Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 79 : Menyamar


__ADS_3

Mereka karena berada di daerah sang ketua tentu saja dia akan menjadi buronan dan akan cepat ditangkap.


Karena memiliki beberapa ide akhirnya mereka berempat langsung pergi ke sebuah toko aksesoris yang di mana mereka mulai mencari beberapa barang untuk mengubah gaya mereka agar tidak diketahui.


"Wahh..... apakah aku harus memakai jenggot agar aku terlihat seperti kakek tua? "Jak Mulai mengambil jenggot itu dan mengaca di depan sebuah cermin.


" Hemmm...... aku rasa aku hanya perlu mengganti rambutku dengan memakai kacamata mungkin aku akan terlihat berbeda, "Azka langsung mengambil sebuah kacamata putih yang di mana kacamata tersebut terlihat seperti orang yang sangat culun.


Rehan dia sangat bingung dia tidak tahu harus berbuat seperti apa, kemudian di dalam mereka terus mencari-cari barang yang mereka inginkan.


Kini rehan sangat beruntung sekali dengan penglihatannya dia melihat sebuah kumis yang dimana Kumis ini sangat cocok sekali untuk dia.


"Hahahaha...... aku rasa aku kumis ini sangat cocok untukku dan aku akan seperti seorang bapak-bapak, "Rehan langsung mengambil kumis tersebut sebagai daftar belanjaan yang akan dibeli.


Kini Dino terbengong melihat teman-temannya sudah mendapatkan tampilan apa yang mereka inginkan, Dino terus melihat-lihat kesakitannya untuk mendapatkan barang yang cocok untuk dia.


Tapi setelah beberapa kali dia memutar tempat tersebut dia tidak tahu harus berbuat seperti apa dan dia tidak menemukan barang yang dia inginkan.


"Ahhh..... daripada kamu mondar-mandir terus dari sini dan membuat waktu kita terbuang cukup banyak, aku punya ide untuk kamu, " Jak seperti biasa dengan kecerdasannya memiliki beberapa ide yang cemerlang.


Jak langsung tersenyum sangat lebar seolah-olah dia menandakan akan berbuat jahil kepada Dino. Dino sebenarnya sudah memiliki firasat buruk kalau dia akan dikerjai oleh temannya Jak, tetapi mau bagaimanapun juga dia tidak bisa menolaknya harus bergegas sekarang juga.


Di mobil.....


"Mama, sebentar lagi kita pulang mama jangan lupa pakai sabuk pengamannya, "Jak yang awalnya duduk di depan dia kini duduk di belakang bersama Azka.

__ADS_1


" Hmmmmmm..... "Dino hanya tersenyum dengan begitu datar karena ternyata penampilan yang dia dapatkan adalah menjadi seorang ibu-ibu yang di mana dia memakai kosmetik yang cukup tebal dengan pakaian-pakaian yang sangat seksi.Bahkan tidak lupa memakai wig untuk memanjakan rambutnya.


Jelas mereka semua tidak tahan melihat penampilan baru dari dino, seorang anggota mafia yang sangat menakutkan dan pembunuh yang sangat handal dia justru memiliki penampilan seperti seorang waria saja.


"Ahhh...... sudahlah kalian jangan terus melihatku jadi aku merasa sangat aneh sekali, andai kalau waktu tidak mepet pasti aku akan menghajarmu Jak, "Dino ternyata memiliki cukup dendam yang amat kuat kepada temannya itu Jak.


Jak pun hanya tersenyum kecil dia selalu membuat suasana menjadi sangat riang.


" Dino, apakah kamu tidak ingin memakai beberapa alat lagi? "kata Jak.


" Apa!!! aku pikir aku akan menjadi lebih baik dari yang sebelumnya tetapi setelah kau mendandani ku aku seperti orang gila saja! "Dino mulai meninggikan suaranya menjawab kata-kata dari Jak.


Jak masih saja dia penuh candaan langsung memberikan sebuah bantal kecil kepada dino yang ada di depan, ternyata bantal kecil itu digunakan untuk menjadi orang-orang yang sedang hamil.


" Akhh...... ya sudahlah baiklah aku akan memakainya kalau itu membuat kalian puas terhadapku, "dengan penuh ke jengkelan dan penuh keterpaksaan dia memasukkan bantal kecil itu ke dalam baju perutnya Dino.


Di sana mereka tidak seperti sebelumnya mereka harus berakting sebagai seorang yang mereka tampilkan saat ini, karena mereka pasti akan melewati perbatasan dan di mana perbatasan tersebut dijaga oleh beberapa anggota mafia dari sang ketua.


Bener saja, mereka melewatinya dan ternyata ada beberapa anak buah yang sedang menjaganya yang di mana ternyata keempat muka mereka sudah ditempelkan di sebuah tiang dan ditandai dengan sebuah catatan dicari.


Azka yang melihat wajahnya sendiri dengan teman-temannya di sebuah tiang dicari dia sangat merinding sekali takut ketahuan.


Dan ketika akan melewati perbatasan itu mereka semua mencoba untuk menenangkan diri masing-masing agar tidak terlalu gugup dan diketahui kalau mereka sedang berbohong.


Mereka dengan cepat langsung mengatur nafas mereka masing-masing, di perbatasan itu bahkan kendaraan seperti sepeda kecil saja diberhentikan untuk ditanya beberapa identitasnya.

__ADS_1


Rehan mulai gugup sekali ternyata di depan banyak orang yang memegang senjata yang cukup kuat,kalau mereka akan kabur sekarang semuanya sudah terlambat karena ada beberapa mobil yang ada di belakang mereka.


Rehan juga dia harus menghadapinya dengan berani jika tidak semuanya akan hancur apalagi mereka tidak memegang senjata sedikitpun.


"Dino...... maafin aku ya karena aku selalu membuatmu kesal, aku rasa Aku adalah orang yang sangat beruntung bisa bertemu dengan kalian semua, " ujar Jak kepada teman-temannya seolah-olah memberi kata-kata terakhir untuk perpisahan.


"Apaan sih" balas Dino.


"Iyah, aku rasa kita tidak bisa melewati perbatasan dengan aman dan kita semua akan terbongkar setelah itu kita akan tewas dibunuh oleh mereka semua, " kata Jak dengan mudahnya menyimpulkan sesuatu yang tidak diketahui.


Azka yang mendengar temannya itu berkata seperti itu dia dengan keras mencubit pinggangnya untuk menyadarkan dirinya segera.


"Heh! kamu kira kita menjadi anggota mafia kita tidak banyak tantangan? bukankah kita sudah beberapa kali melewati rintangan dan kita masih bisa selamat? Kenapa dengan hal seperti ini kamu harus takut dan merasa kamu akan kalah? "Azka meyakinkan kepada teman-temannya untuk tidak takut dan fokus kepada penampilan mereka masing-masing dengan artinya.


" Baik! " jawab mereka dengan serentak untuk bersemangat.


Satu per satu mobil sudah maju ke depan dan mendapatkan beberapa pemeriksaan. Kini giliran mereka dibawa ke depan kemudian ada seorang pria yang di mana di samping kanannya ada sebuah pistol, dan pria tersebut dengan tegas langsung menanyakan identitasnya seperti KTP.


Rehan yang berhadapan langsung dia sangat gugup kemudian dia beralasan kalau dia sedang buru-buru dan lupa membawa Kartu identitasnya.


Kemudian orang yang memeriksa identitas itu meminta untuk Jak dan Azka yang ada di belakang memberikan identitasnya.


"Sial, jika mereka mengetahui identitasku mungkin kita semua akan terbongkar, "pikir Azka yang hampir kehabisan akalnya.


Azka karena didorong oleh mereka untuk memberikan kartu identitas terpaksa dia mengambil kartunya yang ada di saku, dia sebenarnya tidak memiliki kartu identitas dan bersiap-siap akan mengambil senjata tajam yang ada di sampingnya.

__ADS_1


Tetapi, semua itu tidak terjadi karena tiba-tiba dino yang berperan sebagai seorang wanita langsung berteriak dan merasa kesakitan karena perutnya akan segera melahirkan.


__ADS_2