Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
S2 Bab 115 : Pesan


__ADS_3

Di saat itu, masih saja mereka berdua berada di dalam gudang dalam keadaan sang ketua yang merasa tersakiti dan sekarat karena tubuhnya penuh dengan luka dan membuatnya merasa tersiksa.


Sang ketua terus saja memohon kepada Azka untuk segera membunuhnya dan mengakhirinya sekarang juga agar tidak merasakan sakit yang begitu parah.


"Hahahaha..... ternyata melihat orang tersiksa seperti ini sangat menyenangkan sekali bagiku, Kenapa tidak dari dulu aku selalu seperti ini? " Azka masih saja tertawa.


"Plisee....!!! "


Azka yang sudah muak mendengar kata-kata dari ketua untuk segera membunuhnya akhirnya dia dengan terpaksa dengan penuh kebencian,mengarahkan pistolnya kemudian menembak ke arah bagian kepala secara berulang-ulang kali yang membuat sang ketua meninggal dunia di saat itu juga.


"Sial! Sebenarnya aku masih ingin bermain-main dengannya tetapi kata-katanya membuat telingaku terganggu, " Azka setelah itu menyimpan senjatanya dan mengambil handphone milik sang ketua yang sudah rusak setelah itu dia mengambil kartunya dan memasukkan ke nomor handphonenya.

__ADS_1


Dia melakukan hal itu karena dia ingin melakukan beberapa rencana setelah kartu tersebut dimasukkan dia mencari sebuah nomor yang di mana nomor tersebut adalah milik dari bawahan dari sang ketua yang sangat dipercaya.


Ttuut.... tutt.... tutt....


Bawahan yang sedang bersenang-senang dengan teman-temannya tiba-tiba mendapatkan panggilan telepon dari ketua dan dia bergegas mengangkatnya tidak ingin melewatkan sedetik pun.


"Halo ketua? halo.... " anak bawaan itu bernama Ziren, dia terus memanggil ketua.


"Hai..... halo kamu seekor anj*g yang selalu nurut dengan perintah orang lain" ucap Azka.


"Eits..... kamu jangan banyak tanya di sini aku hanya meneleponmu karena ingin menginformasikan beberapa informasi yang penting".

__ADS_1


" Apa? katakanlah".


"Oke, mulai sekarang bubarkanlah Geng Mafia Zizulla, karena dari pemimpin mereka atau ketua mu sudah meninggal dunia, dan bubarkan sesuai peran aku jika tidak maka kamu sendiri dengan yang lainnya akan menanggung akibatnya, " Azka yang sudah meneleponnya dan memberikan informasi tersebut langsung mematikan handphonenya dan dia juga memberikan alamat keberadaan dari sang ketua.


Ziren yang memiliki badan dan otot yang begitu besar sama sekali tidak percaya kalau pemimpinnya itu sudah meninggal dunia dan dia mungkin ini adalah candaan dari ketua.


Ketika Ziren dengan bawahan-bawahan lainnya datang ke tempat yang sudah diinformasikan. Dia sangat terkejut dan syok karena melihat pemimpinnya sudah mati dengan sangat mengenaskan.


"Ketua!!!! ketua apakah kamu masih bisa mendengarku? siapa yang melakukan semua ini kepadamu, " Ziren berharap kalau ketua masih hidup tetapi apalah daya dia sudah mati dan keadaannya pun sudah dingin.


Ziren kemudian langsung mendapatkan pesan dari nomor ketua dan meminta untuk segera membubarkan dari Geng Mafia Zizulla.

__ADS_1


"Cih..... kalau dia mati mungkin aku yang akan menggantikannya mustahil aku akan membubarkan geng yang begitu besar, "Ziren dengan kejahatannya sangat serakah sekali dan tidak menuruti apa yang diberikan pesan oleh Azka.


Azka melakukan hal ini karena dia tidak ingin ada keributan dari daerahnya dan ingin ada kedamaian saja, dan Azka ingin menguasai kota tersebut demi keamanan, dan tidak ada lagi kekerasan atau pembunuhan secara terang-terangan yang tidak bisa diadili oleh hukum.


__ADS_2