Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 54 : Mama Xifeng


__ADS_3

Sang bibi sarah you were tadi bb aja langsung pulang ke rumahnya, dan ketika sampai ke rumahnya dia tidak melihat keberadaan suaminya.


"Azka.... azka.....! " teriak bibinya yang baru saja pulang dari pekerjaannya.


Azka yang tengah asik bermain dengan kucing yang baru direaksinya langsung mendengar teriakan dirinya kemudian bergegas menghampirinya.


"Ii... iya.... " Sambil menyimpan kucing yang diarsinya ke bawah kolong panjang agar tidak diketahui.


Azka baru saja dipanggil belum beberapa menit langsung menghampiri bibihya karena takut dimarahi.


"Azka, apakah pamanmu belum pulang dari tadi? " tanya bibinya yang gerah melepas hak tingginya ke rak sepatu miliknya.


"Emmm.... soal itu saya tidak tahu tetapi dia tadi sudah pergi, "kata Azka.


"Owhh.... baguslah, kalau dia sudah pergi baguslah itu kesempatan, "bibi sarah yang umurnya sudah hampir 40 tahunan langsung menelepon kekasih selingkuhannya tersebut dan memintanya datang ke rumah karena saat ini suaminya sedang tidak ada di rumah.

__ADS_1


Dan kata Otw pun di ucapkan.


Di sisi lain, Xifeng yang di mana dia adalah anak orang kaya raya pulang ke rumahnya dengan keadaan wajah babak belur hal tersebut langsung diperhatikan oleh ibunya yang sangat mencintainya.


"Aku pulang ibu..... " Xifeng yang baru saja pulang dari sekolahannya langsung merobohkan diri di atas sofa tidak lupa mengangkat kedua kakinya di atas meja.


Ibunya yang awalnya asik menonton TV tiba-tiba dia terkejut melihat wajah anaknya yang babak belur.


"Xifeng..... xifeng..... apa yang terjadi kepada dirimu kenapa Wajahmu seperti ini? " tanya ibunya yang penuh kekhawatiran dan penuh rasa manja.


"Apaaa!!!!!! berani-beraninya dia melawan kamu apakah kamu tidak tahu kalau kamu itu adalah anak orang yang kaya raya yang memiliki harta yang banyak? apakah dia tidak mengenal kamu sehingga dia berani melawan kamu? "ibunya sama syok langsung meminta para pelayannya untuk membawakan obat untuk mengobati luka memar yang ada di wajah anaknya.


" Emmmm..... iya bu, dia itu tidak kaya seperti kita dia itu adalah anak miskin tetapi dia sendiri malah marah-marah nggak jelas lalu kelahi deh, "Xifeng menjelaskan kepada ibunya bahwa dirinya tidak bersalah dan dia selalu benar.


Ibunya yang selalu memanjakan anaknya langsung tidak terima dan dia akan bersiap-siap besok datang ke sekolah untuk meminta keadilan.

__ADS_1


" Oke sudah, pelayan tolong kamu obati dia jangan sampai dia terluka.Aku tidak ingin melihat wajah tampan anak saya terlihat seperti ini, "ibunya sangat memanjakannya sekali.


Bahkan karena terlalu panik dia hampir membawanya ke rumah sakit tetapi Xifeng sendiri tidak ingin dibawa ke rumah sakit karena ini adalah luka biasa.


Jadi, ibunya tidak sabar ingin menunggu kedatangan hari esok untuk meminta keadilan secara langsung di sekolah dan menghukum Azka.


Dan mereka melewati malam-malam yang seperti biasa, dan paman Azka juga baru saja pulang sambil bermain-main.


Ketika pulang jam 12 malam, sang paman akan pulang dan sang selingkuhan akan pulang keluar.


Sungguh hari-hari yang penuh drama.


Esok hari,sang paman masih belum memberitahu kepada istrinya kalau dia mendapatkan uang lebih dari pengacara Azka.


Dan paman seperti biasanya hanya bermalas-malasan dan tidak melihat kepergian istrinya untuk pergi bekerja.

__ADS_1


__ADS_2