
Mereka langsung berhenti di sebuah perumahan dan itu adalah rumah yang dimiliki oleh sang ibu Laila.
Laila tahu kalau ini bukan rumah lamanya tetapi dia juga sangat bersyukur sekali bisa bertemu dengan ibu kandungnya.
"Azka... laila... ayo kamu turun dulu dan masuk ke dalam jangan sungkan anggap saja Ini rumah kalian sendiri, " ucap sang Ibu menuntunnya ke dalam rumah dan mereka berdua langsung duduk di sebuah sofa.
Dan sang pria yang di mana dia adalah Ayah tirinya dari tadi hanya berdiam saja tidak banyak bicara seperti ibunya, mungkin karena dia adalah Ayah tirinya makanya dia tidak terlalu banyak kenangan dan tidak terlalu banyak tanda tanya.
Sang pria langsung menghidupkan sebuah televisi untuk mereka tonton dan memilih sebuah channel kartun.
Kemudian, setelah itu Ayah tirinya langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil beberapa air minum dingin untuk disuguhkan kepada mereka berdua.
"Ini, kalian berdua pasti kecapean dan minumlah selagi minuman ini sangat dingin, "kata Ayah dirinya dengan sangat murah senyum.
Azka melihat keluarga ini seperti baik-baik saja dan ayah tirinya mungkin akan menerima laila.
" Oh iya Laila, dia ini adalah Ayah baru kamu dan kamu tidak perlu takut untuk memanggil dia Ayah, mulai sekarang kita adalah keluarga, "kata sang ibu yang duduk berdempetan dengan ayah tirinya.
__ADS_1
" Iya ayah, ibu.... "Senyum laila.
Kemudian, Laila langsung bertanya kepada ibunya apakah boleh dia mengadopsi Azka sebagai kakaknya.
Nah, setelah mendengar apa yang ditanya oleh Laila sang Ibu langsung terdiam dia tidak tahu harus berbuat apa.
" Emmm Laila,kenapa kamu ingin dia menjadi kakak kamu? Bukannya ibu tidak ingin mengurusnya tetapi ibu ini belum tentu bisa merawatnya dengan baik apalagi sekarang kebutuhan ibu sangat banyak dan pengeluaran juga cukup banyak, "ujar ibu dengan sedih.
Azka langsung menjawab dia tidak perlu dirawatnya.Tetapi dia bisa kembali ke tempat yang kemarin dia juga sangat senang kalau Laila bisa bertemu dengan keluarganya.
Kemudian, Ayah tirinya langsung berpamitan ingin pergi ke dapur untuk mengambil beberapa camilan. Dan meminta mereka untuk berada di ruang tamu dan jangan kemana-mana.
Setelah itu, sang Ibu langsung menyusulnya dari belakang dan pergi ke dapur untuk bertemu dengan ayah tirinya.
Di saat itu, Azka dan Laila berada di sofa melihat rumah baru yang akan ditempati oleh Laila. Azak langsung memberikan selamat kepada Laila karena bisa berkumpul lagi dengan keluarganya.
Azka di saat itu karena sudah meminum air yang dingin dia ingin buang air kecil dan bertanya kepada Ibu Laila untuk pergi ke toilet.
__ADS_1
Tap... tap.. tap...
Azka dari belakang melangkahkan kakinya dan pergi ke dapur untuk bertanya kepada Ibu Laila mengenai tempat toilet, namun hal yang dikejutkan adalah dia mendengar beberapa kalimat yang membuat dia sangat merinding dan ketakutan.
"Terus? kenapa kamu harus merawat hias Seharusnya kamu tadi tidak turun, " ucap Ayah tirinya dengan marah.
"Sayang, aku juga tidak tahu kalau aku akan bertemu dengan anakku lagi padahal kemarin aku sudah meninggalkannya di tempat konser dan aku pikir dia sudah mati, " ucap sang ibu dengan sangat kejam dan ternyata itu adalah rencananya sendiri.
"Iyah, aku juga heran kenapa dia bisa bertemu dengan kamu lagi".
" Yaudah, kamu jangan marah-marah aku janji sama kamu pasti akan menyingkirkan anak aku lagi"ucap sang ibu.
"Itu si Azka, pakah kamu bisa menyingkirkan dia? ".
" Sudah, Intinya kamu tenang saja Aku janji aku akan menyingkirkan Azka secepat mungkin di saat ini juga dengan begitu aku bisa menyingkirkan anak aku dengan mudah".
"Oke di tunggu,bagaimana kalau kita jual saja mereka berdua ke tempat penculikan? " ide yang sangat kejam sekali yang diutarakan oleh ayah tirinya.
__ADS_1