Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 39 : Mulainya Penderitaan


__ADS_3

Kembali


.


.


Yap, kembali lagi ke masa Azka yang masih berumur 8 tahun dia kini sudah memasuki dunia sekolah dan juga mendapatkan asuhan dari paman dan bibinya.


Karena pamannya selalu bermain judi dan menghabiskan uang,akhirnya bibinya menjadi sangat marah dan membuat hubungan mereka menjadi sangat rentan sekali hingga Azka tidak mendapatkan perhatian sama sekali bahkan makan juga tidak pernah di urus.


Kini hari senin, Azka akan bersiap-siap pergi ke sekolah tetapi ketika dia menuju ke meja sarapan seperti biasa tidak ada makanan sama sekali.


Azka hanya bisa mengambil air keran untuk dia minum karena air galon saja tidak pernah diisi oleh mereka.


Azka walau masih kecil tetapi pemikirannya sudah Cukup dewasa dia akan selalu bekerja keras menjadi orang yang berpendidikan dan juga belajar dengan sangat giat.

__ADS_1


Pagi ini, sang paman tidak ada di rumah dia seperti biasa akan bermain-main dengan yang lainnya untuk mabuk-mabukan.


Dan bibi sarah, dia jauh berbeda sekali dari suaminya yang di mana dia berpenampilan sangat cantik rapi dan juga seperti gadis saja.


Kini sang Bibi setelah selesai melakukan make up dan juga berpakaian dengan rapi dia akan segera keluar untuk menjaga tokonya itu.


Ya, bahkan Azka hampir setiap hari tidak mendapatkan uang saku dari bibinya, tetapi dia sama sekali tidak marah kepada bibi dan Papanya makan dia beruntung karena diurus oleh mereka.


Padahal,Azka tidak tahu kalau dirinya memiliki uang yang begitu banyak hasil dari peninggalan orang tuanya.


Azka seharusnya diantar oleh kedua orang tuanya Tetapi dia hanya tinggal bersama paman dan bibinya, dia juga sekarang hanya jalan kaki sendirian.


Tapi semangatnya untuk belajar tidak pernah pudar karena hal ini.


Tak sadar akhirnya Azka yang sudah melangkahkan kakinya beberapa menit yang lalu sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah, ketika masuk ke dalam tidak lupa seorang satpam menyambutnya dengan begitu baik.

__ADS_1


"Pagi Azka... " sambut pak satpam.


"Pagi juga pak, " kata Azka.


Lalu dia masuk ke dalam rumah dan di sana dia seperti biasa mulai belajar, ketika dia masih kecil yang berumur 8 tahun dia tidak pernah memikirkan baju, pakaian, hingga tas karena semua ini telah disiapkan oleh bibinya,inilah alasan dia semangat belajar walaupun bibinya terlihat cuek bagi dirinya tetapi dirinya selalu memberikan peralatan untuk dia sekolah.


Singkat Waktu....


Hingga kini Azka sudah berumur 14 tahun,dia memiliki tubuh yang cukup tinggi dan sikap yang disiplin.


Azka seperti biasa dia akan pergi ke sekolah mencari ilmu, tetapi akhir-akhir ini bibinya tidak pernah mengurus tentang Azka, bahkan pakaian yang dipakai sudah terlihat sangat kusam dan tidak layak dipakai oleh Azka.


Dan azka sebenarnya ingin sekali membeli sepatu seperti yang lainnya tetapi dia sangat takut meminta kepada bibinya.


Azka dulu memberanikan diri meminta sebuah buku cerita yang ada di sekolah yang dijual,tetapi sang bibi bukannya membelikannya melainkan dia malah memarahinya, dan Azka malah diberi hukuman tidak makan seharian dan membereskan rumah.

__ADS_1


__ADS_2