
Azka hanya bisa menunggu kepergian dari neneknya untuk berbelanja, di saat itulah dia akan mulai beraksi untuk pergi dari tempat ini.
Dia mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak terlalu panik di tempat ini, lagi pula di tempat ini tidak terlalu mengerikan tidak seperti tempat-tempat yang sebelumnya.
Azka kembali ke dalam kamarnya dan berbaring lagi, dia menunggu waktu beberapa saat.
"Azka...... ayo cepat bangun sekarang waktunya kamu makan, "Teriak Neneknya dengan cukup lantang walaupun dia sudah tua.
Azka langsung terbangun dia melihat jamnya dan ternyata dia sudah tertidur selama 2 jam lebih, yang artinya dia sudah ketinggalan kepergian dari neneknya di saat berbelanja.
Dengan begitu dia hanya bisa pergi ke meja makan dan makan.
Di sana banyak sekali makanan-makanan yang enak bahkan setiap hari dan setiap waktunya makan mereka akan berubah-ubah menu.
Karena perut yang sudah keroncongan dia tidak bisa mengelak lagi dan mulai makan.
"Wahhh.... cucuku terlihat sangat lapar sekali ya? " Nenek langsung menghasilkan sebuah ayam yang dibakar dengan lembut olehnya.
Azka menerimanya dan makan bersama nasi dan lauk pauk yang ada.
__ADS_1
Di ruangan itu hanya tiga orang saja dan meja makanan yang penuh dengan berbagai macam.
Azka sudah merasa sangat Kenyang sekali dan tentu saja sang nenek memaksanya untuk segera makan dan menghabiskan semuanya.
Inilah sebenarnya yang ditakutkan oleh Azka, Azka mengira kalau dirinya Hanya Sekali Saja diperlakukan seperti itu ternyata setiap makan sang nenek memintanya untuk dirinya maka banyak bahkan menghabiskan semua makanan yang tidak muat di dalam perutnya.
"Ta... tapi nek, Azka ke... kenyang" jawab Azka gugup.
Seperti biasa, sang nenek langsung memegang garpunya merasa itu bentuk ekspresi amarah dari sang nenek.
Azka hanya bisa fokus untuk makanan dengan pelan-pelan, dia hanya bisa menunggu kepergian dari sang nenek dan sang kakek dari tempat itu.
Ketika membuangnya, ternyata diam-diam sang nenek berada di belakangnya memperhatikan Azka.
"Azka, siapa yang menyuruhmu membunuh makanan itu? "Sang nenek terlihat marah dengan penuhpenuh tanda tanya.
" Ne... nenek..... "Azka terdiam seperti patung tidak tahu harus berkata apa.
Akhirnya sang nenek tidak bisa diam lagi dan menghampiri Azka.
__ADS_1
" Cepat makan! nenek tidak mau kamu itu sakit-sakitan, dan ini hanya ingin kamu tunggu dewasa itu saja jangan pernah membuang makanan ! jika sekali lagi kamu membawa makanan maka nenek tidak akan memaafkanmu bahkan tidak akan pernah memberimu makan, "sang nenek mengancamnya.
" Tapi nel, Azka kenyang, Akza minta tolong jangan paksa untuk makan semuanya biar nanti azka makan lagi, "ujar Azka menangis.
" Gak! cepat makan! ".
Setelah melalui hal itu, Azka yang merasa dirinya selamat dari bara bahaya kini justru dia lebih parah lagi.
Malam tiba.....
Azka setiap malam pasti akan didatangi oleh sang nenek dan melihatnya apakah dia sudah tertidur apa belum.
Setelah mengeceknya, Sang nenek akan pergi dari kamarnya dan tertidur.
Di saat itu, Azka ternyata masih belum tidur padahal waktunya sudah jam 10.00 malam, Dia kemudian diam-diam turun ke bawah dan melihat keberadaan sang nenek dan sang kakek.Sudah terlihat ternyata mereka sudah tertidur di atas ranjang mereka.
Azka balik lagi ke kamar dan dia ingin merencanakan turun dari jendela ke bawah menggunakan tali, walau dia tidak bisa menemukan tali dia ingin membuat seperti yang ada di film-film, dia ingin membuat tali dari baju-baju yang disambungkan.
Tapi Azka merasa hal itu sangat mustahil dan sulit, bahkan memakan waktu yang lama.
__ADS_1