
"Azka, biar aku beritahu kepada kamu dia adalah pemimpin di sini yang bernama Feng, dan aku adalah wakil dari dia, dan Chelsie adalah sekertaris, dan Ana bendahara, dan kedua pria ini Tetta dengan Zeng Peng bertugas pada keamanan, dan satu lagi nanti kamu datang ke sini pukul 02.00 siang, itu saja"kata Victoria.
Feng sebagai pemimpin dari klub ini sama sekali tidak peduli dari perkenalan tersebut justru dia tidak menghargainya dengan cara pergi meninggalkan tempat tersebut dan tidak menyapa dari anak buah barunya.
"Loh? Kenapa dia pergi apa yang telah terjadi? " Victoria bingung bertanya kepada teman-temannya.
Chelise menjawab mungkin dirinya cemburu karena Victoria terlalu dekat dengan mahasiswa baru.
Victoria yang baru saja mendengar kata-kata dari dirinya tentu saja tertawa dia mengatakan tidak mungkin pemimpin itu menyukai dirinya apalagi Victoria bisa dibilang wanita yang sangat gila dan juga wanita yang sangat bobrok.
Azka tidak ingin memasuki dunia perkelahian cinta dia langsung berpamitan kepada Victoria dan kakak senior yang lainnya.
Azka dan Bee Akhirnya sudah keluar dari ruangan tersebut dan azka merasa lega sekali.
__ADS_1
"Hey..... ternyata banyak sekali yang menyukaimu bahkan Victoria yang terkenal itu juga bisa menyukaimu, " Bee berkata seperti itu sambil berjalan mundur dan menghadap kepada Azka.
Azka dengan kedua tangannya langsung mendorong Bee, yang membuat dirinya terjatuh di hadapannya dengan jarak yang cukup jauh.
"Awhh..... apa yang kamu lakukan Kenapa kamu mendorong ku? "tanya Bee yang masih belum tahu apa-apa, tetapi ketika dia melihat ke depan langsung tercengang.
Azka melakukan hal itu bukan karena suatu alasan yang tidak penting ternyata dari lantai atas Yeng Zi menjatuhkan sebuah tinta cumi-cumi yang dikumpulkan dan ingin membuangnya ke arah mereka.
Azka setelah itu membantu temannya berdiri dan dia hanya bisa melihat ke atas dengan tatapan yang biasa saja, Azka juga tidak peduli apa yang dilakukannya setelah itu pergi meninggalkan tempat tersebut yang sudah terkena kotoran tinta.
"Emmmm..... makasih banyak ya kamu sudah menolongku mungkin tadi aku pikir aku berbuat salah sehingga kamu mendorong ku begitu saja, " kata Bee yang terus saja berbicara di sepanjang jjalan.
"Bee, kita berpisah sampai di sini dulu ya aku mau ke suatu tempat dan aku tidak bisa membawamu, "kata Azka berpamitan.
__ADS_1
" Okok".
"Oh iya, sekali lagi terima kasih dan laptopnya aku pinjam dulu sehari".
Dan mereka berdua pisah.
Azka sudah mengetahuinya kalau Yeng Zi tadi melakukan hal itu hanya untuk dirinya dan dia tidak tahu alasannya kenapa Yeng Zi melakukan seperti itu.
Baru saja Azka berlari menuju ke dekat parkiran mobil untuk menenangkan dirinya tiba-tiba kedatangan Ying yang ternyata terus membuntutinya dari tadi.
"Astaga..... ini cewek kenapa sih dari tadi malah ngikutin aku terus, " Azka bahkan hampir tidak tahan dengan dunia perkuliahan ini dibanding perkelahian.
Ying dengan senyuman dan tetapan yang begitu penuh cinta dia membawa satu botol minuman dan juga satu kotak makanan. Ying dengan sangat berani langsung menghampirinya kemudian dia mengatakan makanan tersebut dia yang membuatnya dan dia ingin memberikannya untuk makan siang.
__ADS_1