
Mereka berempat dengan sebuah Abu yang dibawa pergi ke tempat kekasihnya Bang Tito.
Senyuman Alexa begitu lebar sekali melihat kedatangan mereka semua ke sini dengan mengharapkan apa yang dia inginkan akan terwujud.
"Ehhh maaf... Titonya mana ya? " tanya Alexa dengan penuh ragu-ragu karena tidak melihat keberadaannya di saat dia datang.
Ketika mereka hendak menjelaskan semuanya kepada Alexa tiba-tiba ibunya Alexa datang dengan penuh banyak tanya.
"Wahh..... kalian semua datang bagaimana dengan pria yang kemarin yang ingin melamar anak saya?apakah dia sudah mendapatkan uangnya? "sang ibu mulai Ikut senang juga karena yang dia inginkan begitu banyak dari Bang Tito.
Tapi Azka, kedua lengannya rasanya ingin dia cengkram dengan begitu erat dan melampiaskannya,hampir tidak bisa menahan emosinya.
" Alexa, ibu......sekali lagi kami semua minta maaf karena teman kami bang Tito tidak bisa melamar anak ibu, "kata Dino mewakili semuanya berbicara kepada mereka berdua di depan rumah mereka yang cantik tersebut.
" Cih..... sudah kubilang pacarmu itu tidak bisa menikahimu itu! dan dia tidak benar-benar mencintaimu ! buktinya sekarang dia tidak datang ke sini karena dia tidak bisa membawa apa yang Ibu inginkan! ! "Sang ibu terus saja mau mengomel kepada Alexa karena tidak percaya kata-kata dari ibunya.
Azka tidak tahan lagi dengan penghinaan ibunya Alexa kepada Bang Tito yang di mana dia sudah tiada.
Alexa Sebenarnya dia hampir saja kecewa karena dia tidak jadi dilamar oleh kekasih yang dia cintai Bahkan dia sangat kecewa karena orang yang dia cintai itu tidak datang saat ini.
"Bu! ini semua gara-gara ibu andai saja Ibu tidak meminta mahar yang begitu banyak kepada dia mungkin dia sekarang masih ada di dunia ini Bersama kita dan merayakan pernikahan bersama anak ibu dengan bahagia! "Azka dengan penuh emosi mengungkapkan apa yang dia ketahui kepada Ibu Alexa dan Alexa yang ada di depannya.
Alexa menjadi sangat bingung dengan perkataan dari Azka.
" Hah? ma... maksud kamu apa? " Alexa sebenarnya ingin sekali pendengaran dia itu salah dengan apa yang dikatakan oleh Azka.
"Iya, kami semua datang ke sini karena ingin memberi selamat kepada kalian dan Kami membawa Abu dari bang tito untuk dibawa ke depan Alexa, "Azka meminta Dino untuk segera memberikan Abu yang dia bawa ke Alexa.
__ADS_1
Alexa yang mengetahui semuanya tentu saja langsung shock, dia sangat tidak percaya orangnya Dia cintai sudah tiada di dunia ini.
" Ini, maaf dia tidak bisa menepati janjinya untuk menikahimu.Tetapi dia sudah berusaha semaksimal mungkin bahkan dia rela mempertaruhkan nyawanya demi menikahimu, "Dino langsung memberikan Abu Bang Tito.
" TIDAKK!!!!!!!!! "Alexa langsung menjerit histeris setelah menerima Abu Tito, dia seperti kehilangan jiwanya menangis tersedu dengan nada yang cukup sangat tinggi.
Sang ibu merasa tidak enak dan kasihan sekali kepada anaknya karena dirinya menangis melihat kekasihnya sudah meninggal dunia.
"Nak... nak... maafkan ibu nak, " sang Ibu ingin mencoba menenangkan anaknya dengan membelai rambutnya tetapi semua itu ditolak mentah-mentah oleh anaknya sendiri.
"Tidak! Ini semua karena Ibu andai saja Ibu tidak meminta yang begitu banyak kepada dia mungkin dia sudah menikahiku sekarang! Alexa cukup nurut kepada Ibu tetapi kenapa ibu tidak pernah nurutin apa yang Alexa inginkan, Alexa hanya ingin bahagia dengan kekasih Alexa itu saja sudah cukup. . . . hiks.... hiks... hiks..... "Alexa masih menangis marah tapi kepergian kekasihnya dengan memegang sebuah tempat yang berisi abu.
Azka juga sebenarnya sudah tidak tahan lagi ingin meneteskan air matanya karena kantong matanya sudah hampir penuh, dia juga tidak tega melihat kekasihnya menangis begitu dalam melihat kepergian kekasihnya.
"Baik, kami ucapkan terima kasih karena kami ada urusan, setidaknya kami sudah memberitahu kepada kalian apa yang telah terjadi, " Dino mulai berpamitan kepada Alexa dan ibunya untuk pergi dari tempat itu.
Alexa bahkan tidak peduli apa yang diomongkan oleh ibunya sekarang dia sangat menyesal sekali kemarin tidak melawan apa yang diinginkan oleh ibunya.
Jak setelah menaiki mobil dia hanya bisa melambaikan tangan kepada kekasihnya Alexa dan juga ibunya Alexa karena mereka akan pamit.
Tiba-tiba ketika mereka semua terdiam di dalam mobil tidak tahu harus berkata apa-apa Rehan ternyata sudah diam-diam meneteskan air matanya tanpa dia sadari.
"Han, air matamu sudah turun ke bawah dengan begitu banyak kenapa kau tidak mengelapnya? apakah kau ingin aku membantumu mengelap air matamu itu? " Jak mencoba untuk mengelap air matanya Rehan tetapi tentu saja ditolak karena rehan merasa sangat jijik.
Rehan yang masih dalam keadaan menyetir menarik baju bagian bawahnya kemudian mengelap air matanya di saat itu juga.
Tapi ada hal yang sangat menjijikan lagi dari hal itu , ternyata Dino diam-diam langsung membersihkan ingusnya di dalam mobil yang membuat mereka semua langsung melihat ke arahnya.
__ADS_1
"Ahh.... sial.....ternyata kau sangat jorok sekali, "Azka yang duduk di sampingnya mengembalikan badan untuk tidak melihat ke arah Dino.
" Hehehehehhe, maaf aku sedang pilek jadi aku.... "belum saja berbicara rehan langsung berhenti karena dia melihat anak buah dari Sang ketua yang sedang berjaga di depan lampu merah.
Rehan sebelum terlihat oleh mereka semua dia langsung membelokkan mobilnya untuk segera menghindari.
" Buset...... belum juga satu hari lagi mereka udah mengincar kita, "kata Jak.
" Dih, kalian jangan terlalu pede bisa jadi memang kerajaan mereka di sana, "kata rehan.
" Lah? Terus kenapa kok malah menghindar dari mereka semua? "tanya Jak.
" Yah Kita juga harus berhati-hati jangan seenaknya langsung lewat di depan mereka tiba-tiba kalau kita ditembak mati gimana? "kata rehan.
Hammmm.......
Mereka yang dari awal terus bercanda akhirnya mereka mode serius karena takut ditemukan oleh anak buah sang ketua.
" Eh...... kita balik lagi ke markas kita? "tanya Dino
" Iyah pasti, karena di daerah ini banyak sekali orang yang mengenali kita dan tentu saja kalau kita sebagai buronan kita akan sangat mudah ditangkap oleh mereka, "Azka menjelaskan kepada mereka semua.
Kini mereka akan pergi ke markas mereka yang kecil tersebut untuk membuat rencana selanjutnya tetapi sebelum itu mereka juga harus berjaga-jaga untuk menghindari dari anak buah yang terus berlalu Lalang.
Jak memiliki ide karena di dalam mobil mereka tentu saja mobil ini akan diketahui oleh mereka yang sedang mencarinya, dan juga mereka berempat akan sangat mudah diketahui kalau mereka berpenampilan seperti itu.
Jadi jak meminta mereka semua untuk melakukan akting atau membuat beberapa penampilan yang berbeda.
__ADS_1