Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 40 : Teguran


__ADS_3

Awal pagi....


Dedauan yang berguguran,angin yang begitu sejuk, dengan suara burung yang bernyanyi riang.


Kini sudah melewati tempat tersebut semuanya menjadi hancur dengan suara kendaraan yang berlalu Lalang.


Azka terlihat menyedihkan sekali dia jalan dengan perlahan benar rasa sakit yang ada di punggungnya, walau dirinya tidak sarapan di pagi hari tetapi dia masih memaksakan dirinya untuk pergi masuk sekolah.


Di kelas, Azka duduk dengan Xiao, dia adalah anak yang memiliki badan cukup gemuk dengan kacamata tetapi dia adalah anak yang baik. Xiao lah yang menjadi sahabatnya bahkan dia juga pernah memberikan makan siangnya kepada Azka.


Xiao sebagai sahabat yang mengetahui apa yang telah terjadi kepada Azka, makanya dia selalu prihatin kepada Azka dan terus membantunya walau tidak seberapa.


Pakaian yang kusam dan wajah yang melas,Azka hari ini menara rasa sakit dan pergi ke sekolah kemudian sesampainya di sekolah dia langsung duduk di meja.


Azka tidak terlalu memiliki banyak tambahan karena banyak sekali orang-orang menjauhinya karena menganggap Azka ini miskin.

__ADS_1


Kemudian Azka hanya mengambil sebuah buku yang di mana buku ini adalah temannya dan dia terus membaca buku untuk memahami materinya.


Di kelas ada dua guru yang berbeda,Guru Chi Fen adalah guru yang baik, dia adalah guru yang sangat lemah sekali kepada anak-anaknya dan tidak memakai kekasaran.


Dan Fao Jing, dia adalah bu guru yang di mana memiliki watak yang sangat kejam sekali bahkan dia tidak banyak berpikir jika marah langsung memukul murid-murid.


Chi Fen adalah guru kesayangan Azka karena dia cepat memahami materi yang diajarkan oleh guru Chi Fen.


Kini Xiao sahabat yang sudah datang dan mereka berdua layaknya seperti seorang saudara berbincang-bincang membahas sesuatu yang tidak kita ketahui.


Alaram sekolah berbunyi ini menandakan semua orang harus masuk ke dalam kelas masing-masing dan mengikuti pembelajaran.


Azka tidak seperti yang lainnya jalan ke mana-mana dan bermain satu sama lain dia hanya duduk di mejanya dan membaca buku.


Kebetulan hari ini Bu Fao Jing yang mengajar mereka bahkan orang-orang juga sangat membenci guru ini karena terlihat sangat kejam.

__ADS_1


"Pagi! " Bu Guru Fao Jing langsung masuk ke dalam dan mengucapkan selamat pagi setelah itu ia duduk dan meminta semua anak-anaknya untuk mengangkat tangan ketika mengabsen.


Bu guru Fao jing akhirnya sudah mengakses semua anak-anak dan hari ini tidak ada satu orang pun yang bolos, bu guru langsung mengambil sebuah kapur untuk menulis materi yang akan mereka bahas kali ini.


Azka hari ini karena kelelahan dia tidak sengaja menidurkan dirinya di atas meja, ketika jam pelajaran bu guru Fao Jing dia tertidur dan Xiao sebagai sahabatnya mencoba untuk membangunkan Azka.


"Az.. az... bangun, " kata Xiao yang takut.


Lalu setelah beberapa kali mendapatkan teguran dari sahabatnya, bu guru Fao Jing akhirnya mengetahui kalau Azka sedang tertidur ketika dia sedang mengajar.


"AZKA! " bu guru tidak karuan Langsung melempar penghapus ke arah Azka dan material memanggilnya dengan sangat keras sekali yang membuat Azka langsung terbangun dan meminta maaf.


"Maa... maaf, " Azka tidak selayaknya seperti anak-anak lain dia ketika terbangun dari tidurnya langsung bersujud meminta maaf kepada guru.


Hal ini sepertinya sudah terbiasa bagi Azka melakukannya.

__ADS_1


__ADS_2