Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 91 : Area


__ADS_3

Maaf ya~~~


Kenapa ceritanya adalah tentang pembunuh bayaran tetapi belum ada ceritanya? Maaf ya kak, ceritanya berawal dari dia masih kecil hingga dia menjadi seorang pembunuh bayaran jadi tolong sabar aja masih ada episode yang cukup banyak.... 😘




Nyamm.... nyamm.... nyam.....



Azka yang sudah menemukan makanan sisa sudah kenyang, dia merasa puas tetapi dia tidak ingin setiap hari harus seperti ini dan mencari makanan di tempat sampah.



Dari raut wajahnya terlihat sangat bingung entah apa yang harus dia lakukan, bahkan di umur segini dia hanya bisa menjadi beban orang dewasa saja.



Azka yang masih berumur 8 tahun ingin mendapatkan uang dan makanan,tetapi dia tidak tahu harus berbuat apa.


__ADS_1


Dia kemudian melihat beberapa anak yang lewat membawa sebuah gitar kecil dan juga sebuah wadah, setelah itu dia juga melihat kesakitannya yang agak jauh dan ada seorang pengemis jalanan meminta uang.



Karena dirinya juga bingung akhirnya dia hanya bisa mengikuti dengan lingkungan sekitarnya, kemudian dia dengan wajah melasnya duduk di sebuah pinggir jalan raya yang cukup ramai, ternyata dia melakukan seperti itu untuk mengemis dan mendapatkan uang.



Setelah dia duduk di pinggir jalan dengan waktu beberapa jam akhirnya ada seseorang yang memberikan beberapa uang kecil kepada dirinya, matanya berbinar dengan sangat terang penuh kebahagiaan.



Azka tidak menyangka kalau hanya dengan duduk saja dia bisa mendapatkan uang walau itu bisa dibilang uangnya sedikit.Tapi Azka terlihat senang sekali karena sore ini dia tidak perlu kelaparan dan bisa membeli makanan.




Sore hari, uang yang dia dapatkan dari orang lain ternyata sudah cukup untuk membeli makanan dan minuman, dia tidak banyak pikir panjang lagi pergi ke sebuah warung dan membeli beberapa cemilan dan makanan yang dia inginkan.



"Bu... beli ini ya, " Azka mengambil makanan yang dia ingin beli dan membayarnya dengan uang yang receh.

__ADS_1



Azka yang sudah mendapatkan makanan itu kembali lagi ke tempat asalnya untuk mengemis lagi, tetapi sangat heran kebahagiaan itu tidak pernah memiliki waktu panjang yang sangat lama, masalah selalu saja datang menghampiri dirinya seolah-olah itu adalah takdirnya.



Azka yang sedang duduk menunggu pemberian orang lain tiba-tiba kedatangan beberapa anak-anak dengan ukuran cukup tinggi bisa dibilang dia berumur 17 atau 15 tahunan, dia adalah anak-anak yang beranggota 5 orang.



"Kamu! Ngapain kamu ngemis-ngemis di tempat ini? ini adalah tempat kami untuk mengemis kamu tidak ada hak di sini! " ucap seorang pria dengan berbaju putih dengan kucel dan badannya yang tinggi bisa dibilang dia adalah orang tertua dari sini.



Azka menjawab kalau di sini tidak ada aturan siapa saja yang boleh mengemis dan tinggal di sini.



"Oh...... Ternyata kau tidak tahu siapa kami ya? Aku perintahkan kamu untuk segera pergi dari sini sekarang juga kalau tidak kamu akan menyesal, " ucap pria itu mengancamnya.



"Tidak, jalan seperti ini bukanlah tempat nenek moyangmu atau tempat tinggalmu maka siapapun berhak ada di sini, " Azka yang masih kecil itu menjawabnya tetapi hal itu membuat mereka berlima sangat marah dan dengan penuh ke paksaan membawa Azka pergi ke belakang rumah dekat pinggir-pinggir gedung kecil.

__ADS_1


__ADS_2