
Di kampus tersebut Azka yang baru pertama kali masuk mencoba untuk mengelilinginya dan berbaur dengan kehidupan baru yang akan dia jalani.
Tentu ketika dia berjalan-jalan untuk melihat-lihat banyak sekali para wanita yang melihat dan memperhatikannya.
"Jadi seperti ini rasanya bisa bersekolah lagi, " ucap Azka.
Azka dulu bahkan sudah melewati beberapa kelas dan dia bisa memasuki kampus ini karena dia menggunakan berkas-berkas palsu dan ijazah yang palsu.
Pulang Sekolah.....
Dia pulang tidak membawa mobil bahkan tidak membawa motor apalagi sepeda tetapi dia jalan kaki dan dengan perlahan menuju ke halte bis.
__ADS_1
Ketika menunggu bis dia dengan santainya mendengarkan lagu melalui earphonnya. Setelah menunggu dengan murid-murid yang lainnya akhirnya bis itu sudah sampai dan Azka langsung naik ke bis itu mengikuti siswa yang lainnya dan duduk di bagian kiri dekat jendela setelah itu dengan santai merilekskan dirinya.
Ketika bis jalan, dia masih mengingat kenangan-kenangan di kota ini dan ini adalah kota yang banyak dikuasai oleh beberapa anggota mafia, tetap saja kenangan-kenangan masa lalunya selalu teringat apalagi kenangan sahabatnya yang meninggal dunia di depan matanya sendiri.
"Ketua, sampai kapanpun juga aku masih mengingatmu dan balas dendamku tidak akan pernah aku lupakan, "Azka berbicara kepada dirinya sendiri.
Sesuai informasinya Azka sudah turun di sebuah jalan depan gedung mewah.Azka melihat ke arah jam kemudian dia menggunakan sebuah jaket hitam dan masker setelah itu kepalanya ditutup oleh topi.
Dia seperti remaja-remaja lainnya ketika jalan kaki maka akan fokus dengan handphonenya.Tetapi dia salah walaupun handphonenya ada di tangannya dan selalu dimainkan tetapi matanya selalu mengarah ke depan dan dia menggunakan kacamata agar tidak diketahui.
Ketika dia sedang berbicara terlihat sebuah mobil hitam yang didampingi oleh beberapa orang,mobil tersebut adalah mobil yang di mana pemiliknya adalah orang yang sangat penting ketika mobil tersebut diparkirkan ternyata itu adalah sang ketua.
__ADS_1
Benar saja, itu adalah targetnya kali ini dia juga akan membalaskan dendam masa lalunya demi sahabat-sahabat yang dia cintai.
Azka hanya bisa menunggunya dari luar dan sang ketua datang ke gedung besar itu ternyata dia akan melakukan sebuah perjanjian dan juga transaksi seperti biasa.
Mereka didampingi oleh beberapa pengawal dengan jumlah yang cukup banyak karena itu adalah kegiatan yang penting dan takut ada yang mencelakai sang ketua.
Hingga beberapa jam sudah berlalu dan Azka masih ada di luar menunggunya.
Sang ketua yang sudah keluar dari gedung tersebut bersalaman dengan kliennya setelah itu dia akan pergi dari persilahkan masuk ke dalam mobil pribadinya.
Azka dengan cepat langsung memesan taksi dan dia memintanya untuk mengikuti mobil hitam atau mobil ketua.
__ADS_1
Mereka diikuti oleh Azka tetapi tidak ada yang menyadarinya hingga sampailah mereka di sebuah gudang kecil, gudang tersebut cukup jauh jaraknya dari perkotaan hanya ada beberapa pedesaan saja dan sang ketua datang ke sini karena ingin mengambil barang sesuai perjanjian dengan klien tadi.
Sang Ketua sesuai mendapatkan informasi dari kliennya datang ke situ dan anak buahnya yang berjumlah 10 orang dan 4 orang berjaga di depan dan 6 orang lainnya masuk ke dalam bersama dirinya.