoppp.... sudah-sudah kalian jangan terlalu lama-lama jika tidak dia akan kehabisan nafas dan dia akan meninggal tahu," kata azka.
Lalu mereka bertiga langsung melepaskan diri dan meminta maaf kalau mereka ternyata khilaf sambil mengucapkan beberapa ejekan-ejekan kecil.
__ADS_1
"Aduh...bener kata azka, kalau kalian terus menggelitiku aku bisa mati tahu karena hal yang konyol seperti ini," ucap tito.
Lalu mereka langsung minum secara bersamaan dan berselang lagi dan waktu ternyata sudah menandakan pukul 10.00 malam mereka harus pulang ke mereka untuk tidur karena mereka semua tidak memiliki rumah hanya markas kecil sebagai sebuah kontrakan untuk tempat tinggal mereka.
Kini mereka langsung berpamitan kepada pelayan yang lainnya dan membayarnya setelah itu bergegas menuju ke sepeda motor untuk pulang ke markas.
Bremmmm....bremmmmm....bremmmm....
"Heh, ingat ya kalian itu sudah mabuk dan juga ini sudah malam jangan main ngegas ya naik motornya," tito sebagai orang yang tertua selalu mengingatkan kepada teman-temannya agar tidak melakukan hal yang gegabah.
Kini mereka beriman setelah puas langsung sampai ke Markas tidak banyak kata-kata dan banyak berbicara langsung merebahkan dirinya di atas sepanjang masing-masing yang sudah tersedia.
Azka, melihat teman-temannya sudah tertidur pulas dia juga ingin sekali menjadi orang yang tenang tetapi pikiran-pikiran dan kenangan masa lalunya selalu mengganggunya yang membuat dia selalu mengingatnya dan menjadi orang yang lemah.
Tiba saatnya,semua cerita langsung ke Azka yang berumur 4 tahun yang di mana dia masih Tinggal bersama bibinya.
Karena pertengkaran sang Paman dan sang Bibi akhirnya sang Paman diam-diam menelpon saudara yang lainnya untuk segera memberi Hak asuh kepada mereka karena paman memberitahu bahwa mereka tidak bisa mengasuhnya karena banyak pekerjaan.
"Iya? Kalau kalian tidak bisa menghasuhnya tidak apa-apa bawa saja dia kekemari," jawab saudara yang ada di teleponnya dengan salah senang sekali karena bagaimanapun dia akan mendapatkan pasangan dan uang setiap bulannya.
Sang paman tetapi diam-diam meminta saudaranya untuk datang Ketika istrinya tidak ada karena jika istrinya ada maka hak asuhnya tidak akan pernah diberikan.
"Oke, aku akan ke sana kabari saja jika istrimu tidak ada," ucap saudara yang ada di teleponnya kemudian menutup telepon genggam.
__ADS_1
Setelah itu, sang Pama pergi bekerja dan dia tahu kalau malam istrinya akan tidur cepat, karena hari ini istrinya pergi bekerja dan melakukan banyak kegiatan.
Sang paman yang sudah bekerja ini memanggil saudara yang lainnya setelah itu meminta untuk segera datang ke rumah karena istri dan anaknya sudah tertidur.