Azka Pembunuh Bayaran

Azka Pembunuh Bayaran
Bab 43 : Luka


__ADS_3

Xiao yang sudah melihat bagian belakang tubuh Azka langsung merasa panik bahkan dirinya mulai merinding tanpa berpikir panjang dia berlari keluar untuk menemui ibu guru Chi Fen.


"Azka.... a... aku.... aku pamit dulu keluar ya mau ke toilet sebentar, " Alasan Xiao.


"Oke".


Xiao dengan kedua kakinya mencoba untuk melangkahkan kakinya dengan cepat dia tidak sabar ingin memberitahu informasi tersebut kepada ibu guru.


Xiao sudah mencari kemana-mana tetapi guru tidak ada.Bahkan dia sudah sampai ke kantor sekolah tetapi masih belum menemukannya.


Akhirnya dia menemukan ibu guru di depan perpustakaan dengan nafas yang terengah-engah dia menghampirinya.


"Bu.... ibu...Azka.... Azka....! " Xiao bahkan hampir tidak bisa berkata-kata karena kelelahan sudah berlari cukup jauh.


"Xiao..... coba Tenangkan dirimu nafas secara perlahan jangan terburu-buru Ibu masih ada di sini, " ucap Ibu guru yang mulai menenangkan Xiao.


Atas bantuan dari bu guru akhirnya Xiao mulai merasa lega dan dia dengan kelelahan menjelaskan apa yang telah dilihat.

__ADS_1


Xiao mengatakan kepada ibu guru kalau Azka ternyata memiliki luka yang cukup parah di belakang tubuhnya.


"Yang benar? " Ibu Chi Fen bahkan hampir tidak percaya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Xiao.


Jadi mereka berdua bergegas untuk menghampiri Azka yang ada di dalam kelasnya yang sedang menikmati makan siang.


Bu guru sebenarnya sudah mencurigai Azka dari awal kalau dirinya sedang memiliki masalah.


Bu Chi Fen akhirnya sekali lagi mengajak azka untuk pergi ke ruangan UKS, Azka yang sudah makan siang awalnya menolak ajakan dari ibu guru tetapi karena dari bujukan ibu guru yang baik hati itu akhirnya akan menerimanya.


Bu guru meminta Azka untuk segera mengungkapkan yang sebenarnya karena Ibu guru sendiri sudah mengetahui.


Azka ingin menjelaskannya tetapi dia malu-malu karena ada orang yang berada di ruangan UKS ini.


Bu chi Fen akhirnya meminta ketika wanita tersebut untuk segera keluar dan memberikan waktu untuk Azka dan dirinya berbicara empat mata.


Atas bujukan ibu guru, Azka akhirnya dengan perlahan membuka pakaiannya di ruangan UKS dengan sedikit malu dan menahan rasa sakit ketika membuka.

__ADS_1


Azka yang sudah membuka pakaian membelakangi ibu guru dan menunjukkan luka-luka yang dia dapatkan.


"Hahh....... " ibu Chi Fen sampai ternganga tidak bisa menutup mulutnya karena terkejut dengan apa yang telah dia lihat.


Bu Chi Fen merasa sangat sedih sekali melihat muridnya memiliki penuh luka dan penderitaan.


"Azka...... apa yang terjadi kepada kamu siapa yang tega melakukan hal ini kepada dirimu? " ibu Chi Fen bahkan hampir menangis karena tidak tega.


Bu Chi Fen dia langsung bertindak mengambil sebuah kapas dan juga beberapa obat.


Kemudian bu Chi Fen meminta Azka untuk menahannya karena dengan memberikan obat akan mendapatkan rasa sakit di awalnya saja.


"Tahan ya azka".


Kini bu guru mulai mengobatinya dengan perlahan dan penuh rasa kasih sayang, Azka hanya merintih dengan perlahan mana rasa sakit.


" Azka... . kalau kamu seperti itu ya terus apakah kamu bisa menahan selamanya?Azka....seharusnya kamu jujur kepada Ibu supaya Ibu bisa membantumu sebisa mungkin, "Ujar sang ibu Guru Chi Fen.

__ADS_1


__ADS_2